
"Pagi pa, pagi ma." sapa Zalfa menuruni tangga berjalan menuju meja makan dimana kedua orang tuanya sedang duduk untuk sarapan.
"Pagi kembali sayang.” sahut Zahira dan Pradipta bersamaan.
"Papa gak ngantor?” tanya Zalfa menatap lurus Pradipta yang masih menggunakan baju santainya, Pradipta menatap balik Zalfa sambil mengambil susu di hadapannya dan meminumnya.
"Papa kan bos jadi mau libur kapan aja gak masalah, kalau kamu karyawan biasa jadi harus rajin ngantor.” jawab Pradipta sekenanya dengan nada angkuh sembari menaik turunkan alisnya.
"Helehh,,, kalau Zalfa mau jadi bos, besok juga Zalfa langsung bisa jadi bos pa, kan calon suami Zalfa bos Perusahaan besar.” balas Zalfa tak kalah angkuh menatap tak suka dengan tingkah Pradipta, Pradipta dibuat tertawa dengan omongan anaknya yang tak secara langsung mengakui bahwa Arion calon suaminya.
"Oh calon suami, jadi kapan kalian mau nikah?” tanya Pradipta terkekeh menatap Zalfa yang sudah salah tingkah dengan katakatanya barusan. "Uhhh kok bisa sih aku salah ngomong gini.” gumam Zalfa di dalam hati merutuki kebodohan nya.
__ADS_1
"Oiya ma, pa, pulang kantor Afa langsung balik ke apartemen ya, Afa rindu apartemen Afa.” ujar Zalfa dengan raut wajah sedih, manatap sendu Pradipta dan Zahira secara bergantian, Pradipta tau itu hanya akal akalan untuk mengalihkan pembicaraan.
"Assalamualaikum Ma, Pa.” panggil seseorang dari ruang keluarga berjalan mendekati meja makan dimana Zalfa dan kedua orang tauanya sarapan. Zalfa menatap terkejut sang sumber suara, nasi goreng yang ada di mulutnya ia telan dengan kasar hingga ia tersedak, dengan segera ia raih gelas yang berisi air putih untuk dia teguk.
"Hahaha, menantuku memang sangat tampan sampai anak sulungku saja begitu terpesona meliat calon suaminya.” goda Pradipta terkekeh menatap tingkah putrinya, Zalfa menatap tajam Pradipta dan membesarkan bola matanya seolah menyuruh Pradipta untuk tutup mulut.
"Mari sarapan bersama menantuku” ajak Pradipta mempersilahkan Arion untuk duduk sarapan bersama. di sahut Arion dengan anggukan, Arion mengambil tempat duduk yang berhadapan langsung dengan Zalfa. Zahira mengisi piring Arion dengan nasi goreng andalannya itu serta menuangkan susu ke gelas untuk diminum Arion, Zalfa hanya menatap malas perlakuan sang ibu terhadap bos sekaligus calon suaminya.
"Mobil Zalfa bannya bocor jadi papa harap kamu bersedia memberinya tumpangan.” keluh Pradipta menatap Arion lesu seolah meminta kesediaan Arion untuk memberikan tumpangan untuk anaknya, sedangkan Zalfa hampir tersedak karna permintaan papanya itu. ia membesarkan bola matanya menatap papanya dan Arion bergantian.
"Pa,” seru Zalfa jengkel dengan permintaan papanya .
__ADS_1
"Zalfa gakmau bareng sama Arion, Zalfa bisa bawa mobil papa, lagian papa gak ngantor juga kan.” jelasnya lagi masih menatap jengkel Pradipta, sedangkan Pradipta terlihat begitu santai dengan kejengkelan Zalfa .
"Mobil papa gakada bensin, jadi kamu pergi bareng Arion aja, lagian siapa tadi yang ngomong Arion calon suaminya, dan dia bisa jadi bos dalam sehari kalau udah jadi istri Arion, jadi mulai sekarang kamu harus belajar memamfaatkan kekayaan suami kamu jangan kekayaan papa melulu.” ucap Pradipta dengan nada sindiran, ia mengembalikan katakata Zalfa yang mengatakan Arion calon suaminya, dan ucapan Pradipta terdengar jelas di telinga Arion, ia membesarkan bola matanya seakan tak percaya dengan kata calon suami yang keluar dari mulut wanita yang di cintainya, sedangkan Zalfa menahan malu karna ucapan papanya itu, ia menundukkan wajahnya karna tidak ingin menatap Arion yang menginginkan penjelasan darinya. Zahira hanya terkekeh geli melihat tingkah anaknya yg sudah tak berdaya karna malu yang ditahannya.
"Apakah itu benar pa.” tanya Arion cepat dengan tidak sabaran, dan pertanyaan itu dibalas anggukan oleh Pradipta.
"Aku tidak pernah menyangka bahwa dia sudah menerimaku dengan begitu cepat.” ujar Arion menatap Zalfa lurus sembari tersenyum penuh kemenangan, Zalfa semakin dibuat kesal dengan keadaan seperti ini.
"Kamu gakusah ke geer an deh, aku juga ngomong gitu karna terpaksa, soalnya papa tadi ngejek aku, ya aku jadiin aja kamu kambing hitam biar perdebatan kami selesai.” sahut Zalfa kesal menatap tak suka Arion. Arion, Pradipta, dan Zahira dibuat terkekeh dengan jawaban Zalfa yang seolah tak ingin mengakui perkataannya tadi.
"Udah Fa ngaku aja kenapa, bentar lagi juga jadi suami beneran.” sambung Pradipta menggoda putri bungsunya itu, Zalfa semakin kesal dengan tingkah Pradipta, ia dengan cepat menyudahi sarapannya dan bangun dari tempat duduknya sambil meraih tangan kedua orangtuanya untuk menyalami masing masing punggung tangan dari mereka,ia segera pergi berlalu meninggalkan meja makan tanpa ingin menjawab ejekan demi ejekan yang dilemparkan oleh pradipta kepadanya, Arion dibuat terkekeh melihat drama kecil keluarga calon mertuanya itu tanpa ikut ambil andil dalam drama tersebut, ia juga segera pamit untuk ke kantor kepada kedua calon mertuanya, Arion berjalan keluar dari rumah Pradipta menuju mobilnya, dilihatnya Zalfa yang sudah berdiri di dekat pintu mobil. Arion tertawa kecil melihat raut wajah masam Zalfa yang terluhat begitu menggemaskan untuknya. ia mempersilahkan Zalfa untuk naik ke mobilnya, dan mengambil alih posisi driver lalu mengemudikan mobilnya menuju perusahaan Mentari Angkasa.
__ADS_1