
"Jadi gimana ini paa, tamu udah pada datang semua, mereka nanyain calon mempelai prianya kenapa belum hadir.” ucap Arash panik sambil memijat pelipisnya, kondisi di luar pun mulai tak terkendali, diliriknya Zalfa yang sudah tak berdaya, ia pun mendekati Zalfa dan memeluknya, Arash mencoba memberi kekuatan untuk adik kesayangannya itu.
"Yaudah kita tunggu sejam lagi, kita berdoa aja supaya tidak terjadi apaapa sama Aga." ucap Pradipta kepada anak sulungnya agar ia pun tidak ikut cemas.
Sejam berlalu, penghulu minta undur diri kepada Pradipta, karna iya tidak sanggup lagi menunggu, tamu pun mulai meninggalkan kediaman Pradipta dimana diselenggarakannya acara akad nikah.
"Maa,,” isak tangis Zalfaa semakin menjadi ketika ia tahu Aga tidak hadir di acara akad nikah mereka.
"Kenapa Afaa harus mengalami ini maa, kenapa, dan bagaimana keadaan Aga, apakah ia baik baik saja, dan kenapa dia tidak hadir maa??” pertanyaan bertubi tubi Zalfa layangkan untuk Zahira disela isak tangisnya.
"Sayang kamu tenang yaa, istighfar nak, kita serahkan semua kepada allah, allah tau yang terbaik buat kamu sayang.” Zahira memeluk Zalfa erat dan menitikkan air mata melihat kondisi putrinya yang begitu rapuh.
"Maa, Afa harus pergi kerumah Agaa, Afa harus tau kenapa dia gak datang, mungkin sesuatu terjadi sama aga maa,” ucap Zalfa sambil menghapus air matanya, ia segera bangun dari tempat duduknya, dan dengan cepat Zahira memegang lengan anaknya tidak mengizinkannya untuk pergi.
"Faa, jangan pernah kamu melangkahkan kakimu keluar rumah ini, apa yang kita alami biar keluarga Perwira yang datang kesini, mereka harus menjelaskan semua kejadian yang telah terjadi hari ini.” ucap Pradipta dalam kondisi emosi yang tak stabil, ia merasa terhina karna dipermalukan di depan banyak orang oleh keluarga Perwira.
Zalfa tak menggubris perkataan pradipta, ia berlari dari kamarnya dan pergi menemui keluarga perwira, Zahira yang melihat putrinya keluar mencoba untuk mengejar sang putri tapi ia dicegat oleh Pradipta.
"Udahh, gak usah dikejar, kalau dia gakmau dengerin papa, biarkan saja dia bertemu dengan keluarga Perwira dan dia akan tahu bagaimana keluarga Perwira.” ucap Pradipta menatap Zahira yang sudah menangis tersedu-sedu.
****************
__ADS_1
Zalfa tiba di kediaman Perwira, ia melihat rumah besar keluarga Perwira begitu sepi dan mencoba memanggil Aga dengan di iringi air mata yang bercucuran di pipinya, walaupun tidak mendengar sahutan dari dalam rumah Zalfa tetap kekeuh berdiri di depan gerbang rumah Perwira tanpa ingin pergi.
"Mbakk,,,,,cari siapa yaa ??” tanya seorang wanita yang tak lain tetangga Perwira.
"Saya sedang mencari Aga perwira buk” ucap Zalfa mengusap air matanya, pakaian pengantin masih menempel di tubuhnya.
"Oh Aga Perwira, setahu saya keluarga tuan Perwira dan tuan Aga sendiri sudah pergi keluar negeri semalam jam 10.” ucap wanita itu menatap kasihan terhadap Zalfa, ia memberitahukan kebenaran yang tidak diketahui oleh Zalfa.
"Keluar negeri.” Zalfa diam membisu tanpa sepatah katapun, air mata terus mengalir di pipi Zalfa, hatinya begitu remuk mendengar kenyataan yang menyakitkan.
Zalfa meninggalkan kediaman keluarga Perwira dengan hati yang begitu hancur, ia terus berjalan sambil menangisi keadaan nya, Zalfa menelusuri jalanan dan tiba di gang sempit dan kosong .
bruggghhh....., seseorang menabrak Zalfa dalam keadaan mabuk, Zalfa terus berjalan menelusuri gang itu, ia sama sekali tidak merasa telah ditabrak seseorang, tubuhnya terlalu dikuasai oleh hati dan pikiran yang telah hancur.
"Maaf mas saya gak sengaja.” ucap Zalfa lirih yang masih terus menangis.
"Akan ku maafkan tapi kamu harus melayaniku dulu.” ucap si lelaki sambil menatap Zalfa dengan tatapan penuh nafsu.
Zalfa merasa takut akan tatapan itu, ia tau kalau seseorang sudah di kuasai alkohol tak akan dapat mengendalikan diri, lelaki itu berjalan mendekati Zalfa, Zalfa pun berjalan mundur, ia sangat ketakutan melihat lelaki itu yang terus berjalan mendekati nya.
"Mau kemana kamu sayang, kita akan bersenang senang, aku akan memuaskan kamu, sampai kamu terus memanggil namaku di setiap desahanmu” ucap si lelaki dengan suara serak penuh nafsu , ia sudah sangat tidak sabar ingin menerkam Zalfa.
__ADS_1
Zalfa semakin ketakutan dan mencoba untuk berlari tapi langkahnya di cegat oleh si lelaki, lelaki itu sudah menggenggam erat tangan Zalfa , sehingga Zalfa tidak bisa untuk lari lebih jauh dari cengkraman lelaki itu.
"Tolong lepaskan saya.” ucap Zalfa sambil menangis memohon agar lelaki mabuk itu melepaskan nya.
"Kita akan bersenang senang sayang, percayalah padaku.” ucap si lelaki dengan suara iblisnya dan ingin mencium Zalfa dengan mulut menjijikkan miliknya itu.
Zalfa menoleh agar si lelaki tidak menciumnya ia dengan sekuat tenaga mendorong tubuh lelaki pemabuk itu, lelaki itu semakin suka dengan tingkah Zalfa yang menolaknya, ia merobek baju pengantin yang Zalfa gunakan, Zalfa semakin ketakutan ketika melihat bajunya yang compang camping, lengan bajunya pun sudah di robek, bra-nya sebelah kelihatan karna robekan itu.
"Ya allah tolong aku, aku tidak ingin dilecehkan dengan cara yang menjijikkan ini.” batin Zalfa mengadu memohon kepada rabb-nya.
Lelaki itu meraih wajah Zalfa dan mencium pipi Zalfa kasar dan membabi buta, kini ciuman itu menuju ke arah leher Zalfa dan itu membuat Zalfa semakin jijik.
Zalfa melihat botol minuman keras, ia meraih botol itu dengan kakinya dan di dekatkan ke tangannya, Zalfa memecahkan botol itu tepat di kepala si lelaki, iyaa masih memegang pecahan yang setengahnya, Zalfa kembali menancapkan pecahan botol di leher lelaki tersebut, dan menancapkannya berkali kali sampai si lelaki lemah bersimbah darah, Zalfa masih tidak sadar atas apa yang ia perbuat, tujuan ia melakukan itu hanya untuk melindungi kehormatan nya.
Zalfa mulai terkulai lemas di samping tubuh lelaki yang telah dibunuhnya, ia terkejut melihat lelaki di hadapannya sudah bersimbah darah dan tewas.
"Ya allah apa yang sudah aku perbuat.” ucap Zalfa terisak melihat mayat di hadapannya, ia melihat kedua tangannya yang sudah berlumuran darah.
"tangan ini telah membunuh seseorang.” ucap Zalfa lirih diiringi isak tangis, Zalfa meremas gaunnya merasa tak percaya akan apa yang terjadi di depannya.
"Zalfaa...Zalfaa...” teriak Arash melihat sang adik yang sudah terkulai lemas, Arash berlari ke arah Zalfa ia langsung memeluk adiknya dan menenangkan nya, Arash terus terusan mencium pucuk kepala adiknya dan mengelus punggung adiknya mencoba menenangkan sang adik
__ADS_1
"Kak,,, aku,,, udah ngebunuh orang.” Zalfa memegang wajah kakaknya memberitahu apa yang sudah iya lakukan, ia terisak isak seakan tak percaya tangannya begitu kejam merenggut nyawa seseorang.