Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu

Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu
episode 9


__ADS_3

1 jam sebelum nya


"Dimana Zalfa pa.” tanya Arash panik setelah tidak menemukan Zalfa dimanapun, begitu juga di kamar Zalfa, yang ada hanya kedua orangtuanya.


"Zalfa pergi ke rumah Perwira.” jawab Pradipta seadaanya.


"Kenapa papa biarkan Zalfa pergi, kalau terjadi apa-apa dengannya bagaimana.” ucap arash panik mengusap kasar wajahnya.


"Kamu tau sendiri kalau adikmu keras kepala, papa sudah melarangnya tapi tidak di hiraukan, jadi papa biarkan saja dia pergi, sudah saatnya dia tahu bagaimana kejinya keluarga Perwira.” ucap Pradipta kesal mengepal erat tangannya.


"Aku gak peduli papa mau ngomong apa ,bagi aku keadaan Zalfa saat ini jauh lebih penting, aku akan susul dia.” ucap Arash meninggalkan Pradipta dan Zahira.


Arash pergi menyusul Zalfa dengan membawa beberapa pengawal pribadinya.


*************


"Kak.” suara Zalfa lirih terdengar berat di telinga Arash, ia menatap nanar wajah Arash sebelum jatuh pingsan di pangkuan kakaknya itu.


Arash menggotong tubuh adiknya menuju mobil, ia juga menyuruh para pangawal mengurus mayat lelaki yang berada di samping adiknya, Arash melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit elit yang tak jauh dari lokasi mereka.


"Dokter, suster.” Teriakan Arash begitu lantang, wajahnya sangat panik ketika melihat kondisi adiknya yang tak berdaya dan berlumur darahh, suster membawa Zalfa menuju UGD dan Zalfa ditangani langsung oleh dokter senior di rumah sakit elit tersebut, 15 menit kemudian dokter keluar dari UGD dan menghampiri Arash yang sudah terkulai lemas di kursi tunggu UGD, Arash menatap dokter yang berjalan ke arahnya dengan segera ia bangun untuk bertanya kondisi adiknya.


"Dok bagaimana keadaan adik saya Zalfa dok.” tanya Arash panik memegang bahu dokter dengan erat.


"Alhamdulillah nona Zalfa baik baik saja, tapi saya harus mengatakan hal buruk lainnya.” ucap sang dokter serius.


"Hal buruk apa itu dok." tanya Arash cepat ia menatap penasaran dokter di depannya itu.


"Mental nona Zalfa terganggu, seperti nya ia mengalami trauma yang tergolong berat, saat ini dia masih syok dan menangis ketakutan, dan saya sarankan supaya nona Zalfa melakukan terapi psikis. karna jika itu terus berlanjut bisa bisa nona Zalfa gila.” ucap dokter Radit.


"Baik dokter, saya akan segera membawanya menemui dokter psikologi, kalau perlu saya akan bawa adik saya ke luar negeri untuk pengobatan lebih lanjut.” ucap Arash menatap dalam dokter di depannya, dokter hanya tersenyum melihat tingkah Arash yang begitu peduli terhadap adiknya.

__ADS_1


***************


"Zalfaa.” panggil Arash mendekat kearah Zalfa yang sedang menangis sesenggukan dengan membenamkan wajahnya di antara kedua kaki yang bertumpuh di ranjang.


"Kak, aku sudah membunuh orang, bawa aku ke kantor polisi kak, aku harus dihukum kalau perlu aku dihukum mati, aku udah merenggut nyawa orang kak, aku benar benar seorang iblis.” racau Zalfa terisak sambil memegang dadanya yang sesak mengingat kejadian buruk yang sudah iya lakukan.


"Zalfaa,, kamu harus tenang.jangan bicara yang tidak tidak.” bentak Arash meremas kasar bahu Zalfa, Zalfa meringis kesakitan karna perlakuan kakaknya, dengan cepat Arash melepaskan tangannya dari bahu Zalfa.


Zalfa menatap sendu Arash sambil menunduk kan wajahnya.


"Kamu tidak bersalah dan kamu melakukan itu untuk melindungi diri kamu sendiri, jadi kakak mohon berhenti menyalahkan diri kamu sendiri.” ucap Arash lembut membelai pucuk kepala adiknya.


”Tapi kak akuu,,,,” Arash langsung membekap mulut adiknya dengan tangannya, dipeluknya tubuh Zalfa sambil terus mengusap pelan punggungnya itu.


brugghkkhhh


"Zalfa,,” teriak Zahira syok melihat kondisi putrinya yang lemah tak berdaya di ranjang rumah sakit, air matanya tumpah begitu saja setelah melihat Zalfa.


"Maa, Zalfa baik baik saja, dia hanya butuh istirahat.” ucap Arash menenangkan Zahira, ia melihat kesedihan yang mendalam di raut wajah ibunya.


"Apa yang terjadi sama Zalfa Rash ” tanya Pradipta mendekati Arash.


"Apa yang terjadi? kau masih berani bertanya.” bentak Arash menatap tajam Pradipta.


"Kalau bukan karna kau yang membiarkan Zalfa menemui keluarga ******** itu, ini semua tidak akan terjadi,” Arash memegang kerah pradipta kasar, iya hendak melayangkan tinju ke wajah Pradipta tapi tangannya di tahan oleh Zahira.


"Arash sadar nak, dia papamu, jangan seperti ini nak mama mohon, dan tolong kasihani adikmu, dia tidak ingin melihat kamu begini.” zahira menangis memohon kepada Arash sembari menoleh ke arah Zalfa, Arash dengan segera melepaskan tangannya dari kerah Pradipta.


Zalfa dibuat ketakutan setelah melihat kemarahan Arash, Zalfa menyelimuti penuh tubuhnya dengan selimut.


"Maafkan papa Fa,, ini semua kesalahan papa.” lirih Pradipta menangis di dekat ranjang Zalfa.

__ADS_1


Zalfa dirawat selama 4 hari, setelah semua pengurusan tentang pemindahannya selesai arash langsung membawa Zalfa ke Sydney untuk melakukan terapi psikologis, di Sydney Zalfa ditangani langsung oleh psikolog terbaik, yang tak lain adalah kekasih Arash sendiri.


Flashback off


Arion menuruni anak tangga dengan santai ia berjalan mendekati kedua orang tuanya yang sedang berbincang bincang di ruang keluarga.


"Rion.” panggil Xavarius menatap Arion yang menghampiri mereka.


"Iyaa pa kenapa??” tanya Arion menatap Xavarius, ia segera duduk di sofa dan menatap heran kedua orang tuanya yang sudah lempar pandang sedari tadi.


"Rion papa sama mama sudah sepakat ingin menjodohkan kamu dengan anak Pradipta, sahabat papa dan mama.” ucap Xavarius dengan mimik wajah serius tanpa basa basi.


"Pradipta Dharma Setyanto maksud papa?” tanya Arion dengan nada selidik menatap tak percaya keputusan orang tuanya.


"Iyaa, Pradipta punya anak perempuan dan papa ingin menjodohkan kalian berdua, dan setahu papa anak Pradipta masih single." ucap Xavarius meyakinkan putranya


"Bwhahahaha hahahahha,,,” Arion tertawa terbahak-bahak menatap kedua orang tuanya bergantian.


"Kenapa kamu tertawa, apa yang lucu dari perkataan papa?” tanya Xavarius heran melihat putranya tertawa, dan lebih tepatnya tertawa mengejek.


"Paa, kalau papa mau jodohin Rion cari perempuan yang waras, jangan perempuan setengah gila, apa papa pikir Arion gak tau, anak Pradipta itu sakit jiwa, dan dia di luar negeri untuk menyembunyikan penyakit jiwanya, hahahahah.” jawab Arion masih tertawa ia masih tak habis fikir dengan orang tuanya menjodohkan dia dengan perempuan sakit jiwa.


"Itu gak benar, anak Pradipta baik baik saja kok, dan setahu papa anaknya sudah di Indonesia.” ujar Xavarius dengan mimik wajah serius dan sedikit nada kesal di setiap kata-kata nya.


"Udahlah paa, Arion punya pilihan sendiri, Arion gakakan mau dijodohkan, Arion sudah dewasa, biar Arion yang menentukan calon pendamping Arion.” ucap Arion pergi meninggalkan kedua orang tuanya di ruang keluarga.


"Pa ,gimana dong?” tanya Fita panik setalah mendengar penuturan putranya itu.


"Mama tenang aja, biar papa yang urus masalah ini” jawab Xavarius meyakinkan, pikirannya sudah melayang jauh memikirkan strategi yang pas untuk membujuk putranya.


"Papa tau kan, mama itu suka banget sama anak Pradipta, dia baik, sholehah, pasti dia bisa bimbing Arion menjadi pribadi yang lebih baik, tidak seperti sekarang.” Fita nampak gelisah setelah tau jawaban Arion yang tak ingin menikah dengan anak Pradipta, padahal ia sudah bersusah payah mencari tau tentang anak Pradipta dari seorang detektif bayaran.

__ADS_1


__ADS_2