Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu

Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu
episode 11


__ADS_3

"Pak Adrian.” balas Zalfa tak kalah kaget setelah mengetahui orang yang sudah menabraknya.


"Maaf yaa saya gak sengaja, tadi saya buru-buru” ucap Adrian menatap Zalfa dengan raut wajah khawatir.


"Iyaa gakpapa pak." sahut Zalfa sembari tersenyum membuat Adrian terpesona akan senyuman nya.


"Kenapa dia begitu mempesona, senyuman nya terlalu manis jika dibandingkan dengan gula." lirih Adrian didalam hati dengan tersenyum.


"Pak Adrian” panggil Zalfa yang melihat Adrian melamun di depan nya, ia melambaikan tanganya di depan wajah Adrian, sontak membuat Adrian tersadar dari lamunannya.


"Ehh. Sorry” ucap Adrian gelagapan di ikuti dengan cengengesan yang keluar dari wajahnya.


"Yaudah kalau gitu saya tinggal belanja dulu ya pak." Zalfa berpamitan kepada Adrian dan berjalan meninggalkan nya, belum jauh Zalfa melangkah ia mendengar suara panggilan dari Adrian.


"Buk Zalfa,” teriak Adrian mengikuti Zalfa dari belakang.


"Kenapa lagi pak Adrian??” tanya Zalfa menatap heran Adrian yang mengikuti nya.


"Saya temenin boleh gak? saya bosen disini sendiri” pinta Adrian menatap sedih Zalfa.


"Hhmmm, yaudah boleh deh, saya juga bosan sendirian.” jawab Zalfa setelah berfikir panjang dan melihat wajah sedih Adrian.


Taklama berselang beberapa menit, mereka masuk ke sebuah butik di dalam mall, Zalfa memilih baju yang dia suka. Zalfa membeli banyak long dress dan outer yang kekinian dan cocok untuk hijabers, ia memadu padankan kulot dengan beberapa baju yang akan ia pilih, kali ini iya memborong banyak pakaian.


Adrian yang sedari tadi memperhatikan Zalfa ikut tersenyum, bagaimana tidak, seumur hidup ini untuk pertama kalinya bagi Adrian menemani perempuan berbelanja.


Zalfaa sudah selesai berbelanja, ia mendatangi kasir dengan ditemani Adrian, Zalfa menyerahkan barang belanjaan nya untuk segera melakukan pembayaran.


"Berapa semua mbak” tanya Zalfa kepada pegawai kasir yang sudah menghitung barang belanjaan Zalfa.

__ADS_1


"38 juta mbak.” jawab si pegawai kasir


"Biar saya yang bayar” pinta Adrian mengeluarkan dompet nya dari saku celana.


"Gak usah pak saya bisa sendiri." ujar Zalfa merasa tak enak dengan sikap Adrian, Zalfa tersenyum tipis menghadap kearah Adrian, belum Adrian menjawab Zalfa sudah lebih fulu memberikan kartunya kepada pegawai kasir.


"Ini mbak" ucap Zalfa menyerahkan black card milik nya, tanpa ia sadari bahwa Adrian di sampingnya memperhatikan nya dengan seksama ketika menyerahkan black card nya.


"Bagaimana bisa seorang staff biasa punya black card, apa dia simpanan om om kaya? ah, tidak mungkin, ia perempuan baik baik, tapi kalau aku tanya bakalan gak enak udahlahh gak usah aku pikirin juga." gerutu Adrian didalam hati setelah melihat kejadian yang membuat nya berpikir banyak.


Zalfa yang melihat Adrian memperhatikannya mulai di singgahi rasa gugup.


"****** aku, gimana kalau pak Adrian nanyain black card ku, aku mesti jawab apa, ya allah tolong hamba mu ini ya allah." batin Zalfa mulai menggerutu, ia bingung kalau Adrian akan menanyai nya perihal black card.


"Udah mbak, ini kartunya” pegawai kasir menyerahkan kembali kartu serta belanjaan Zalfa yang begitu banyak.


"Sini biar aku bawain semua belanjaan kamu ” ucap Adrian tidak menggunakan kata kata formal lagi.


"Gakusahh biar saya aja pak Adrian, gak enak kalau bapak bawain belanjaan saya." ucap Zalfa semakin tidak enak dengan perilaku Adrian yang berusaha merebut belanjaan nya.


"Saya gak suka kalau permintaan saya ditolak, saya kan klien kamu, jangan sampai saya gak nyaman dengan kamu!” ucap Adrian menatap serius Zalfa sekaligus mengancam Zalfa agar menyerahkan barang nya.


"Hmmm, baiklah pak Adrian”


"Adrian bukan pak Adrian" ucap adrian dengan penuh penekanan di setiap kata.


"Ini diluar jam kerja, tolong biasa kan tidak usah terlalu formal, saya orangnya santai kok jadi gakusah takut untuk bicara santai dengan saya!” ucap Adrian tersenyum tipis sembari memberitahu.


"Hmm, baik lah Adrian." sahut Zalfa membalas senyuman Adrian.

__ADS_1


"Oh iya, kamu laper gak? saya laper banget ni." Adrian memegang perutnya memberi pertanda bahwa ia sedang kelaparan.


"Laper sih, yaudah kalau gitu kita makan dulu gimana, dibawah sana ada cafe." ajak Zalfa menunjuk ke bawah dan menyuruh Adrian mengikuti nya ke cafe tersebut.


Tak berapa lama mereka sampai di cafe yang masih berada dalam mall tersebut. mereka memesan makanan dan minuman dengan cepat.


"Zalfa kamu sudah lama bekerja di Mentari Angkasa?” tanya Adrian membuka suara agar tidak tercipta suasana yang sunyi.


"Belum lama, baru 2 bulan. setelah saya lulus s3 dan balik ke Indonesia saya melamar di perusahaan Mentari Angkasa." jawab Zalfa.


"Aku pikir sudah lama, melihat kemampuan kamu ketika mempresentasi hasil desain mu, seperti sudah punya jam terbang tinggi.”puji Adrian diiringi senyum tipis yang membuat ketampanan keluar.


"Hehe, saya masih baru dan masih banyak belajar. oiyaa, aku boleh gak panggil kamu Adri aja, biar gak kepanjangan manggil Adrian” ucap Zalfa cengengesan menampakkan gigi putihnya yang tersusun rapi.


"Boleh banget malahan, aku seneng kalau kamu manggil aku Adri, jadi kita bisa lebih dekat." ucap Adrian berharap.


"Hah, dekat?? Zalfa sedikit kaget mendengar ucapan Adrian yang ingin dekat dengannya.


Pelayan tiba dengan membawa makanan yang telah di pesan Zalfa dan Adrian. mereka memakan makanan dengan lahap, kedua nya juga tetap berbincang di tengah tengah prosesi makan mereka.


"Iyaa dekat sebagai teman, kalau kamu mau lebih juga bisa” ucap Adrian sembari tertawa melihat wajah kaget Zalfa.


"Kamu nihh ada ada aja, boleh kalau ingin berteman." seru Zalfa tersenyum bahagia


"Berarti kita temenan nih??” tanya Zalfa menatap lurus Adrian.


"Iyaa kita temenan” jawab Adrian, ia tersenyum menatap Zalfa yang telah sudi menerima dirinya sebagai teman.


'Langkah awal mendekati Zalfa sudah berhasil. semoga saja aku bisa mendapatkan nya' gumam Adrian di dalam hati sambil terus memperhatikan Zalfa yang sednag serius melahap hidangan di atas meja cafe.

__ADS_1


__ADS_2