
CINTA YURA
"Masss Revaaannn.....!!! " teriak Yura, namun Revan malah semakin tertawa terbahak-bahak melihat posisi istrinyan yang jatuh dengan posisi yang sangat konyol. Bayangkan saja, jika seseorang jauh terjungkal bagaimana posisinya.
Yura duduk sambil mengusap-usap bok*ngnya yang terasa sakit dengan wajah mengerucut sebal. Merasa kasihan melihat istrinya, Revan pun bangkit dan menggendong si Tayo ke kasurnya.
"Apa terasa sakit?" tanya Revan masih tersenyum melihat Yura. Untung saja stok rasa malu Yura sudah habis, jadi ia sama sekali tidak merasa malu pada suaminya.Justru ia merasa sangat kesal karena sudah di tertawakan oleh Revan, hingga memukul bahu Revan. Namun pukulan si Tayo sama sekali tidak berarti apa-apa untuk Revan.
"Yura keeseeeelll..... "ucapnya merajuk
"Sudahlah kau tetap terlihat seksi di mataku... "bujuk Revan sambil memandangi tubuh Yura yang terpampang indah di depannya.
"Tapi kan Yura jadi ga keren.... "ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.
"Tidak masalah untukku, kau selalu terlihat cantik dan seksi di mataku... " ucap Revan sambil mengecup bibir Yura yang sangat menggoda untuk di kecup dari tadi.
"Ya udah aahh....Yura mau bobo aja " ucapnya sambil menarik selimut. Revan tidak rela sudah di suguhkan pemandangan yang indah namun tidak bisa di nikmati enak saja... pikir Revan.
"Kau tidak boleh tidur sebelum memanjakan si jhon..." ucap Revan yang menarik selimut Yura dan menjauhkannya serta mengungkung tubuh kecil nan seksi itu.
"Ga mau ahhh..... "ucap Yura
"Kau harus mau.... " Revan dengan mudahnya langsung menarik pakaian yang kurang bahan itu dengan mudah. Dan kini tampaklah tubuh indah sang istri di depan matanya.
Revan langsung mencium bibir Yura dengan sangat lembut, tangannya sudah tidak bisa di kondisikan sedari tadi. Dan tengah bermain di tempat kesukaannya. Revan bersikap seperti bayi besar yang kehausan, Revan tidak bisa berhenti menjamah Yura.
__ADS_1
Istri kecilnya ini memang sangat menggemaskan, dan selanjutnya kalian bisa membayangkan apa yang mereka berdua lakukan.
*
*
*
Di kamar Regan
Bira tengah bersandar di dada bidang suaminya, Bira belum bisa tidur dan seperti sedang memikirkan sesuatu. Itu semua tidak luput dari pandangan Regan.
"Kenapa kau tidak tidur....? " tanya Regan mencium kening dan membelai rambut Bira.
"Kenapa memikirkan hal yang tidak penting "ucap Regan.
"Justru itu teh penting banget mas suami, dia itu kaya yang suka sama mas suami juga sama A Revan. Bira mesti bikin benteng pertahanan ini mah takut suami Bira tergoda "ucapnya sambil terlihat berpikir dengan keras.
Regan tergelak mendengar ucapan istrinya, benar-benar lucu. Memangnya siapa yang mampu mencairkan gunung es alias si kanebo kering seperti Regan jika bukan ratu ubur-ubur seorang. Dasar memang istrinya ini sangat aneh.
"Kau jangan khawatir aku sangat mencintaimu Bira, tidak ada yang mampu melunakan hatiku selain dirimu" ucap Regan sambil mengecup bibir istrinya mesra.
"Tapi tetep aja Bira teh takut atuh mas suami, masa ga ngerti sihh... "
"Nanti aku akan bicara pada mamah... "ucap Regan.
__ADS_1
"Jangan atuh nanti Bira di sangka ngadu lagi... "
"Lalu aku harus bagaimana? "tanya Regan.
"Tidur ajalah sekarang mah... " Bira menarik selimut dan semakin memeluk Regan dengan erat dan menumpangkan kakinya ke atas kaki Regan.
"Tapi sekarang aku jadi tidak bisa tidur "ucap Regan.
"Tinggal merem aja apa susahnya " Bira mengusap wajah suaminya.
"Tidak bisa Bira.... Oh astaga aku lupa... " ucap Regan seperti melupakan sesuatu.
"Apa.... ?"tanya Bira.
"Aku lupa jika si jek meminta jatahnya.... "Ucap Regan tersenyum mesum
"Beeuuhhhh dasar si spongebob mah..... "
*
*
*
Maaf ya kalo slow update, karena mimin teh sedih udah cape nulis tapi yang dukung sedikit 😢 jadi ga semangat nulis
__ADS_1