Cinta Yura

Cinta Yura
Bab 16


__ADS_3

"Siapa yang kau maksud syaiton gadis bar-bar " jawab Seruni .Ya gadis itu adalah Seruni yang sudah sebulan lebih tidak terdengar kabarnya.


"Ya elo siapa lagi, lagian di sini kan syaiton cuma lo doang. Kita semua mah para istri solehah " ucap Anggi.


"Siapa Tim ?" tanya Yura


"Mantan calon kandidat menantu dari mertua gue yang gagal seleksi sekarang beralih profesi jadi pelakor " jawab Anggi santai


"Mulutmu memang sangat menyebalkan bahkan ucapanmu terdengar sangat pedas jika bicara " jawab Seruni ketus


"Eittss mba cantik si Timmy ini memang penggemar seblak level, makanya kalo ngomong pedes gilaaaa pokoknya " timpal Yura


"Oh ya ampun Bira paling ga suka denger pelakor apalagi langsung liat bentuknya jadi suka pengen Bira jadiin makan siang sekarang mumpung Bira lagi laper" kesal Bira.


"Sasa mah kalo liat pelakor jadi suka inget sama kuda nil ?" ucap Salsa polos


"Maksudnya.....?" tanya trio absurd


"Ya jadi inget, kuda nil nya udah di kasih makan apa belum, kalo belum Salsa mau kasih pelakor ini buat cemilannya "jawab Salsa


Sontak saja trio absurd langsung tertawa mendengar ucapan si gadis micin. "Otaknya Sasa udah terkontaminasi si abon, jadi polos-polos lukcnut "ucap Yura di sela sela tawanya.


"Dasar tayo lo jujur banget kalo ngomong "timpal Anggi.


"Tahu si Tayo mah saringan di mulutnya kan udah ilang ke telen waktu makan cilok " ucap Bira, mereka bertiga masih tertawa dengan senangnya sedangkan wajah Seruni sekarang menjadi merah padam karena marah. Hingga ia mendorong Yura sampai jatuh, untung saja Aretha sedang di pegang oleh Salsa hingga tidak ikut terjatuh.


Brukkk


"Eh dasar ulat bulu, lo masalah sama gue jangan berani nyakitin temen gue ...!!!" ucap Anggi marah


"Itu karena temanmu yang sudah mencari masalah denganku berani sekali mereka menghinaku....." Seruni pun kini benar-benar marah.

__ADS_1


"Hey kamu ini perempuan tapi perilakumu sangat kasar " ucap Bira


"Diam kau....!!!" tunjuk Seruni pada Bira


"Jangan berani-berani lo tunjuk- tunjuk muka adik.ipar gue " ucap Yura sambil mendorong Seruni


"Kenapa ? aku bahkan bisa melakukan hal lebih dari ini pada kalian " ancamnya.


"Udah lah biarin aja, manusia kaya gini di omongin sama ustadz juga ga bakalan mempan, udah kebanyakan syaiton di tubuhnya " kesal Anggi sambil memberi kode pada teman-temannya agar pergi. Anggi merasa tidak jika mereka semua terkena imbas gara-gara Seruni mengingat suami para sahabatnya sangat posesif. Anggi takut Seruni berbuat kasar pada Bira, Yura dan juga Salsa.


Mereka pun setuju dan beranjak dari tempat duduk mereka untuk pergi. Namun saat Anggi terbangun dan akan pergi Seruni menarik tangan Anggi dengan kencang dan Anggi yang tidak siap pun terjatuh dengan perut membentur meja kemudian terjatuh ke bawah dengan cukup keras. Hingga Anggi memekik kesakitan.


"Akhhh......" teriak Anggi


"Timmy......" teriak yang lainnya


Bira dan Salsa langsung menolong Anggi dan Yura langsung mendorong Seruni hingga terjungkal. Perkelahian pun tidak bisa di hindari, Seruni dan Yura berkelahi di sana dengan saling menjambak rambut dan saling memukul.


"Kalau kau merasa seorang gadis baik-baik harusnya kau bisa menjaga sikapmu nona " ucap Siena sambil mendorong Seruni. Ya kebetulan Siena baru sampai di sana, tadinya Siena berencana untuk makan siang karena perutnya terasa sangat lapar. Namun saat ia masuk malah terlihat orang ramai-ramai berkumpul dan melihat para istri 4R ada di sana dan salah satunya sedang berkelahi.


"Pergilah apa kau tidak malu dengan kelakuanmu, seorang putri dari pengusaha terkenal sedang berkelahi di restoran dengan anak kecil dan melakukan penganiayaan" ucap Siena


"Dasar model skandal murahan " balas Seruni tidak terima dengan ucapan Siena.


"Aku memang model skandal tapi sayangnya aku bukan gadis murahan sepertimu jangan kau berpikir aku tidak tahu apa yang selalu kau lakukan di belakang orang tuamu, kau ingin aku membeberkannya di sini sekarang, gadis manja " ancam Siena


Mendengar ancaman Siena Seruni pun langsung pergi dari sana dengan penampilan acak-acakan.


"Timmy lo berdarah...." pekik Yura yang melihat banyak darah keluar dari ************ Anggi, apalagi kini Anggi sedang menggunakan dress pendek hingga rembesan darah semakin terlihat.


Semua orang terkejut melihatnya, Siena segera meminta bantuan orang di sana untuk menggotong Anggi ke mobilnya dan akan segera di bawa ke rumah sakit.

__ADS_1


Yura dan Bira akan ikut namun mereka di tahan oleh pemilik restoran untuk membayar semua kerugian di sana. Akhirnya Salsa saja yang ikut ke rumah sakit bersama Anggi dan Siena.


"Saya minta ganti rugi atas kekacauan yang sudah kalian buat.....!!!!" ucap pemilik restoran itu dengan marah.


"Tenang aja kita bakal ganti ga usah teriak-teriak " kesal Bira pada pemilik restoran yang membentak mereka.


"Iya, santai kali ga liat apa temen kita celaka" timpal Yura


Bira pun terlihat sedang menelepon dan dia menelepon suaminya dan Revan untuk datang ke restoran.


"Mas suami, tolongin Bira sama Yura ajak A Revan sekalian ya " ucapnya sambil langsung menutup teleponnya. Aretha menangis Yura pun langsung memberikan susu agar bayi itu tenang.


"Kalian diam di sini sampai penjamin kalian datang...." ucap pemilik restoran dengan ketus.


"Mas Revan bakal marah ga ya sama aku " ucap Yura


"Ngga bakalan marah A Revan kan baik, Bira aja santai kalo ada mas suami semua pastu bakal beres " ucap Bira dengan percaya diri


"Kok kak Bira yakin ?" tanya Yura


"Yakinlah mas suami kan sayang sama aku dia pasti bantu, dia kan galak tuh pemilik restoran pasti bakal di marahin sama mas suami soalnya udah bentak-bentak kita. cuman buat ijin keluar kayanya bakal susah lagi dehh " ucap Bira


Yura langsung menghela nafas kasar


"Iya, padahal susah banget mau keluar, maaf ya gara-gara aku berantem kita jadi kena masalah " ucap Yura


"Ga apa-apa, lagian kamu tuhh keren tahu pas berantem, hebat si tayo bar-bar " ucap Bira sambil tertawa begitu pun dengan Yura.


Di kantor Regan dan Revan langsung cemas mendengar istrinya minta tolong, apa terjadi sesuatu lagi kepada mereka pikir Regan dan Revan. Mereka langsung menuju ke lokasi dimana istri mereka berada di sana.


"Semoga tidak terjadi sesuatu kepada mereka "

__ADS_1


__ADS_2