
Setelah selesai berbelanja Yura dengan cepat menuju kasir dan segera membayar belanjaannya. Karena kata Revan Yura akan di jemput. Maka Yura menunggu Revan sambil meminum minuman yang ia beli barusan dan duduk di kursi yang di sediakan di mini market itu , namun masih seperti penasaran dengan Yura makhluk chiki itu tetap saja mengikuti Yura dan duduk di bangku sebelah Yura.
Yura berdecak sebal melihatnya, karena Yura orang yang tidak suka berbasa-basi ia langsung saja bertanya kepada Kenzie.
"Mas Chiki kenapa sihh dari tadi ngikutin Yura, kalo mau pendekatan sama si imoy langsung aja ke rumah, ga jauh kok dari sini " ucap Yura.
"Sudah berapa kali aku bilang jika aku dan Kiara tidak ada hubungan apa-apa, kami hanya teman "
"Teman tapi mesra....?"tanya Yura
"T-tidak... " jawab Kenzie, yang merasa bingung dengan ucapan Yura. Kenzie belum tahu saja jika bicara dengan Yura dia harus punya stok kesabaran yang sangat banyak. Karena setiap ucapan yang di ucapkan Yura sangat-sangat membuat pusing. Itu karena otaknya yang kelebihan pintar hingga penghitungan nilai otaknya mulai dari minus ke nol, benar-benar hebat kan, ibu muda ini. Hanya Revanlah yang mampu mengimbanginya bicara karena Revan adalah pria penyabar luar biasa. Dan satu-satunya orang yang mampu berbicara dengan Yura yang otaknya sangat minim itu.
Hingga terkadang Regan saja gemas melihat kepintaran Yura yang over dosis itu. Bira saja level bodohnya masih di atas Yura. Astaga ternyata menantu keluarga Maheswara adalah gadis - gadis hebat, hebat membuat pusing para suaminya. Luar biasa....
Kenzie merasa bingung dari mana ia akan mencoba mendekati Yura. Karena sepertinya Yura sama sekali tidak tertarik kepadanya
"Nona Yura.... "panggil Kenzie lagi
"Hemmm.... " jawab Yura sambil meminum minumannya.
"Belajamu sudah selesai ? aku bisa mengantarmu pulang "ajak Kenzie kepada Yura yang masih anteng cuek padanya.
"Gak usah, soalnya suami aku yang ganteng lagi otw kesini "jawab Yura yang kini sedang memainkan ponselnya.
"Tapi aku bisa mengantarmu nona Yura, mungkin saja suamimu sedang terjebak macet di jalan " ucap Kenzie.
"Tapi aku ga mau, aku maunya sama suami aku mas Revan yang ganteng" jawab Yura dengan masih melihat ponselnya.
Merasa sangat sulit mengajak Yura, akhirnya Kenzie memilih untuk diam sambil memandang wajah Yura yang cantik, kapan lagi Kenzie bisa melihat Yura dari dekat seperti ini bukan? jadi nikmati saja wajah cantiknya pikir Kenzie. Karena sulit sekali bicara dengan Yura.
Tak lama setelah itu Revan datang dengan mobilnya untuk menjemput si Tayo istrinya.
Revan turun dari mobil dan langsung menuju Yura, yang sedang duduk di kursi mini market yang ada di sana. Dan yang membuat Revan kesal adalah dia melihat Kenzie di sana. Pria tidak punya malu itu tengah menatap Yura dengan penuh damba. Membuat hati Revan panas seketika, tidak rela jika istri kecilnya yang cantik dan imut di pandangi oleh pria menyebalkan itu.
"Yura...." panggil Revan
"Mas Revan udah dateng... "jawab Yura tersenyum melihat suami tampannya datang.
"Apa yang sedang kau lakukan? "tanya Revan pada Kenzie yang sedang duduk tidak jauh dari Yura. Yura langsung menengok ke arah Kenzie. Yang masih anteng duduk di sana.
"Mas Revan kenal sama mas chiki? "tanya Yura
__ADS_1
"Chiki....? "tanya Revan heran
"Iya, namanya kan Chiki. Dia pacarnya si imoy "jawab Yura.
"Aku bukan kekasih Kiara nona Yura "Ralat Kenzie yang tidak suka jika di sebut pacar dari Kiara.
"Oh iya lupa, dia teman tapi mesranya si imoy "ucap Yura lagi tanpa peduli kekesalan di wajah Kenzie
"Ayo kita pulang sayang" ajak Revan dengan merangkul istri kecilnya dengan posesif. Memperlihatkan kepemilikannya atas Yura.
Yura pun mengangguk dan langsung pulang bersama Revan tanpa memperdulikan Kenzie di sana.
Revan dan Yura pun langsung masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana.
"Sial....susah sekali mendekatinya" Ucap Kenzie dengan kesal
*
*
*
Di dalam mobil
"Yura ga deketin dia kok, dia nya aja yang terus ngikutin Yura. Yura juga tadi marahin dia abisnya kesel "jawab Yura
"Kau memarahinya? "tanya Revan tidak percaya
"Iya dikit, soalna Yura kesel tuh Chiki terus aja ngikuti Yura, Yura kan jadi risih "jawab Yura.
"Lain kali jangan ke luar rumah sendiri ya " ucap Revan sambil membelai rambut Yura
"Iya,...maaafin Yura ya mas " Revan mengangguk tersenyum. Menikah dengan gadis kecil ternyata membuat Revan harus ekstra menjaga anak dan istrinya. Apalagi Yura meskipun otaknya tidak pintar tapi kenapa banyak pria yang menginginkannya.
Ahh tentu saja karena dia sangat cantik, Revan saja tergila-gila pada si Tayo yang bodoh ini.
Setelah melakukan perjalanan merreka sampai ke rumah. Seperti biasa mereka berkumpul di ruang keluarga, Bira dengan Reby serta mamah Rita yang mengais Aretha.
"Loh Revan kamu sudah pulang ?" tanya mamah Rita
"Iya mah, aku khawatir si Tayo jalan-jalan keluar"jawab Revan.
__ADS_1
"Bukan jalan-jalan tapi beli susu mas Revan yang ganteng "ralat Yura.
"Sama saja.... "ucap Revan
"Beda lah, katanya pinter gimana sih ga bisa ngebedain "ucap Yura namun Revan hanya geleng-geleng kepala sedangkan mamah Rita tertawa.
Karena merasa lelah Revan akhirnya ke kamar dan beristirahat. Begitu pun dengan Yura dan Aretha yang tengah tertidur. Yura membawanya ke kamar untuk di tidur kan.
Melihat suaminya yang tengah kelelahan, Yura merasa kasihan. Kenapa suaminya ini sangat mengkhawatirkan Yura .
Yura merasa terharu karena suaminya sangat mencintainya, sejak kecil Yura tidak pernah merasa di cintai hingga seperti ini. Yura merasa sangat beruntung memiliki Revan.
Revan sedang tiduran di kasurnya dan belum sempat mengganti pakaiannya. Ia hanya menanggalkan jas nya saja. Yura menghampiri Revan dan langsung memeluknya. Merasa tangan mungil itu melingkar di perutnya Revan, langsung terbangun dan membuka mata.
"Ada apa gadis kecil, oh maaf aku salah tapi bunda kecil "kekeh Revan.
"Ga apa-apa cuman lagi pengen meluk aja, kenapa ga boleh "ucap Yura
"Sangat boleh menciumku juga boleh, jika ingin lebih dari itu juga tidak apa-apa " ucap Revan tersenyum.
"Aduh om Revan mesum banget sihh... "ucap Yura tertawa. Yura jadi teringat saat pertama kali menikah dengan Revan yang memanggilnya dengan sebutan Om.
"Dasar bis nakal, berhenti membuatku khawatir" Revan membelai lembut wajah Yura yang sangat cantik dan memberi kecupan di bibirnya yang selalu menggoda Revan.
"Kok ciumnya bentar, Yura mau lagi.... " ucap Yura dengan manja. Revan pun tertawa dan langsung mencium istri kecilnya dengan lembut. Dan selanjutnya bisa di bayangkan apa yang terjadi.
*
*
*
Di kantor
"Kemana si junior itu, dia meninggalkan pekerjaan begitu saja yang sangat banyak untukku, jangan bilang dia sedang mengadon dengan anak bis itu... " ucap Regan dengan kesal.
"Mungkin saja pak "jawab Bagas tanpa melihat ke arah Regan.
"Kalau begitu aku juga akan pulang, aku juga merindukan Bira "ucap Regan tersenyum seperti orang gila.
"Ahhh dasar makhluk maniak, aku juga mau.... " gumam Bagas.
__ADS_1
Like.... like & komen ya biar mimin semangat up nya💃