
"Ria tolong cari tahu tentang karyawan dari presdir Arion yang presentasi tadi.” pinta Adrian berjalan menuju parkiran mobil.
"Baik presdir." jawab Ria cepat
"Bagaimana bisa Arion memiliki karyawan sehebat wanita itu, dia sangat cantik bagai bidadari yang turun dari surga dan juga sangat mengagumkan " gumam Adrian tersenyum
*******************
Arion,Zalfa beserta Ardi memilih kembali ke perusahaan Mentari Angkasa, mereka memasuki gedung tinggi itu dengan perasaan bahagia, bagaimana tidak, Perusahaan yang tidak mudah di taklukkan oleh siapapun, ditangan Zalfa bisa dengan semudah itu untuk ditaklukkan.
"Zalfaa, kamu ikut ke ruangan saya.” pinta Arion kepada Zalfa dengan terus berjalan menuju ruangannya.
"Baik pak,” sahut Zalfa mengikuti langkah kaki Arion.
Mereka masuk keruangan yang bertuliskan presiden direktur, Arion langsung duduk di kursi kebesaran nya, dan menatap Zalfa sembari tersenyum, tapi senyuman itu tidak bertahan lama dalam sedetik ia sudah mengubah ekspresi nya menjadi datar.
"Kenapa gak duduk.” tanya Arion dengan wajah datar.
"Kan bapak gak nyuruh saya duduk.” jawab Zalfa cepat mengeryitkan dahinya.
"Yaudah sekarang kamu duduk,” pinta Arion ketus sambil memainkan laptopnya.
"Hmm baik.” jawab Zalfa dengan nada cuek.
"Hasil desain kamu sangat bagus, presentasi kamu pun sangat memuaskan,dan juga kinerja kamu dalam dua bulan ini sangat baik, jadi untuk bulan ini saya akan kasih kamu bonus” ucap Arion manatap serius Zalfa.
__ADS_1
"Alhamdulillah, terimakasih banyak pak ,saya janji kalau saya akan lebih giat lagi supaya bisa dapat bonus tiap bulan.” sahut Zalfa serius diiringi senyum bahagia.
Arion memperhatikan senyum bahagia yang terpancar di wajah Zalfa, entah mengapa hatinya seperti melunak ketika melihat senyuman yang terukir di wajah wanita yang ia kagumi itu, tanpa ia sadari sebuah senyum sudah mengambang di bibirnya.
"Apa benar mataku gak salah lihat , seorang presdir Arion tersenyum kepadaku.” batin Zalfa menggerutu karna tidak yakin dengan penglihatannya, karna menurut Zalfa presdirnya itu adalah orang yang mahal akan senyum.
Arion yang sadar akan tatapan heran Zalfa dengan secepat kilat mengubah ekspresi nya menjadi dingin kembali.
"Yaudah keluar.” usir Arion dan itu aukses membuat Zalfa jengkel.
"Baik.” jawab Zalfa kesal karna diusir begitu saja. Zalfa keluar dari ruangan Arion dengan perasaan kesal yang memburu.
"Kenapa sih itu makhluk cepet banget berubah ekpresinya, dia pikir dia aktor apa.” gerutu Zalfa mengepalkan kedua tangan berjalan menuju ruanganya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 , Zalfa merapikan berkas berkas yang ada di meja untuk segera pulang melepas penatnya, Zalfa sudah berada didepan kantor , ia menuju ke arah taxi online yang dipesannya, didalam taxi Zalfa menerima sebuah panggilan dari orang yang paling dicintainya.
"Wa'alaikum salam maa, ada apa maa?” tanya Zalfa
"Sayang kapan kamu pulang kerumah, mama bosan sendirian dirumah.” tanya Zahira manja sekaligus membujuk anak bungsunya agar mau pulang, padahal baru kemarin Zalfa balik ke apartemennya, tapi hari ini dia sudah mendapat telfon untuk pulang kerumah mewah milik orang tuanya.
"Nanti malam Zalfa pulang ya maa, ini mau ke apartemen dulu siap siap biar bisa balik kerumah.” jawab Zalfa, Zahira merasa senang mendengar jawaban putrinya itu.
"Iyaa sayang, yaudah kalau gitu mama mau masak makanan kesukaan kamu dulu yaa, kamu hati-hati dijalan, loveyou sayangku.” ucap Zahira
”Iyaa maa, loveyou to mamaku sayang” Zalfa membalas ucapan cinta mamanya dan mematikan sambungan telefon.
__ADS_1
Zalfa sudah sampai di apartemen miliknya, setelah membuka pintu apartemen dengan cepat ia melangkahkan kakinya menuju kamar, disana ia merebahkan tubuhnya yang sudah sangat kelelahan.
Taklama kemudian azan berkumandang, dengan cepat ia bangun dari ranjang menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk shalat magrib, selesai shalat Zalfa membereskan pakaiannya dan bersiap kembali ke rumah orang tuanya, sebenarnya ia lebih betah tinggal di apartemen namun ia tidak ingin mematahkan hati ibunya yang telah menyuruhnya untuk pulang.
Zalfa keluar dari apartemen dan menuju garasi untuk mengambil mobil, Zalfa pulang dengan mengendarai mobil kesayangannya pazero sport, ia mengemudi dengan santai, ia sampai kerumah mewah milik Pradipta dalam waktu 20 menit .
”Tok..tok...” ketuk Zalfa di balik pintu , ketukan itu terdengar jelas oleh pembantu keluarga Pradipta.
"Assalamualaikum.” ucap Zalfa seraya memberi salam.
”Waalaikumsalam.” jawab Jumi, asisten rumah tangga keluarga Pradipta, umurnya sudah 48 tahun dan ia sudah berkerja lama di rumah mewah itu, tepatnya setelah kelahiran Zalfa.
"Eh non Zalfa, masuk non.”
"Iyaa bik, mama sama papa mana?” tanya Zalfa menatap setiap sisi rumah tapi tidak ia dapati kedua orang tuanya.
"Tuan dan nyonya ada di kamar non.” jawab Jumi cepat.
"Tadi tuan dan nyonya menunggu non zalfa, tibatiba tuan menerima telefon dan mereka masuk ke kamar non.” sambung bik jumi mengambil koper dari tangan Zalfa.
"Yaudah kalau gitu saya mau kekamar papa sma mama dulu yaa bik, oh iya barang saya letakin di sofa kamar aja bik, biar saya beresin sendiri nanti.” pinta Zalfa kepada bik jumi.
"Baik non”
Zalfa berjalan menuju kamar orang tuanya, ketika sampai di depan pintu ia tidak sengaja mendengar perdebatan kedua orang tuanya.
__ADS_1