
"Drii kenapa kamu tau nama lengkap aku ?” tanya Zalfa selidik
”Apasih yang aku gak tau ,aku kan presdir perusahaan besar,kalau hanya mencari identitas asli kamu itu sih bukan hal yang susah buat aku , jawab Adrian sombong
"Iiihhh ,nyesel aku nanyanya ” celetuk Zalfa kesal
"Hahahah, Adrian tertawa licik melihat Zalfa yang sudah sangat kesal dibuatnya ”
Senang banget kamu yaa liat aku kesal begini ,Zalfa memukul lengan Adrian dengan sendok
"Sakitt faa , kamu ini jahat banget sihh , Adrian memasang wajah sedih dan mata berkaca-kaca”
"Udah udahh gakusahh pasang wajah sedih ,aku gakbakalan tertipu ,gerutu Zalfa kesal”
"Kamu tu jahat ,jahat, Adrian bertingkah seperti anak kecil yang di rebut permennya.”
Zalfa tersenyum melihat tingkah Adri ,, sesekali mereka tertawa jika ada yang lucu ,Zalfa senang bisa bercanda dengan Adrian seakan semua masalahnya telah hilang.
mereka sudah selesai makan dan pergi meninggalkan restoran , Adrian mengantar Zalfa pulang ,hatinya sudah tenang karna melihat zalfa sudah tertawa ,Adrian merasa berhasil menjadi pria yang baik di hadapan Zalfa
Faa aku selalu ingin menjadi pria yang dapat membuat kamu tertawa , batin Adrian
"""""""******"""""""
Apartemen Royal Residence
Zalfa merebahkan tubuhnya di ranjang ,iya masih memikirkan kejadian di cafe
Apa aku keterlaluan ya sama papa , aku udah membantah kemauan papa dan udah meninggikan suara di depan papa ,batin zalfa merenungi kesalahan nya
Ya allah kalau engkau yakin aku kuat ,maka berilah aku kekuatan,ucap zalfa meyakini dirinya sendiri
zalfa meraih handphone di nakas lalu mencari kontak mamanya dan menelfon
"Hallo assalamualaikum ma ,ucap Zalfa lembut , sebenarnya hatinya belum terlalu siap untuk berbicara tapi iya paksakan”
"Waalaikum salam sayang ”jawab Zahira lembut khas seorang ibu
__ADS_1
"Maa ,Zalfa minggu ini bakalan pulang dan ikut kemauan papa ,jadi untuk semuanya mama sama papa siapin aja yaa ,ucap Zalfa tanpa basa basi”
"Kamu beneran sayang ??tanya Zahira tak yakin dengan ucapan anaknya”
"Iyaa maa Zalfa yakin asal mama sama papa senang dan mama sama papa gak harus menanggung malu karna ulah Zalfa”
"Iya sayang ,maaf ,ujar Zahira lirih hatinya sakit ketika ucapan terakhir anaknya”
"Yaudah kalau gitu Zalfa matiin yaa ,Zalfa mau istirahat dulu besok harus berangkat cepat”
"Iya sayang , selamat tidur ,ucap Zahira mengakhiri percakapan nya dengan Zalfa”
Selesai menelfon Zalfa lebih memilih untuk tidur, tubuhnya sudah sangat kelelahan semenjak kejadian tadi di cafe
Kringgggg.......kringgggg.....
Zalfa melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 07.00 ,mata nya masih berat untuk terbuka
Hmmmm males banget bangun ni,malah harus ke kantor lagi,gerutu Zalfa malas
Mentari Angkasa
Zalfa sudah duduk di meja kerjanya ,namun iya masih bergelut dengan berkas yang harus di serahkan kepada arion
Drrrttt...drttt.....
"Zalfa keruangan saya sekarang ,dan bawa berkas yang harus saya tanda tangani,pinta Arion di balik telfon”
"Baik pak ,jawabnya cepat”
sesampainya di ruangan Arion ,Zalfa langsung menyerahkan berkas yang sudah di siapkannya .Arion memeriksa berkas yang diserahkan Zalfa ,dan tidak ada satupun kesalahan.Arion menandatangani berkas tersebut.
"Hmmm kerja bagus ,puji Arion tenang"
"Terima kasih pak , kalau begitu saya permisi ,pamit Zalfa”
"Tunggu sebentar ,pinta Arion”
__ADS_1
"Kenapa pak ? tanya Zalfa heran karna Arion tidak mengizinkan pergi"
"Temani saya sarapan , soalnya saya belum sarapan ,dan saya malas sarapan sendiri ,ucap Arion cepat , sebenarnya Arion memang sengaja ingin mengajak zalfa sarapan namun gengsi yang terlalu tinggi membuat mulutnya kelu
kalau ditolak berabe ni jadinya ,soalnya ini orang kayak bunglon berubah ubah,batin Zalfa menggerutu
"Sini duduk ,ajak Arion sambil menunjukkan arah sofa"
"iya pak baik ,Zalfa duduk berhadapan dengan Arion"
"Ini masakan orangtua bapak ,tanya Zalfa sembari makan"
"Bukan, jawabnya singkat"
"Terus pak, tanyanya lagi"
"Ini masakan saya buat ,tadi pagi saya pengen masak sendiri jadi ya saya masak ,karna kebanyakan saya bawa kekantor , rencananya mau ajak ardi makan bareng cuma Ardi udah kenyang katanya ,jelas Arion,padahal makanan ini sengaja dia masak khusus untuk Zalfa tapi Arion tidak ingin mengakuinya
"Wahhh ,bapak hebat banget ,bukan cuma ganteng ,tajir,dan pinter masak ,suami idaman banget ,puji Zalfa polos ,Arion yang mendengar Zalfa memujinya jadi bangga ternyata Zalfa mengagumi nya"
"Jadi saya suami idaman ni ,yaudah kamu nikah sama saya aja ,biar saya masakin tiap hari,goda Arion ,Zalfa kaget mendengar ucapan Arion”
"Hehe bisa dipertimbangkan sih pak ,tapi tergantung kondisi juga,balas Zalfa dengan senyum paksa ”
"Oiya makanan nya enak atau gak ni ,daritadi kamu tanya tanya saya terus ,tanya Arion penasaran dengan jawaban Zalfa"
"Enak pak ,enak banget malah ,mulut Zalfa masih dipenuhi makanan ketika menjawab pertanyaan Arion"
Arion tersenyum melihat kelakuan Zalfa ,Zalfa cengengesan melihat tingkahnya yang memalukan .
"Kamu tu kayak kucing ya kalau makan ,canda Arion sambil tersenyum senang”
"Heheh berarti saya lucu dong pak ,kan kucing lucu ,saut Zalfa cepat tak mau kalah”
"Iyaa lucuu ,saking lucunya saya suka perhatiin kamu diam diam "ucapnya tanpa sadar,Zalfa terdiam bisu mendengar ucapan Arion yang terlalu blak blakan.
Seketika suasana menjadi canggung , Arion yang menyadari perkataannya tak berhenti mengumpat diri sendiri ,selesai makan ,Zalfa pamit untuk kembali bekerja ,Arion pun mengizinkan nya untuk lanjut bekerja.
__ADS_1