Cinta Yura

Cinta Yura
Bab 32


__ADS_3

Setelah ritual aye-aye saat sore Yura dan Revan dengan cepat mandi dan bersiap - siap untuk makan malam. Aretha juga di mandikan agar bayi itu terlihat segar dan juga cantik seperti bundanya. Setelah semuanya selesai Revan Yura dan juga si kecil Aretha keluar dari kamar untuk turun ke bawah sambil menunggu makan malam siap.


Namun Revan terkejut karena si kanebo dan juga anak istrinya baru keluar dari kamar, ternyata adiknya yang menyebalkan itu juga pulang.


"Hey Regan, kenapa kau pulang? "tanya Revan.


"Karena aku merindukan istriku, bukan kau saja yang harus mengasah pedangmu senjataku juga harus di asah " jawab si kanebo tanpa saringan, mungkin saringan mulutnya tertelan seperti Yura.


"Bisa-bisanya kau pergi saat pekerjaan sedang banyak-banyaknya " ucap Revan.


"Lalu kau sendiri bagaimana? enak saja kau menyalahkanku kau juga pulang untuk mengasah pedangmu kan? " balas Regan.


"Asah saja terus senjata kalian sampai tajam.... !!!" tiba-tiba papa Anton ada di sana dengan ekspresi kesal sambil bertolak pinggang menatap kedua anaknya dengan sengit.


Regan dan Revan terkejut melihat kedatangan papanya.


"P-papa.... " ucap Regan dan Revan terbata, mereka takut jika papa Anton marah karena meninggalkan pekerjaan yang sedang banyak-banyaknya di kantor.


"Kau junior dan senior malam ini kalian harus lembur, awas saja jika besok pagi pekerjaan kalian belum beres, tidak ada jatah untuk si jhon dan si jeki Menggelikan sekali nama mereka "


"Dari mana papa tahu nama si jhon sama si jeki?"tanya Yura penasaran.


"Itu karena suami kalian setiap hari selalu bergosip menceritakan burung pipitnya" jawab papa Anton dengan nada meledek.


Tawa Bira dan Yura langsung pecah, karena burung elang suaminya disebut burung pipit oleh papa mertuanya.


Sedangkan Revan dan Revan hanya geleng-geleng kepala, perasaan mereka campur aduk rasa nano-nano antara malu kesal dan malu lagi. Karena rasa malu mereka lebih dominan dari rasa apapun saat ini.


"Bagas....!!! " panggil papa Anton

__ADS_1


Asistent pelit pun langsung keluar dari persembunyiannya sambil menahan tawa, melihat si junior dan si senior sedang di marahi papanya gara-gara kelakuan si jhon dan si jeki yang tidak disiplin.


Ingin sekali Bagas mengungkapkan isi hatinya saat ini, dan bilang "RASAKAN.....!!!" ingin sekali Bagas tertawa terbahak -bahak melihat ekspresi Revan dan juga Regan. Namum ia menahannya demi keselamatan burungnya si maxy.


"Iya pak.... " jawab Bagas.


"Simpan semua berkas itu di sana, biar nanti di kerjakan oleh si junior dan si senior, kerjakan semuanya dan jangan harap kalian bisa tidur dengan memeluk istri kalian...." ucap papa Anton pergi meninggalkan anak-anakny di sana dengan tatapan bingung melihat berkas yang sangat banyak yang di bawa oleh Bagas.


"Silahkan pak, selamat bekerja dan lembur malam ini" ucap Bagas sambil menahan tawanya.


"kau juga harus lembur asistent pelit " titah Regan.


"Oh maaf pak, tidak bisa karena burung elangku sekarang harus berhibernasi dan mencari sarangnya" jawab Bagas dengan menyebalkan.


"Aku akan membayarmu" ucap Regan


"Tidak, terima kasih pak tapi tabunganku masih banyak. Malam ini saya ingin memanjakan si Maxi permisi pak "jawab Bagas tersenyum meledek ke arah Revan dan Regan lalu kemudian Bagas pun pergi.


"Itu karena si junior yang mulai duluan..." jawab Regan


"Enak saja kau menyalahkanku, kau saja yang ikut-ikutan " balas Revan tidak mau kalah.


"Udahlah, lagian kan aye-aye nya juga udah ga bisa di ulang lagi " ucap Yura.


"Kata siapa tidak bisa di ulang ? sekarang saja jika aku mau aku bisa mengulanginya "jawab Regan


Yura hanya menggaaruk kepalanya yang tidak gatal dia benar-benar pusing mencerna omongan semua orang. Revan yang mengerti akan kepintaran istrinya yang di bawah nol ini langsung mengajaknya. pergi.


"Ayo Yura kita turun saja sambil menunggu makan malam" ajak Revan dan Yura pun mengangguk.

__ADS_1


Yura dan Revan meninggalkan pasangan dari bikini bottom itu yang masih mematung entah memikirkan apa.


"Mas suami ayo kok malah ngelamun sihh... "ajak Bira


"Oh iya, memangnya apa yang sedang aku pikirkan" jawab Regan.


"Iiiihhh, ketularan si Tayo ini mah " ucap Bira sambil meninggalkan suamiya.


"Hey ubur-ubur tunggu aku, lihatlah Reby mamahmu meninggalkan kita "ucap Regan sambil menggendong putranya yang terus memandang ke arahnya dengan tatapan bingung.


*


*


*


Karena siang tadi mereka meninggalkan pekerjaan mereka di kantor, terpaksa mereka melanjutkan pekerjaannya di rumah. Jika tidak maka sang papa akan menghukum mereka lebih dari ini.


"Gara-gara kau junior aku pun harus menanggung semua ini, harusnya malam ini aku sedang memeluk istriku pasti sangat nyaman sekali "ucap Regan yang dari tadi terus menggerutu.


"Dasar kanebo tidak tahu malu, terus saja kau menyalahkanku. Padahal kau pulang atas keinginannu sendiri. Coba bicara lagi, aku akan mencekikmu saat ini juga" kesal Revan, karena Revan juga saat ini tengah ingin memeluk istrinya yang menggemaskan. Gara-gara manusia chiki itu Revan pergi dari kantornya dan menemui Yura. Niatnya hanya mengantar Yura pulang saja setelah itu Revan akan ke kantor lagi.


Namun tadi karena keinginan si jhon yang tidak tahu waktu, akhirnya terjadila aye-aye di saat sore. Dasar memang si jhon dan si jeki tidak pernah disiplin jika sedang ingin bermain.


"Kenapa kalian tidak gulat saja sekalian....!!!" timpal papa Anton. Sepertinya si junior dan si senior tidak menyadari jika dari tadi papanya sedang berada di sana diantara mereka.


Revan dan Regan menggelengkan kepala mereka merutuki setiap kebodohan yang mereka berdua lakukan.


"Dasar payah.... " ledek papa Anton.

__ADS_1


Dukung novel Yura ya biar mimin semangat up nya 😘😘


__ADS_2