
Hari ini aku double up nihh, maaf ya kalo up nya telat, soalnya kegiatan di dunia nyata juga banyak 😊🙏, dan aku juga buat cerita bukan cerita ini aja tapi masih ada dua cerita lainnya, jadi bagi waktunya itu lohh 😅 nyari inspirasi juga ga mudah ya 😁. Mimin cuma mau minta poinnya ya sama like juga komennya 😊💕💕💕💕
******
Yura terduduk lesu mendengar Anggi keguguran, "Yura nyesel ga bisa nolong Timmy mas " ucap Yura merasa bersalah
"Yura itu bukan salahmu sayang, semuanya sudah takdir yang maha kuasa, kita tidak bisa berbuat apa-apa " ucap Revan menenangkan Yura agar tidak menyalahkan dirinya sendiri.
"Tapi si Titim ga bilang sama Yura kalo dia lagi hamil" ucap Yura karena memang sahabatnya itu tidak mengatakan kepadanya kalau dia memang sedang hamil.
"Bagas bilang Anggi tidak tahu kalau dia sedang hamil Yura " jawab Revan menjelaskan.
"Ah ya ampun, Timmy pasti sedih banget kehilangan bayinya Yura ga bisa bayangin gimana perasaan si Titim sekarang, padahal dulu Timmy yang nyelametin Yura pas Yura hampir jatoh di dorong sama si imoy, tapi sekarang Yura ga bisa ngelakuin hal yang sama ke Timmy. Yura sedih banget..."
"Sudahlah, mungkin nanti Anggi akan mendapatkan bayi yang lucu seperti kita. Mungkin memang belum saatnya saja dia memiliki bayi "ucap Revan
"Yura mau nengok boleh ga ?" pinta Yura
"Besok kita akan menengoknya, pasti Rama sekarang sedang berada di sana dan menemani Anggi, lebih baik kita jangan mengganggunya kamu mengerti kan maksudku Yura "
"Iya mas, Yura ngerti "
"Ya sudah istirahatlah..." ucap Revan membelai lembut rambut Yura dengan lembut.
"Peluk Yura ya...." minta nya dengan manja
"Tidak mau " ucap Revan, Yura langsung mengerucutkan bibirnya kesal dengan penolakan suaminya.
"Maksudku, aku tidak mau sekedar peluk saja " ucap Revan tersenyum sambil mendaratkan ciuman lembut di bibir Yura yang terasa sangat manis bagi Revan. Dan kegiatan aye-aye antara Yura dan Revan pun terjadi siang itu.
Di kamar Regan
"Mas barusan mas Bagas bilang kalo Timmy keguguran " ucap Bira kepada Regan yang baru selesai menidurkan Reby.
__ADS_1
"Bagaimana bisa ? memangnya dia sedang hamil ?" tanya Regan.
"Mas Bagas bilang, kalo Timmy ga tahu dianya lagi hamil " ucap Bira.
"Bagaimana dia bisa keguguran ? apa dia terjatuh ?" tanya Regan
"Waktu kita mau pergi Timmy di tarik sama nenek lampir sampe kebentur perutnya pas Bira liat, dari situ Timmy langsung jatoh dan megangin perutnya terus ada keluar darah banyak banget, Bira juga takut tadi " ucap Bira. Regan menghela nafas kasar
"Itu salah satu sebab aku tidak ingin kau keluar tanpa penjagaanku Bira , aku khawatir di luar sana akan ada orang yang menyakitimu, aku tidak bisa bayangkan jika itu terjadi padamu " ucap Regan langsung memeluk Bira dengan sayang.
"Timmy kasian ya mas, Bira sedih dengernya "
"Itu semua sudah takdir sayang, kita tidak bisa berbuat apa-apa jika Tuhan sudah berkehendak seperti itu " ucap Regan
"Bira mau liat Timmy di rumah sakit "
"Besok saja jangan sekarang " ucap Regan
"Loh kenapa ?" tanya Bira
"Ihh...Bira ga buat onar juga, si Tayo yang berantem" ucap Bira
"Benarkah ?" tanya Regan yang sudah mendekap erat tubuh istrinya.
"Beneran, emangnya mas ga liat mukanya Yura tadi"
"Aku melihatnya, istri si junior itu memang seorang petinju " ucap Regan tertawa Bira pun yang mendengar ucapan Regan langsung tertawa . Bira jadi teringat dengan Yura yang tubuhnya kecil tapi sangat berani menyerang Seruni yang bertubuh tinggi.
"Saatnya menghukumu nyonya..." ucap Regan sambil menggendong istrinya. Karena Regan pikir jika berangkat sekarang pun percuma, karena Rama tidak akan membiarkan siapa pun untuk menemui istrinya saat ini.
*
*
__ADS_1
Keesokan harinya Yura dan Bira menjenguk Timmy ke rumah sakit di temani Regan dan Revan. Saat pergi ke ruangan Anggi di sana sudah ada orang tua Anggi yang sedang menjaganya.
"Suami lo mana Tim kok ga ada ?" tanya Yura yqng merasa heran tidak melihat Rama di sana. Seingat Yura saat Yura di rumah sakit Revan tidak pernah meninggalkannya.
"Katanya dia ada urusan penting yang ga bisa di tinggalin " ucap Timmy
"Dia pasti sedang mengusut orang yang mencelakaimu" ucap Regan tiba-tiba
"Tapi dia ga bilang gitu tadi ?" jawab Timmy yang memang suaminya tidak mengatakan hal itu.
"Kau pikir suami mu akan diam saja ? melihat dari sifat Rama, dia tidak akan pernah melepaskan siapa pun yang sudah mengusik hidupnya " timpa Revan.
"Udah ah jangan ngomongin itu, Timmy keadaan kamu gimana sekarang ?" tanya Bira
"Aku masih sakit, sakit banget malah " ucap Anggi
"Yang sabar ya Tim, maaf gue ga bisa jagain lo kaya lo jagain gue " ucap Yura sedih
"Ga apa-apa Tayo, lagian bukan salah lo kan ini salah manusia ulat bulu itu "ucap Anggi
"Kalo ketemu lagi pengen gue bejek lagi soalnya kemaren belum puas..." kesal Yura
"Dan kau kalah lagi, latihan dulu sebelum menyerang orang agar kau tidak malu karena kalah" ledek Revan. Yura mencebikan bibirnya kesal kepada suaminya. Semua orang tertawa mendengarnya.
"Nanti nyetak lagi yang banyak ya Timmy, yang sering ngadonnya biar bayinya cepet jadi " ucap Bira
"Iya Tim, lagian kegiatan nyetak anak kan enak iya kan mas Revan " ucap Yura polos menyebalkan. Revan hanya berdehem menanggapi ucapan istrinya yang memang tidak pernah berfilter.
"Satu lagi nih manusia polos, polos luknut mulutnya" ucap Anggi
"Udah di bilangin saringan mulutnya ke telen pas lagi jajan cilok " timpal Bira
"Apa kalian tidak sadar kalau kalian sedang membicarakan diri kalian sendiri " ucap Regan
__ADS_1
"Apa.....!!!"