Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu

Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu
episode 43


__ADS_3

"Ardi persiapkan berkas-berkas untuk meeting, dan segera hubungi Zalfa untuk menunggu kita di lobi!" titah Arion menatap Ardi dan jam tangannya secara bergantian


"Baik presdir," ucap Ardi sebelum pergi meninggalkan ruangan Arion, setelah keluar dari ruangan tersebut, Ardi dengan segera menelpon Zalfa dan memberitahunya tentang meeting yang akan dilangsungkan di cafe milik perusahaan Mentari Angkasa. Zalfa juga diberitahu untuk mempersiapkan desain yang akan diserahkan kepada kliennya nanti, serta meminta Zalfa segera turun dan menunggu sang Presdir di lobi.


Zalfa turun ke lobi dengan menaiki lift, tak lama ia sudah berada di lobi, dan berjalan ke arah sofa lobi sembari menunggu kedatangan Presdir Arion. Di sana ia meneliti hasil desainnya dan mencari adakah celah kesalahan dari hasil desain miliknya. Sudah 20 menit Zalfa menunggu tetapi sang Presdir dan asistennya tak kunjung terlihat di lobi, pintu lift pun terbuka dan tertutup, tapi tak ada batang hidung kedua manusia yang di tunggunya itu. Zalfa sedikit menahan kesal karena ia seperti sedang di kerjai oleh atasannya itu. Ketika hendak beranjak pergi Arion memanggil Zalfa dengan sedikit berteriak.


"Zalfa," teriak Arion menatap Zalfa yang sedang di balut kekesalan. Zalfa membalikkan tubuhnya dan menatap malas lelaki yang sedang memasang wajah dinginnya. Arion berjalan kearah dimana Zalfa berada, bahkan ia mendahului Zalfa yang masih terpaku karena rasa kesalnya.


"Hhhmmmm." Zalfa berusaha tersenyum di dalam kekesalannya, Ia segera mengikuti Arion dan berjalan di belakang Arion. ketika sedang fokus berjalan tiba-tiba


"Brruuggkkkk" tubuh Zalfa menabrak tubuh lelaki dingin tersebut, Zalfa hampir terjatuh karna tabrakannya sedikit cepat.


"Aww, kenapa Presdir berhenti mendadak sih, sakit tau," omel Zalfa menatap kesal Arion, ingin sekali Arion tertawa dan meniup kening wanita berjilbab itu. Tapi, lagi-lagi ia harus menahan diri untuk hasil yang akan menantinya.


"Apa kamu gak punya mata, sampe kamu nabrak saya," tanya Arion mengernyit kan dahinya.

__ADS_1


"Kamu yang salah, kok malah ngatain aku gak punya mata!" sahut Zalfa menahan amarah. dan saat itu juga ia teringat, kalau ia melanjutkan amarahnya Arion akan semakin menjauh darinya. Tapi sifat alami Zalfa yang apa adanya dan cerewet memang sangat susah untuk dirubah.


"Jalan di samping saya, tidak usah di belakang," ucap Arion berjalan santai kedepan tanpa peduli dengan Zalfa yang sedang menetralkan emosinya.


"Sabar buk Zalfa," ucap Ardi cengengesan, Ardi pun berlalu mengikuti Arion.


"Bos sama asisten sama-sama nyebelin," gerutu Zalfa mengepal erat kedua tangannya


Kini mereka sudah berada di cafe milik Mentari Angkasa, yang cafe tersebut bertepatan di samping Mentari Angkasa sendiri. Arion, Ardi berserta Zalfa sudah memegang buku list menu andalan dari Cafe tersebut. Karena kehadiran sang Presdir, chef terbaik dari cafe tersebut turun tangan langsung untuk melayani sang Presdir. Arion memerintahkan chef tersebut untuk membuatkan menu terbaik untuknya berserta asisten dan calon istrinya. Tak lupa hidangan yang spesial untuk kliennya juga.


setelah menyuruh sang chef untuk menyajikan hidangan terbaik, ia kembali melirik jam tangannya, dan sesekali pandangannya terarah ke Zalfa, dan ketika Zalfa balik menatapnya ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Klien yang ditunggu-tunggu oleh mereka akhirnya datang, dan segera berjalan menuju tempat dimana sang Presdir berada.


"Tidak," jawab Arion singkat sembari memberi senyum.


"Bagaimana kabarmu? aku sangat merindukanmu," ucap Wanita di depan mereka itu, wanita yang sedang duduk menatap Arion tersenyum itu adalah Zifara Latisya. Seorang Ceo dari perusahaan Zifara Fashion, dan juga sahabat dari Arion serta Arash, mereka sangat dekat satu sama lain, karena mereka berada di jurusan yang sama, dan dari negara yang sama.

__ADS_1


"Deg." jantung Zalfa seakan beradu kencang, dan serasa sakit ketika ia harus mendengar seorang wanita mengucapkan kata rindu untuk lelaki yang di cintainya. Zalfa berusaha untuk tenang tanpa ingin berpikiran yang tidak-tidak terlebih dulu


"Aku baik, seperti yang kamu lihat. Aku juga begitu merindukanmu," balas Arion tersenyum lepas menambakkan deretan giginya yang tersusun rapi


"Kalau kau punya waktu, aku ingin nanti kau mengajakku jalan-jalan, aku begitu bosan berada di Indonesia," ucap Latisnya memanyunkan bibirnya, tingkahnya begitu manja di hadapan Arion.


"Arion tidak punya waktu untuk mengajakmu jalan-jalan, karena nanti kami akan memilih cincin pertunangan kami," sanggah Zalfa secepat kilat, ia menatap Arion sambil membesarkan kedua bola matanya. Arion hanya terdiam tanpa menjawab ataupun ikut menyanggah omongan Zalfa. Hatinya begitu senang karena Zalfa dengan lancang mengatakan hal yang belum pernah terpikirkan olehnya.


"Cincin pertunangan?" tanya Latisnya terkejut dengan apa yg keluar dari mulut wanita berjilbab di depannya.


"Oh iya, sebelumnya perkenalkan. Zalfa Ananda Pradipta, calon tunangan Arion Xavarius, yang sebentar lagi akan menjadi istrinya," ucap Zalfa dengan penekanan di setiap kata, Ia tersenyum paksa ke arah Latisnya. Arion hampir tertawa melihat sifat Zalfa yang belum pernah ia lihat dan ia ketahui, tenyata wanitanya sedikit memiliki sifat posesif, sama sepertinya.


"Oh hahaha, ternyata kamu benar-benar tega Arion, kamu ingin bertunangan tapi tak memberitahuku terlebih dahulu," ujar Latisya terkekeh dengan antusias Zalfa.


"Aku belum sempat memberitahumu, kalau nanti tiba saatnya kamu akan ku undang," sahut Arion tersenyum sembari menatap Zalfa.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita mulai meetingnya," ucap Arion mencoba mencairkan suasana yang sedikit canggung akibat perkataan Zalfa. Zalfa seakan di buat kesal oleh Arion. Ia sedikit menunjukkan wajah cemberutnya, tapi, sesaat kemudian ia mengubah ekspresinya dan bersikap profesional.


Zalfa memaparkan desainnya dengan baik, ia tak ingin terlihat kekurangan di depan Latisya, baik tutur dan gestur tubuhnya yang sangat lihai dalam pemaparannya. Penjelasannya yang begitu detail dan memukau membuatnya semakin terlihat luar biasa di hadapan Arion dan Latisya.


__ADS_2