
Di perjalanan menuju rumah Pradipta, Zalfa hanya duduk diam di kursi samping pengemudi, ia tidak berbicara sepatah katapun, matanya menatap seisi jalan yang di lewatinya. Arion memperhatikan pandangan mata Zalfa yang mengarah keluar jendela, ia tak suka dengan sikap Zalfa yang hanya diam tak seperti biasanya. Arion memberanikan diri membuka suara.
"Apa yang kamu pikirkan?” tanya Arion masih tetap fokus mengemudi. Zalfa menoleh ke arah Arion dan tersenyum tipis.
"Aku tidak berpikir apa apa.” jawab Zalfa berbohong, padahal pikirannya dipenuhi dengan Aga. ketika ia beranjak pergi meninggalkan taman tadi pikirannya terus menerka nerka apa yang akan terjadi dengan mantan tunangan nya itu .
"Jangan berbohong, aku merasakan kau berbeda setelah bertemu dengan nya.” sanggah Arion tak mau kalah menatap tajam Zalfa. Arion sama sekali belum sepenuhnya tenang jika mengingat Aga telah kembali.
"Arion aku mohon padamu jangan membuat argumen seenaknya.” ucap Zalfa dengan intonasi di naikkan, Zalfa langsung menolehkan pandangannya dan menatap keluar jendela kaca mobil.
Aku tahu kau masih menyimpannya di hati mu, walau kau tak mengakui itu. tak bisakah kau memberi ruang untukku?
Sepanjang perjalanan Arion dan Zalfa hanya membisu setelah terjadi sedikitperdebatan, saat ini mereka sedang dipengaruhi oleh pikiran mereka masing masing. Arion memasuki rumah mewah Pradipta dan memarkirkan mobilnya di halaman luas rumah mewah itu.
"Terimakasih telah mengantarkan aku pulang, apa kau ingin masuk?” tanya Zalfa mencoba tersenyum, Arion tak menoleh sedikitpun dan menjawab pertanyaan Zalfa dengan nada dingin.
"Tidak, aku sibuk.” jawab Arion singkat, Zalfa tersenyum kecut mendengar jawaban Arion, ia segera keluar dari mobil setelah melepas seat belt. Zalfa menatap mobil Arion melaju dengan cepat meninggalkan halaman rumahnya.
"Maaf, mungkin sikap ku menyakiti kamu." lirih Zalfa pelan. jatuh setetes air dari pelupuk matanya. Zalfa segera menghapus tetesan air itu di pelupuk matanya dan berjalan memasuki rumah mewah milik papa nya Pradipta.
Zalfa berjalan lurus kedepan tanpa menoleh kiri kanan, ia tak sadar telah melewati kedua orang tuanya yang sedang berada di ruang keluarga, ia berjalan ke arah tangga dan menaiki anak tangga hendak menuju kamar miliknya.
"Ya allah, ujian apa lagi yang kau berikan untukku.” lirih Zalfa menangis dengan posisi tengkurap, wajahnya ia tenggelam kan ke bantal.
Zalfa tertidur setelah menangis dengan durasi yang sedikit lama, sedangkan di bawah kedua orangtuanya sudah terheran-heran dengan tingkah putri bungsunya itu .
__ADS_1
"Pa, apa yang terjadi dengan putri kita?” tanya Zahira menatap serius suaminya. Pradipta juga merasa bingung dengan tingkah putrinya yang masuk kedalam rumah tanpa menyapa atau mendatangi mereka di ruang keluarga.
"Papa juga gak tau ma, apa dia ada maslaah dengan Arion?” tanya Pradipta balik menatap penuh tanya Zahira.
"Papa gimana sih, mama kan nanya sama papa, kenapa jadi balik nanya sama mama.” ucap Zahira kesal, ia bangun dari tempat duduk nya dan beranjak pergi ke kamar putrinya.
"Zalfa.” panggil Zahira seraya mengetuk pintu kamar. Zahira mengulang panggilan nya beberapa kali tapi tak ada sahutan dari Zalfa.
"Zalfa, kamu tidak kenapa napa kan sayang?” tanya Zahira lagi masih berdiri di depan pintu, ia menekan handle pintu dan mencoba membuka pintu kamar Zalfa tapi kenyataannya nihil, pintu kamar sudah terkunci dari dalam.
"Zalfa jawab mama nak, kamu kenapa sayang, buka pintunya nak!” titah Zahira panik dengan suara meninggi, ia masih terus menekan handle berulang kali dan mengetuk pintu berkali kali.
Pradipta bergegas menyusul Zahira ketika mendengar suara nyaring Zahira dari arah kamar Zalfa. ia mendekati Zahira yang sudah di selimuti rasa panik.
"Pa,,,,” suara Zahira seakan tak mau keluar, ia memdekat dan memeluk erat suaminya. Zahira menuntun Pradipta untuk mendobrak kamar putrinya.
"Braaakkkkkk.” Pradipta mendobrak pintu kamar Zalfa dengan keras sebanyak 3 kali sampai pintu kamar terbuka. Zahira dan Pradipta mendekati Zalfa Dengan posisi tengkurap di ranjangnya. mereka panik dan takut hal buruk sedang menimpa putri bungsu kesayangan mereka.
"Zalfaa,,” Panggil Zahira dengan menggoyang goyangkan lengan putri nya. Zalfa membuka matanya perlahan dan berbalik badan, ia melihat wajah kedua orangnya nya yang super panik.
Zahira segera memeluk putrinya erat dan melayangkan ciuman bertubi tubi di wajah putri bungsunya itu
"Alhamdulillah kamu baik baik saja sayang” ucap Zahira bersyukur masih memeluk putrinya.
"Pa ada apa ini?” tanya Zalfa menatap heran papanya seolah butuh penjelasan dengan sikap mama nya yang sedikit berlebihan.
__ADS_1
"Biasa sayang, mama kamu lebay.” ucap Pradipta enteng sembari menahan tawa. Zahira melepaskan pelukan nya setelah mendengar jawaban yang keluar dari mulut Pradipta, ia menatap tajam suaminya dan berdiri dari tepi ranjang berjalan mendekati Pradipta.
"Apa papa bilang? lebay ?” tanya Zahira menatap kesal suami nya.
"Malam ini tidur di luar. awas kalau berani masuk.” ancam Zahira menatap Pradipta dengan tatapan membunuh. nyali Pradipta menciut setelah mendengar ancaman Zahira.
"Tidak sayang, seperti nya kau salah dengar, aku tak pernah mengatakan hal itu.” sanggah Pradipta dengan raut wajah sedih yang di buat buat. Zahira menatap sinis Pradipta dan menyuruh Pradipta untuk keluar.
"Pergi aku ingin bicara dengan putriku.” usir Zahira sembari menunjuk kan pintu kamar yang terbuka. Zalfa terkekeh geli melihat papa nya yang kalah perang dengan wanita hebat di hadapan nya.
"Mama jahat banget sih sama papa, kan kasian." ucap Zalfa menahan tawa, kalau bukan kondisi Zahira yang sedang PMS mungkin Zalfa sudah menggoda nya dari tadi.
"Biarin aja, lagian papa kamu berani banget ngatain mama lebay.” ujar Zahira memanyunkan bibirnya. Zalfa memeluk tubuh Zahira dan menyandarkan kepalanya di bahu Zahira.
"Zalfa sayang banget sama mama.”
"Mama juga sayang Afa.”
" Fa apa kamu punya masalah? raut wajah kamu terlihat seperti menyimpan sebuah beban.” tanya Zahira menatap intens wajah Zalfa.
"Zalfa gak papa kok ma, hanya lelah saja, mama gak usah khawatir sama Zalfa.” jawab Zalfa mengelus punggung tangan Zahira.
"Sayang apa pun masalah mu tolong ceritakan pada mama, mama siap mendengarkan dan membantu kamu sayang, jangan menutup dan menanggung semua beban itu sendirian.” pinta Zahira mengusap lembut pipi Zalfa, Zalfa tersenyum ketika merasakan tangan lembut Zahira di pipi nya.
'Mama dan papa adalah kekuatan terbesar Zalfa.' gumam Zalfa di dalam hati menahan sedih.
__ADS_1