
Satu bulan sudah Yura di rawat di rumah sakit Keadaan Yura kini sudah membaik, kini kamarnya di satukan dengan kamar Bira. Agar setiap keluarga dan teman yang menjenguknya bisa berkumpul di satu ruangan. Hari ini Yura sedang mencoba untuk belajar berjalan . Sudah lama dia tidak menggerakan kakinya hingga terasa kaku. Kali ini dia ingin meregangkan otot kakinya di dan bantu oleh Revan. Kaki Yura memang tidak patah seperti kaki Bira, namun tulang kakinya mengalami keretakan..
"Pelan-pelan saja Yura " ucap Revan yang melihat istrinya seperti sedang terburu-buru ingin melangkahkan kaki. Revan takut kalau Yura akan terjatuh.
"Yura udah ga sabar pengen sembuh kaya biasanya lagi mas, Yura bosen mesti tiduran terus, Yura pengen cepet-cepet gendong si dede " ucap Yura tersenyum
"Ya ampun Yura lupa belum ngasih nama si dede " Yura menepuk keningnya. Revan langsung tersenyun melihat istrinya. "Kamu tenang saja aku sudah memberinya nama, tidak apa-apa kan kalau aku memberikan nama padanya, aku juga lupa memberiahukannya padamu " Revan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Karena terlalu sibuk mengurus pekerjaan dan juga mengurus Yura dia sampai lupa memberi tahu nama anak mereka.
"Ga apa-apa mas, nanti kita liat lagi ya Yura kangen, oh ya namaya siapa ?" tanya Yura penasaran
"Aretha, bagaimana menurutmu bagus tidak. Entah kenapa aku suka nama itu, nama yang sangat cantik sama sepertimu " ucap Revan tersenyum
"Ya ampun mas, Yura jadi mau terbang deh denger pujian dari mas Revan yang ganteng " ucap Yura tertawa. Mendengar ucapan istrinya Revan jadi ikut tertawa.
"Dasar si Tayo..." ucap Revan
Setelah selesai berjalan berjalan, Yura memaksa ingin bertemu dengan anaknya. Namun Revan tidak mengijinkannya karena tidak mau kelelahan.
"Yura pengen liat baby Ar mas, Yura kangen " rengek Yura
"Tidak...." jawab Regan, kini Yura ada dalam gendongan Revan
"Yura mau pulang, biar bisa kumpul sama baby Ar di rumah, kata dokter kemaren kan baby Ar udah bisa keluar dari inkubator tapi sekarang kok belum, dokternya bohong sama Yura, Yura jadi pengen marahin itu dokter boleh ga Yura marahin dokternya?" ucap Yura yang terus mengomel sepanjang perjalanan. Membuat telinga Revan menjadi panas mendengar ocehan istri kecilnya itu. Ingin sekali Revan membungkam bibir kecilnya dengan bibirnya, namun dia tidak bisa melakukannya karena posisi mereka sedng di luar ruangan.
"Sudah lah Tayo kau jangan cerewet terus, kasihanilah telinga suamimu ini dia kepanasan dari tadi,kalau kau tidak berhenti bicara aku akan memakanmu di sini sekarang juga " ancam Revan
Dan benar saja si Tayo langsung diam, karena takut suami mesumnya macam-macam di luar, mau di taruh dimana wajahnya nanti. Padahal Revan pun tidak mungkin melakukan itu, dia bukan si kanebo kering yang bisa melakukan hal itu.
Saat sudah sampai ke dalam ruang perawatannya Yura merasa terkejut karena Yura melihat anaknya sudah ada di sana dalam box bayi.
Yura langsung tersenyum bahagia melihatnya. "Kok ga bilang sih bayinya udah ada di sini, Yura seneng banget tahu " ucapnya sambil menghampiri box bayinya dan melihat baby Ar sedang tertidur lelap.
__ADS_1
"Masih mau memarahi dokternya ?" ucap Revan
"Ga jadi marahinnya, dokternya baik banget " sambil terus melihat ke arah bayinya.
"Cantik ya mas, lucu banget badannya mungil "
"Iya, dia cantik sepertimu " jawab Revan
"Iya mirip Yura semua, padahal nyetaknya barengan "ucap Yura tertawa
"Tentu saja karena dia perempuan dia dominan padamu "ucap Revan tersenyum.
"Bukan, kalo kata si Timmy anak pertama yang mirip mamahnya itu karena mamahnya yang duluan jatuh cinta sama suaminya, begitu pun sebaliknya" ucapnya polos
"Dan kamu percaya....?" Revan mengangkat alisnya merasa heran, teori yang aneh menurutnya.
"Percaya lah, orang kenyataannya gitu " balas Yura
"Iya lah, jatuh cinta pada pandangan pertama " jawab Yura sambil tersenyum, kini hati Revan terasa seperti meledak-ledak banyak kembang api yang meletus di hatinya letusan yang sangat indah, meletup-letup tidak karuan .
"Waktu kita bertemu di cafe itu ?" tanya Revan lagi memastikan, karena mereka memang pertama kali bertemu di cafe. Maklum lah istri Revan itu kurang pintar dan selalu lupa apa yang ia katakan dan selalu tidak sinkron ucapan dan ingatannya.
"Ehmmm....." Yura terlihat berpikir
"Benarkan , istriku ini memang tidak pintar mengingat semua hal " gumam Revan dalam hati
"Waktu mas Revan jemput aku yang lagi hujan-hujanan itu loh " balas Yura
"Waktu itu kita sudah menikah Tayo, apa kamu lupa?" tanya Regan gemas
"Oh udah nikah ya " ucapnya sambil menggaruk-garuk kepalanya.
__ADS_1
"Astaga, kapan kau akan pintar Yura" ucap Revan sambil mencubit pipi istrinya.
"Yura itu bukannya ga pinter mas, tapi Yura emang sedikit pelupa aja " ucapnya tanpa dosa. Mendengar itu Revan langsug menghela nafas kasar.
"Mudah-mudahan anakku tidak seperti ibunya kelak" gumam Revan dalam hati
"Tau ga, apa yang bikin Yura cinta sama mas Revan ?" tanyanya lagi
"Apa..." tanya Revan penasaran
"Ya karena mas Revan ganteng " ucap Yura sambil tertawa. melihat kebodohan istrinya Revan tidak kuat menahan tawanya.
"Dasar Tayo menyebalkan....." ucapnya sambil tertawa dan mengelus kepala Yura dengan sayang.
"Boleh peluk ga...?" ucapnya manja
"Tentu saja sayang, kamu bisa menciumku jika mau"jawab Revan tersenyum,Yura langsung memeluk Revan, dan Revan pun memeluk Yura dengan sayang.
Saat Revan akan mencium Yura, tiba-tiba terdengar suara seseorang yamg menyebalkan memanggilnya.
"Hey junior, jangan melakukan adegan delapan belas tahun ke atas,di sini ada pria jomblo kasihanilah dia sedikit saja " ucap Regan terdengar meledek
Astaga... kenapa dia bisa lupa jika di ruangan itu ada Regan dan juga Bira serta juga si jomblo pelit yang sedang anteng bekerja.
"Dasar bos tidak punya akhlak, aku jadi ingin menikah " gumam Bagas dalam hati sambil terus melihat layar laptopnya dan tidak berani melirik ke arah manapun, jangan tanyaan hatinya seperti apa sekarang. Karena jiwa jomblonya sedang memberontak.
Sedang Regan dan Bira tertawa di sana, melihat kebodohan Yura dan kepolosan Revan.
"Dasar makhluk-makhluk menyebalkan....." ucap Revan
Maaf ya kemarin aku ga up, kemaren aku kecapean banget dan ga sempet nulis cerita Yura. Makasih yang udah mampir 🙏😊😘
__ADS_1