Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu

Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu
episode 16


__ADS_3

adri ,,lirih zalfa" sebenarnya zalfa terkejut mengingat namanya dipanggil dengan lengkap oleh adrian,tapi iya berusaha untuk tidak menghiraukan.


"iya ini aku , apa kamu ingin tersapu ombak ???”tanya adri kesal dengan perilaku zalfa


"hmmm ,iyaa ,mungkin ini yang terbaik ”jawab zalfa asal asalan ,pikirannya masih kalut


"apa kamu begitu tidak mempercayai tuhan? sehingga kamu ingin bunuh diri dan mati konyol dengan penuh dosa ” hardik adrian emosi ketika zalfa mengiyakan pertanyaan adrian


"apa kamu bodoh sampai merasa cukup baik untuk melakukan ini ,kalau kamu gak peduli dengan diri kamu sendiri pikirkan ibu mu ,dia akan menangis meraung melihat putri kesayangannya mati dengan cara yang konyol” emosi adrian memuncak melihat wanita yang dikagumi tidak berfikir dengan baik


"kamu tidak tahu apa yang aku alami ,jadi jangan seenaknya menghakimi aku ,teriak zalfa ,zalfa pergi meninggalkan adrian namun pergelangan tangannya sudah dulu diraih adrian ,adrian memegang erat pergelangan tangan zalfa,zalfa menatap adrian dengan tatapan tajam."


"kenapa ?? apa kamu marah ??? ”tanya adrian ketus


zalfa melepas paksa pergelangan tangannya ,tapi iya tidak mampu ,kekuatan tangan adrian sangat kuat


"lepaskan adri ,kamu menyakiti ku,” teriak zalfa


adrian pun melepaskan genggaman tangannya,zalfa memegang pergelangan tangan yang sakit ,adrian yang melihat tangan zalfa merasa bersalah


"zalfa maafkan aku ,aku terbawa emosi sampai menyakiti kamu ”desis adrian suaranya sudah melemah


zalfa tidak menghiraukan adrian dan pergi menjauh ,adrian berlari mengejar zalfa yang sudah meninggalkannya


"zalfa tunggu ,aku tau aku salah ,aku akan bertanggung jawab karna aku udah buat pergelangan tangan kamu sakit, teriaknya lantang , karna suara riuh ombak membuat suara nya tidak terdengar”


zalfa yang mendengar teriakan Adrian menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah adrian

__ADS_1


"antarkan aku pulang baru aku memaafkan kamu ,ucap zalfa dengan wajah datar sebenarnya iya tidak tega melihat adrian yang merasa bersalah ,zalfa tau adrian berniat baik dan tidak ingin menyakitinya.”


"apapun akan aku lakukan asal kamu memaafkan aku ,ucap adrian lesu sambil memasang wajah memelas iya ingin zalfa luluh dengan ekspresinya yang memelas”


puffttt,zalfa tertawa melihat ekspresi wajah adrian


"kamu tu gak cocok pasang ekspresi memelas kayak gitu ,kamu itu seorang presdir di Perusahaan besar ,celetuk zalfa”


adrian yang mendengar ucapan dan tawa zalfa menatap zalfa lekat


"apa kamu udah maafin aku ? tanyanya lagi”


"anterin aku pulang dulu baru aku maafin,zalfa masing memasang wajah datar iya ingin menjahili adrian yang sudah dianggapnya teman”


"baik ibuk zalfa ananda Pradipta ,dengan senang hati saya antarkan anda ,ucap adrian iya bertingkah seperti seorang militer


zalfa yang melihat kelakuan adrian geleng kepala


zalfa sudah berada di dalam mobil adrian


"faaa ,aku laper ni ,kita makan dulu bisa gak ? selesai makan aku antar kamu pulang ”pinta adrian sambil menatap zalfa di sebelah kursi kemudinya


"hmmm boleh ,aku juga lapar ni belum makan ” jawab zalfa cepat


"ok let's go ,adrian begitu senang karna zalfa tidak menolak ajakannya , sebenarnya adrian tidak lapar iya hanya ingin zalfa senang dan memikirkan masalah yang dia alami”


tak butuh waktu lama untuk menemukan restoran ,karna di sepanjang jalan banyak berdiri restoran dengan ciri khas yang berbeda beda.

__ADS_1


zalfa dan adrian sudah turun dari mobil dan berjalan memasuki restoran ,mereka memilih tempat duduk di pojokan.


"kamu mau pesen apa ?” tanya adrian sambil menatap zalfa yang kebingungan memilih makanan


"hmm apa yaa , makanan nya enak semua ni ,kan aku jadi pengen semua,ucap zalfa lesu”


"yaudah pesen aja semua asal kamu senang ,ujar adrian sembari tersenyum”


"ok aku bakalan pesen banyak ,biar sekalian kamu bangkrut,cetus zalfa sambil tersenyum tipis”


adrian yang melihat senyuman tipis di wajah zalfa ikut tersenyum ,adrian merasa tenang karna suasana hati zalfa sudah sedikit membaik


zalfa dan adri audah memesan makanan ,selang 10 menit makanan mereka sampai ,zalfa dan adri langsung menyerbu makanan yang mereka pesan


"pelan pelan faa makannya ”pinta adrian ,adrian tak kuasa melihat zalfa yang makan dengan cepat seperti sedang lari maraton


"heheh maaf drii ,aku laper banget ni”


"ini sih bukan laper tapi rakus”ucap adrian kesal


heheh ,zalfa cengengesan mendengar adrian menyebutnya rakus


"awas aja kalau keselek ,gakakan aku kasih minum kamu ”ancam adrian


"iyaiyaa adrii , cerewet banget sii” zalfa memasang wajah cemberut ,adri yang melihat ekspresi wajah zalfa menjadi gemass ,ingin rasanya iya mencubit pipi wanita yang di hadapannya itu tapi iya tidak berani ,iya tau bagaimana zalfa menjaga dirinya agar tidak mudah disentuh.


"yaudah pelan pelan makannya biar aku gak cerewet” perintah adrian

__ADS_1


"iyaa, zalfa masih memasang ekspresi wajah cemberut ”


adrian tersenyum melihat tingkah zalfa , zalfa sangat kekanak-kanakan ketika dilarang makan cepat ,sedangkan tingkahnya begitu dewasa dan berwibawa ketika sedang berurusan dengan kerjaan .


__ADS_2