Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu

Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu
episode 51


__ADS_3

"Aga," gumam Zalfa pelan menatap Aga, ia kini semakin menjauh setelah lelaki di sampingnya itu menariknya dengan paksa


"Arion, lepasin aku!" titah Zalfa berusaha menepis tangan Arion yang kekar, namun Arion sama sekali tak memperdulikan Zalfa, ia terus membawanya menjauh dari lelaki yang pernah di cintai calon istrinya


"Bahkan untuk mengejar kamu saja aku tak bisa," lirih Aga tetap tegar, ia tak mau di kuasai oleh hatinya yang begitu lemah, tapi, sungguh ia tak mampu harus menyaksikan wanita yang masih di cintainya menjadi milik lelaki lain, ia benar-benar tak rela harus kehilangan wanitanya kembali seperti dulu,


sudah cukup kesalahan yang di buat keluarganya membuat ia harus terpisah


"Apa begitu sulit melupakan cinta pertamamu?" tanya Arion menahan kesal, tangannya sudah mengepal erat saat melihat mata Zalfa yang berkaca-kaca karena menyaksikan wajah keputusasaan dari Aga.


"Aku tidak tau mengapa aku menjadi sakit melihatnya terluka" batin Zalfa bergumam, mungkin bisa saja ia menyembunyikan semua yang ia rasakan dari semua orang. Tetapi, melupakan orang yang pernah singgah selama bertahun-tahun, pernah membawa kebahagiaan, walaupun pada ujungnya membawa kesengsaraan. Namun, melupakan semua itu tak semudah membalikkan telapak tangan.


Dan tiba-tiba saja keraguan datang lagi pada diri wanita berjilbab tersebut, padahal ia sudah sangat yakin bahwa ia tak mencintai Aga lagi, tapi mengapa ia tak mampu melihat raut wajah terluka Aga? itu semua hanya hati Zalfa yang tau


"Kenapa kau diam, apa kau masih mencintainya?" tanya Arion meninggikan suaranya, kekesalannya sudah di ujung tanduk. Zalfa masih terbuai dengan pemikirannya sendiri, mendengar pertanyaan Arion saja ia tak fokus


"Jawab aku, apa kau masih mencintai lelaki yang pernah membuatmu menjadi gila?" teriak Arion tak mampu lagi menahan diri. Zalfa terkejut dengan apa yang keluar dari mulut Arion, Arion menyebutnya kata 'Gila' dengan intonasi yang tinggi.


"Plaaaakk" sebuah tamparan yang sangat keras melaju cepat dan mendarat sempurna di pipi lelaki dengan sifat bossy tersebut.


"Aku memang perempuan gila, lantas mengapa kau harus mencintai perempuan gila ini ?? mengapa??" tanya Zalfa terisak dalam tangisannya, betapa hancurnya hati Zalfa saat lelaki yang di yakini mencintai dirinya malah mengatakan hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya


Arion terdiam saat Zalfa menanyainya, sungguh, Arion sudah di luar kendalinya sendiri. Saat kemarahan menguasai dirinya ia tak mampu untuk mengontrol diri, dan semua yang terucap itu adalah efek dari kemarahan nya akibat rasa cemburu yang menggerogoti dirinya.

__ADS_1


"Maaf, aku tak bermaksud menyakitimu" lirih Arion menatap nanar wanita di hadapan yang masih dalam tangisannya


Zalfa pergi meninggalkan Arion tanpa memberikan maaf kepada Arion, ia berlari dan menghentikan sebuah taksi, bahkan tak menoleh sedikitpun, Arion mengejarnya namun ia kalah cepat dengan mobil taksi tersebut


Di balik semua kejadian yang baru saja terjadi, ada sesosok lelaki yang tersenyum puas menyaksikan adegan dramatis yang ada di depan matanya


"Aku tau, masih ada aku di hatimu," ucap Aga tersenyum, hatinya sangat bahagia saat melihat pertengkaran yang terjadi barusan, ia menjadi sangat yakin bahwa Zalfa masih belum melupakannya sepenuhnya.


"Aku akan merebut apa yang menjadi milikku, tak akan aku biarkan orang lain menyentuh ataupun memilikinya," ucap Aga kembali dengan sejuta keyakinan yang ada


Arion berlari ke arah parkir, ia memasuki mobilnya dan mengemudikan mobil dengan cepat berusaha untuk mengejar Zalfa, namun, ia sudah lebih dulu kehilangan taksi yang di tumpangi oleh Zalfa


Arion mengambil ponselnya di saku celananya, menekan nomor telepon yang tertera sebuah nama yang memiliki arti penting untuknya.


"Kenapa aku harus menyakitinya? andai saja aku bisa menahan amarahku" teriaknya memukul stir mobil dengan keras, dan di tengah depresinya, ia hampir saja menabrak sebuah truk yang berada di depannya, dan arahnya berlawanan.


Arion menghentikan mobilnya, mencoba menetralkan segala kemarahan dan emosi yang masih setia menemaninya


Arion menyesali setiap perkataan yang keluar dari mulutnya itu, kata-kata yang memang tak pantas ia ucapkan sama sekali, bahkan ucapannya sangat melukai hati wanita yang akan di persuntingnya beberapa minggu ke depan


Zalfa sampai di tempat yang sangat ingin di kunjunginya akhir-akhir ini. ia terus berjalan sampai kakinya mulai terasa basah saat mengenai desiran ombak yang mencoba menyentuhnya. Ia berjongkok lalu mengambil pasir yang basah akibat air laut tersebut. lalu di lemparnya pasir itu ke laut, dan sedetik kemudian ia berteriak


"Aaaaaaaaaaaaaaaaa" teriaknya sangat keras, hampir saja kerongkongannya kering karena teriakannya itu, dan sedetik kemudian ia meneteskan air mata, ia mengingat kembali setiap perkataan Arion yang mengatai dirinya 'gila'

__ADS_1


"Mengapa aku harus mendengar kata-kata itu dari mulut kamu," ucap Zalfa dalam kelirihannya, ia menutup matanya seakan merasakan setiap hembusan angin yang menyerang tubuhnya dengan sangat kuat, hampir saja ia terjatuh, tapi karena seseorang menopangnya ia tak jadi jatuh di atas pasir tersebut


"Apa yang kau lakukan Fa?" tanya seseorang kaget saat melihat tubuh Zalfa hampir terjatuh akibat hempasan angin laut yang begitu kencang. Zalfa merasakan suara yang sangat familiar di telinganya


Ia mendongak wajahnya ke atas, melihat dengan jelas sang sumber suara, dan ternyata benar saja, suara yang ia dengar barusan adalah suara lelaki yang amat di kenalinya


"Adrian," panggil Zalfa kaget melihat sosok tersebut, ia segera berdiri dengan kokoh saat melihat sosok lelaki gagah di hadapannya


"Iya, ini aku," ucap Adrian seadanya, ia heran apakah kali ini otak Zalfa bermasalah


"kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Zalfa penasaran dengan kehadiran Adrian. Adrian melirik kiri dan kanan, seolah mencari sosok lain yang di bicarakan oleh Zalfa, padahal ia tau betul bahwa Zalfa sedang menanyainya


"Adri. Aku nanyain kamu, kenapa malah celingak-celinguk kiri kanan," gerutu Zalfa kesal, ia mencubit lengan Adrian dengan keras, namun Adrian sama sekali tak mengindahkannya


"Oh, jadi kamu nanyain aku?" tanya Adrian berpura-pura untuk membuat suasana mencair


"Udah ah, bikin bete aja, aku mau pergi kamu di sini aja nungguin penunggu laut!" titah Zalfa masih di selimuti kesal, ia melangkah dengan cepat agar tak terkejar oleh Adrian. Adrian terkekeh-kekeh melihat kelakuan wanita berjilbab satu ini, sedikit bar-bar menurut Adri, mungkin inilah yang membuatnya jatuh hati, namun, Adri masih tak mampu untuk mendapatkan wanita yang di kaguminya itu, jadi biarlah mereka tetap dalam ikatan sahabat, karena Adri pun tak mau kalau suatu saat Zalfa menjauh darinya karena pernyataannya akan rasa yang ia miliki


"Fa, tungguin dong, kalau aku beneran di culik sama hantu laut gimana?" tanya Adrian masih dalam tawa, ia bahagia sekali melihat wanita yang tadinya terlihat murung dan sedih ini kembali seperti semula, yaitu kesal dalam setiap ucapannya. Adrian terus mengejar Zalfa walau dengan tawa geli, Zalfa mendengar dengan jelas suara tawa Adrian, jadi ia semakin mempercepat langkahnya.


"Fa, are you ok?" tanya Adrian berteriak, suaranya mengimbangi desiran ombak yang keras menghantam bebatuan


Zalfa menghentikan langkahnya dan berdiam di tempat, seolah memaksa otaknya untuk mengingat kembali setiap kejadian yang baru saja terjadi

__ADS_1


__ADS_2