
Setelah berpamitan kepada Yura Revan pun pergi bekerja. Jujur saja Yura merasa tidak nyaman dengan baby sitternya ini.
"Nona biar saya saja yang menjaga baby Ar ,nona istirahat saja " ucap Susi
"Oh no, gue takut anak gue di rawat sama cewek ini, takut di terkam anak gue nanti " gumam Yura dalam hati.
"Nona..." panggil Susi lagi karena dia melihat Yura hanya diam saja .
"Eh...i-iya maaf tadi aku lagi ngelamun" ucap Yura
"Biar saya yang menggendongnya, nona istirahat saja" tawarnya lagi, kali ini Susi menghampiri Yura.
"Omg,liat itu dadanya sampe segede balon di pompa pake apaan niih cewe, gue takut anak gue di susuin sama dia terus keracunan lagi, amit-amit " ucap Yura dalam hati. Yura masih berpikir bagaimana caranya supaya baby sitter ini tidak jadi bekerja di sini dengan tanpa menyinggung perasaanya.
"Biar aku tidurin di sini aja dulu, lagian baby Ar nya juga masih tidur "ucap Yura
"Jika saya tidak mengurus bayi, lalu saya harus apa.nona ?" tanya Susi
"Jangan bilang dia mau ngurus suami gue, gue masukin cabe lo sekalian gue lulurin badannya pake sambel kalo dia sampe berani ganggu mas Revan gue yang ganteng "
"Emm..mba Susi istrirhat aja dulu ya, kan baru nyampe juga. Nanti kalo aku butuh bantuan aku bakal manggil mba Susi" ucap Yura
"Oh, baik nona anda bisa memanggil saya kapan saja kalau anda membutukan bantuan saya " ucap Susi
"Iya mba, mba istirahat aja ya " Susi pun tersenyum mendengarnya. Setelah Susi pergi Yura pun mulai berpikir "mesti gimana nihh, gue tanya si Titim aja deh " gumam Yura dalam hati.
Yura pun langsung pergi ke kamarnya dan menidurkan Aretha di box bayi dan segera mengambil ponselnya untuk menelepon Anggi.
tut
tut
"Titim kemana sih kok ga di angkat " kesal Yura tak berselang lama Anggi pun mengangkat teleponnya.
"Hallo...." ucapnya dengan suara khas bangun tidur
"Hallo Titim, jam segini masih tidur aja, lo mah jauh banget ya dari kata istri solehah " ucap Yura memberikan siraman rohani kepada anak kambing.
(Lo ngapain sih, pagi-pagi ceramah mentang-mentang udah jadi emak-emak lo ya ) kesal Anggi karena si Tayo sudah mengganggu tidurnya, padahal dia masih sangat mengantuk.
"Gue butuh bantuan lo Tim lebih tepatnya sih sekarang gue lagi butuh saran " ucap Yura
(Saran apa ?) tanya Anggi
"Lo tahu ga ...."
(Ngga....) jawab si Timmy
"Ihh si Titim diem dulu dengerin gue, tadi tuh suami gue nyuruh baby sitter buat jagain anak gue " ucap Yura
__ADS_1
(Ya bagus dong, niat suami lo kan baik terus masalahnya sebelah mana ?) tanya Anggi heran kepada sahabatnya itu.
"Masalahnya ada sama dada sama bokongnya, semok banget bohay pokoknya gue takut suami gue kesengsem sama tuh baby sitter " mendengar sahabatnya bercerita seperti itu Anggi malah tertawa terbahak-bahak
"Kok lu malah ketawa sihh ga asik ah " ucap Yura kesal.
(Lucu aja si Tayo pagi-pagi galau gara-gara baby sitter semok dan bohay ) ucapnya masih tertawa
"Lo kasih saran dong Tim, gue pengen dia keluar kerja tapi dia ga tersinggung sama gue gitu "ucap Yura
(Gampang kalo masalah itu mah, lo tinggal kasih dia uang yang banyak aja terus lo suruh pergi dehh, masalah selesai, Timmy emang hebatkan ?) ucapnya dengan bangga di seberang telepon
"Lo yakin ?" tanya Yura ragu
(Yakin banget hayati, gue aja di kasih uang banyak sama suami gue ga pernah tersinggung ) ucap Anggi sungguh saran yang hebat menurutnya
"Itu mah beda lagi dong Titim, dasar anak embe " kesal Yura
(Coba aja dulu...) saran Anggi
"Oke deh, ngomong-ngomong lo baru bangun kenapa ? lo kecapean ya abis bercocok tanam ?" tanya Yura
(Bukan bercocok tanam tapi abis belajar praktek berkembang biak ) jawab Anggi
"Acieehhh anak embe udah di garap sama anak onta, entar anak lo blasteran jadi pinguin " ucap Yura sambil tertawa
(Dasar tayo lo.....) kesal Anggi
(Yang jelas bibitnya bibit unggul, nanti anak gue lahir jadi anak sultan pokoknya ) ucap Anggi
"Oke....oke jadi dong ke posyandu barengan " goda Yura lagi
(Eittsss sorry anak sultan mah ke puskesmas ga ke posyandu ) jawab Anggi
"Puskesmas sama posyandu itu ade kakak Titim, gue kira anak sultan imunisasinya ke rumah sakit pribadi, tahunya ke puskesmas, asem banget anak sultan "
(Gue mah Sultan rendah hati, udah ah gue mau tidur lagi, urusin tuh baby sitter lo yang semok takut suami lo salah sasaran nanti malah minta susu sama dia ) ucap Anggi sambil menutup teleponnya
"Dasar anak embe....!!!" kesal Yura
"Oopps, anak gue masih tidur ga boleh berisik "ucap Yura dengan nada berbisik.
Setelah mendapat saran dari si Timmy, Yura pun langsung menelepon suaminya yang sedang berada di kantor. Revan yang melihat panggilan dari istri tercintanya langsung mengangkat teleponnya.
(Hallo sayang ada apa ?) tanya Revan
"Hallo mas, Yura boleh minta uang ga ?"
(Tentu, nanti aku kirim ke rekeningmu ) ucap Revan
__ADS_1
"Yura minta dua puluh juta ya..." ucap Yura, Revan terkejut kenapa istrinya minta uang banyak sekali untuk apa tidak biasanya.
(Uangnya untuk apa sayang, kenapa kamu meminta banyak uang ?) tanya Revan penasaran
"Ada deh pokoknya buat bikin kejutan" ucap Yura tersenyum riang. Mendengar Yura akan membuat kejutan Revan pun merasa senang, karena Yura pasti akan membuat kejutan untuknya, memangnya untuk siapa lagi. Mungkin istri kecilnya akan membeli lingrie yang banyak untuk di pakainya nanti malam. Senyum Revan semakin mengembang saja, apalagi dia belum buka puasa selama dua bulan ini karena nifas di sambung datang bulan Yura. Tanpa pikir panjang Revan pun langsung mengirim uang ke rekening Yura.
Dan panggilan pun di akhiri, kini saatnya Yura menghampiri semilikiti. Yura kini sudah berada di depan kamar Susi. Setelah mengetuk pintu Susi pun keluar kamar.
"Ada apa nona, apa bayinya menangis ?" tanya Susi
"Ya ampun gue ga tega, tapi ga apa dari pada nanti jadi bibi pelakor mending gue basmi dari sekarang " gumam Yura dalam hati.
"Emm...gini mba aku tuh mau bicara sama mba. Sebenernya aku tuh ga mau pake baby sitter tapi suami aku maksa " ucap Yura, Susi mengerti arah pembicaraan Yura
.
"Tapi nona saya sangat membutuhkan pekerjaan ini" ucapnya dengan raut sedih. Membuat perasaan Yura jadi tidak enak.
"Mba Susi tenang aja, aku bakal kasih mba Susi uang sepuluh juta, mba Susi mau ga ?" tanya Yura, di tawari uang yang banyak siapa yang mampu menolak, tanpa bertanya lagi Susi langsung mau. Bagaimana tidak mau sejak datang kesini dia hanya tiduran dan bermain ponsel dan sekarang dia malah di tawari uang sepuluh juta, benar-benar amazing pikir Susi.
Tak lama setelah itu pun Susi pergi dengan perasaan bahagia, begitupun Yura dia bahagia gadis semok itu pergi.
Saat sore hari Revan pun sudah pulang ke rumah, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anak dan istrinya. Revan pun masuk ke dalam kamar dan melihat Yura tengah menidurkan Aretha di sana.
"Sayang..." panggil Revan
"Eh mas udah pulang "
"Iya aku sangat merindukanmu ucap Revan, kenapa kamu masih sendiri mengurus Ar bukankah ada Susi?" tanya Revan
"Mba Susi ga ada "
"Kemana ?"
"Yura udah suruh dia pergi, Yura takut dia godain mas Revan " ucap Yura santai
"Kamu mengusirnya ?" tanya Revan
"Ngga kok , malah dia seneng pas pulang tadi soalnya tadi Yura kasih dia uang sepuluh juta " ucap Yura sambil tersenyum tanpa dosa
"Apa....!!!" Revan terkejut, jelas saja dia senang bekerja tidak sampai satu hari dan ia mendapat uang sepuluh juta.
"Tadinya Yura mau kasih dia dua puluh juta, tapi sayang uangnya jadi Yura kasih dia sepuluh juta aja, yang sepuluh juta buat Yura, Yura pinter kan " sambil nyengir kuda
"Si Tayo ini memang ajaib, pintar katanya ?" gumam Revan dalam hati
"Dan Yura juga ga mau pake baby sitter, kecuali baby sitternya udah nenek-nenek " ucap Yura
"Yassalam......" Revan langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
***
Hari ini aku doble up takut besok ga keburu soalnya 😁, makasih yang udah mampir 😊🙏