
Tak jauh dari tempat duduk mereka, ada sepasang mata yang melihat keduanya sedang asyik bersenda gurau. Sepasang mata itu sedang menahan amarah yang tak terkendali kan.
"Heuhh,, sudah sedekat itukah sampai iya begitu bahagia." lirih Arion menatap tak suka Adrian dan Zalfa dari kejauhan.
Arion masih dalam suasana hati yang buruk. Bagaimana tidak, selesai bertemu dengan temannya di mall yang sama, Arion melihat Adrian dan Zalfa keluar dari butik dengan tangan Adrian menenteng belanjaan milik Zalfa, begitu perhatian nya Adrian terhadap Zalfa sampai barang belanjaan Zalfa ia yang membawakan nya.
Zalfa dan Adrian sudah selesai dengan prosesi makan mereka , kini mereka beranjak pergi meninggalkan mall elit tersebut. Adrian meminta izin kepada Zalfa agar bersedia diantarkan pulang oleh-nya. Zalfa tidak menolak ajakan Adrian karna dia juga sudah mengikat janji dengan adrian sebagai teman, jadi menurut nya tak ada salahnya seorang teman untuk mengantarkan nya pulang.
Mereka keluar dari mall dan berjalan menuju parkiran, mereka mendekati salah satu mobil yang terparkir rapi di garasi mall itu, Zalfa dan Adrian masuk ke dalam mobil dan mengambil posisi duduk masing-masing, Adrian duduk di kursi pengemudi sedangkan Zalfa duduk di kursi sebelahnya.
"Aku harus mengantar mu kemana? aku belum tau alamat rumah kamu.” tanya Adrian menatap Zalfa yang hendak seat belt. Zalfa menghentikan gerakan tangan nya dan balik menatap Adrian.
"Hhmmm, gimana ini. Apa aku pulang kerumah mama aja, tapi kalau aku pulang kerumah mama pasti papa bakalan bahas soal perjodohan, aku benar-benar belum siap akan semua itu. lebih baik aku ke apartemen ku aja, nanti aku telpon mama kasih tau aku gak balik kerumah." batin Zalfa menggerutu memikirkan cara agar terhindar dari pertanyaan orang tua dan terhindar dari pertanyaan Adrian yang belum mengetahui identitas nya.
"Zalfaa, Zalfaaa." panggil Adrian dengan suara yang lembut tetapi dengan sedikit intonasi yang di naikkan.
"Hah, iyaa" sontak Zalfa kaget dari lamunan nya.
"Aku antar kamu kemana??” tanya Adrian yang sedari tadi menunggu jawaban dari wanita di samping nya.
"Ke apartemen Royal Residence.” jawab Zalfa cepat.
"Ok, jangan lupa seat belt nya.” pinta Adrian tersenyum.
__ADS_1
"Baik." jawab nya singkat.
________________________
Adrian dan Zalfa sampai di Apartemen Royal Residence dalam waktu 25 menit. Zalfa melepas seat belt nya dan turun dari mobil mewah milik Adrian.
"Aku balik dulu yaa” pamit Adrian membuka kaca mobil dan menatap Zalfa yang berdiri dekat dengan mobil nya.
"Hati-hati di jalan.” ucap Zalfa sebelum mobil Adrian benar-benar menghilang dari hadapannya.
Zalfa melangkahkan kakinya menuju apartemen miliknya, ia membuka pintu apartemen dan masuk ke apartemen tersebut dengan wajah bahagia. suasana hatinya sudah membaik setelah melakukan aktivitas shopping, Zalfa berjalan masuk ke kamar dan membereskan barang belanjaan yang telah di beli.
"Duhhh lupa, aku mesti telepon mama ni biar gak nyariin." gerutu Zalfa sambil memukul kepala nya.
"Waalaikumsalam sayang, kamu dimana nak?" tanya Zahira cepat sebelum Zalfa memberitahu alasan ia menelpon.
"Maa, Afa minta maaf, Afa tadi langsung balik ke apartemen. soalnya ada keperluan mendesak dan besok Afa harus berangkat kerja lebih cepat dari biasanya. Maaf karena Afa gak balik lagi ke rumah" jelas Zalfa dengan suara sedih yang di buat-buat.
"Yaudah, gakpapa sayang. Nanti mama kasih tau papa kalau kamu gak balik kerumah."
"Kalau gitu Afa matiin ya ma, Afa mau istirahat sebentar, capek banget ni."
"Iyaa sayang. assalamualaikum warahmatullah."
__ADS_1
"Waalaikumsalam warahmatullah." Zalfa memutuskan panggilan telepon pembicaraan dengan mama nya selesai.
Ia merebahkan tubuhnya di ranjang empuk milik nya. Zalfa benar-benar merasa lelah setelah berbelanja dan makan dengan kenyang di mall yang di kunjungi nya tadi. Tak berapa lama ia terlelap dalam tidur yang lumayan panjang.
Waktu menunjukkan pukul 18.00. Zalfa bergegas bangun saat mendengar suara azan magrib berkualitas. ia segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah bau akibat keringat yang menempel di tubuh nya. setelah membersihkan tubuhnya di kamar mandi tak lupa ia mengambil air wudhu dan keluar untuk melaksanakan shalat magrib sebagainya kebiasaan seorang muslim.
Zalfa menuruni anak tangga dengan hati-hati. Ia memasuki dapur dan membuka kulkas lalau didapati nya bahan makanan yang masih utuh. Zalfa mengambil ayam dan brokoli untuk dijadikan menu makanan yang akan di santap nya, ia menyingsing kan lengan lengan baju nya dan mulai memasak bahan bahan yang sudah di bersihkan dan dipotong kecil kecil.
Zalfa menumis brokoli dan menggoreng ayam. Tak banyak yang dapat iya masak, cukup untuk satu orang, karena memang tidak ada orang lain selain Zalfa, selesai memasak ia meletakkan makanan tersebut di atas meja dan mengambil piring serta mengisi gelas dengan air putih di dalam nya. Kini ia sedang duduk menikmati hasil karya nya yang sudah susah payah ia lakukan. Setelah selesai mengisi perut kosong nya Zalfa membereskan piring dan barang-barang yang digunakan nya untuk memasak tadi. Zalfa berjalan menuju wastafel dan mulai mencuci piring dengan hati-hati agar tidak ada yang pecah dan mengenai tangannya. semua pekerjaan beres membereskan dapur sudah selesai. Kini ia beralih menuju ruang tv, ia mengambil remote di atas meja dan memilih channel SBS, dimana di channel tersebut tersedia banyak drama korea kesukaan nya.
"Drtttt...drtttttt......drrrttt...." bunyi getaran telepon membangunkan Zalfa dari kebaperan karena drakor.
"Siapa sih yang telpon, ganggu aja deh." gerutu Zalfa kesal sambil meraba handphone di atas meja.
"Assalaa....mualaikum." belum selesai Zalfa mengucapkan salam suara teriakan di balik telfon sudah nyaring terdengar dan sukses membuat telinga nya tuli.
"Kamu kemana saja sih, sampai tidak mengangkat telepon dari saya?" tanya seorang lelaki berteriak dibalik telfon, lelaki yang tak lain adalah Arion
"Maaf saya gak liat handphone" jawab Zalfa seadanya. Ia sangat mengenal suara ini, suara lelaki yang begitu tidak ia senangi.
"Saya gak mau tau. Kalau saya telpon kamu harus angkat dengan segera tanpa alasan apapun. Besok datang ke kantor lebih cepat, ada beberapa proyek yang mau saya bahas, kalau kamu sampai telat kamu lihat saja konsekuensinya!" Ancam Arion dari balik telfon dengan intonasi meninggi.
Belum lagi Zalfa menjawab ancaman Arion, sambungan telepon sudah terputus lebih dulu.
__ADS_1
"Kebiasaan banget sih ni orang, main perintah perintah seenaknya. Dan yang gak sopan nya lagi dia matiin panggilan telepon tanpa menunggu jawaban ku." gerutu Zalfa kesal sambil menekan-nekan layar telepon nya. sesaat ia tersadar dan mengelus-elus dadanya berusaha untuk sabar dalam menghadapi Presdir nya itu.