
Zalfa, Arion beserta Ardi kini sudah berada di dalam mobil, seperti biasa Ardi mengambil posisi driver,sedangkan Zalfa dan Arion berada di kursi penumpang.
"Ini bukan arah ke rumahku! kita akan pergi kemana?" tanya Zalfa melirik Arion yang duduk disampingnya. Arion tersenyum mendapatkan pertanyaan itu dari wanitanya.
"Aku akan membawamu ke tempat yang kau inginkan, bersabar lah, jaraknya tak terlalu jauh!" jawab Arion santai masih dengan senyum yang terukir di bibirnya
"Apa dia akan membawaku ke KUA? Zalfa,,, berhentilah berangan, surat-surat aja belum diurus," gerutu Zalfa di dalam hati, pikiran dan hatinya seakan sedang bergelut dengan argumen masing-masing. Zalfa mengalihkan pandangannya, menatap setiap sudut kota yang penuh dengan keramaian.
Tak sampai 20 menit, mereka sudah berada di tempat yang mereka tuju, sebuah mall besar di kota tersebut. Arion dan Zalfa turun dari mobil dan meninggalkan Ardi yang ingin menuju garasi bawah tanah untuk memarkirkan mobil.
Arion menarik lengan Zalfa mengajaknya untuk ikut masuk ke dalam mall elit tersebut, Kini, mereka telah sampai di toko perhiasan mewah, Arion memerintakan pegawai toko tersebut untuk menunjukkan cincin terbaru dan paling mahal serta hasil desain terbaik. Toko yang mereka kunjungi memang toko perhiasan mewah dengan desain dari desainer internasional.
"Apa kau menyukai ini?" tanya Arion menunjukkan cincin berlian yang dibawakan oleh pegawai toko tersebut , cincin berlian dengan desain terbaru dan beratnya mencapai 15 karat, cincin tersebut adalah kombinasi berlian dan zamrud, cincin tersebut terukir begitu elegan dan simpel, sangat cocok di pakai di jari manis Zalfa.
"Aku sangat menyukainya, apa kamu juga suka?" Zalfa balik bertanya
"Apapun yang kamu suka, tentu aku akan menyukainya," jawab Arion apa adanya, wajah Zalfa sudah memerah karena ucapan Arion, ia begitu malu karena para pegawai memperhatikan mereka. Zalfa memperhatikan seisi toko, melihat hanya ada mereka dan pegawai, setahunya toko yang sedang mereka kunjungi ini adalah toko elit, bagaimana bisa toko ini begitu sepi akan pengunjung.
"Mengapa toko ini begitu sepi?" tanya Zalfa berbisik kepada Arion, ia tak enak kalau pegawai toko tersebut mendengar omongannya
"Karena aku mengkhususkan pelayanan terbaik untukmu, tanpa ada pelayanan untuk orang lain," jawab Arion enteng, Zalfa mengerutkan dahinya menatap Arion, sungguh ia tak habis pikir dengan Presdir di depannya itu, bagaimana bisa ia tak membiarkan orang lain di layani hanya karena dirinya. Sungguh, kelakuan orang kaya sangat berbeda.
__ADS_1
"Apa kau gila, kau tak perlu melakukan ini semua untukku," ucap Zalfa kesal dengan sikap Arion
"Sudahlah, aku hanya ingin kau menikmati ini semua, tanpa ada sanggahan apapun," sahut Arion menatap tersenyum wanita di hadapannya, sikap Arion ternyata mampu meluluhkan hati Zalfa, ia sangat bahagia menjadi wanita yang begitu di perhatikan oleh Arion.
"Baiklah," ucap Zalfa seadanya
Arion meminta pelayan toko untuk memberikan cincin tersebut kepada calon tunangannya itu, ia menyerahkan black card miliknya dan membayar cincin berlian tersebut. Setelah selesai dari toko perhiasan, Arion membawa Zalfa menuju sebuah butik yang tak kalah elit dari toko perhiasan yang mereka kunjungi tadi.
Saat mereka tiba, desainer ternama sekaligus pemilik toko tersebut menghampiri mereka
"Selamat datang, calon pengantin," ucap sang desainer tersebut, desainer tersebut bernama Citra, Citra sendiri adalah adik kandung dari Fita ibunda Arion, yang berarti Citra adalah tante dari lelaki tersebut.
"Terimakasih sambutannya tante," ucap Arion datar, Citra sedikit kesal dengan wajah datar keponakannya itu, baru saja ia melihat keponakan nya tersenyum cerah kepada wanita di sebelahnya dan dalam sekejap ia bisa merubah wajahnya menjadi datar
"Baiklah, karena istriku meminta agar aku bersikap baik, maka tanteku tersayang, berikan gaun terbaik untuk istriku, acara pertunangan kami akan menjadi yang paling terkenang sepanjang sejarah!" titah Arion menatap Citra dan Zalfa bergantian, Zalfa semakin tak habis pikir dengan lelaki di sampingnya itu, ia dengan tidak tahu malunya mengatakan bahwa Zalfa istrinya, padahal pesta pertunangan saja belum terjadi
"Wow, keponakanku sungguh hebat, pertunangan belum terjadi tapi panggilan istriku sudah keluar dari mulutnya," sahut Citra memandang remeh Arion, Arion membalas tatapan remeh tersebut dengan tatapan tajam. Zalfa benar-benar bingung berada dia antara tante dan keponakan itu, apa hubungan mereka sebaik itu sampai mereka seperti kucing dan tikus.
"Sudahlah, sayang ayo ikut tante," ajak Citra menarik pergelangan tangan Zalfa, Seperti biasa, Arion dengan kekuasaannya langsung di ajak untuk duduk di sofa, sembari menunggu Zalfa mencoba gaun yang ingin di kenakan nantinya. Di sana ia memainkan handphonenya, sudah 10 menit ia menunggu, tapi Zalfa dan Citra tak kunjung keluar. Tak berapa lama ia memandangi jam tangannya, lalu, muncullah wanita yang di tunggunya.
Arion terpesona memandangi makhluk tuhan di hadapannya itu, matanya sedikitpun tak berkedip bahkan sangat enggan untuk berkedip. Sungguh, Zalfa menjadi yang tercantik ketika menggunakan gaun tersebut, gaun yang begitu simpel tapi elegan, menambah kesan mewah dengan sendirinya.
__ADS_1
Citra menepuk pundak Arion dan disaat itu pula Arion tersadar dari rasa terpukaunya.
"Bisakah kau tidak membuatku malu sebagai tantemu, kau bahkan menganga melihat calon istrimu," ucap Citra jengkel dengan Arion. Arion menggaruk tengkuknya yang tak gatal, sedikit salah tingkah. Zalfa tertawa kecil menyaksikan Citra dan Arion, sungguh pemandangan yang lucu
"Kau sangat cantik, aku begitu beruntung mendapatkanmu!" ucap Arion mendekati Zalfa, Zalfa sudah menundukkan wajahnya malu akan ucapan Arion. Arion malah tersenyum melihat wanita di hadapannya itu tersipu malu akan ucapannya.
Setelah fitting baju selesai, Arion dan Zalfa meninggalkan butik tersebut sekaligus meninggalkan mall.
"Apa kau sudah menelpon orang tuamu?" tanya Zalfa menatap Arion
"Sudah, orang tauku akan datang malam ini," ucap Arion menatap Zalfa tersenyum
Ardi melajukan mobilnya santai, di dalam perjalanan menuju kediaman Pradipta, Arion dan Zalfa tak henti-hentinya bersenda gurau, sesekali Zalfa merasa kesal akibat gurauan yang dilakukan oleh Arion. sedangkan Ardi hanya tersenyum menyaksikan kemesraan sang Presdir dengan wanitanya di balik spion tengah mobil, tanpa bersentuhan tangan saja mereka sudah begitu terlihat mesra.
Sesampainya di kediaman Pradipta, Zalfa segera turun tanpa mengizinkan Arion untuk masuk, ia dengan segera menyuruh Arion pulang.
Zalfa kini sudah berada di dalam rumah, ia melihat Pradipta sedang duduk di ruang keluarga sambil bekerja dengan laptopnya. Zalfa berjalan mendekati Pradipta dan duduk di sampingnya.
"Pa, Zalfa ingin berbicara sesuatu," ucap Zalfa hati-hati
"Oh, kamu sayang, bicara saja sayang, papa akan mendengar kan!" titah Pradipta, ia menutup laptopnya dan memperhatikan putri bungsunya itu
__ADS_1
"Pa, keluarga om Xavarius akan datang malam ini, ada hal penting yang akan di luruskan, Zalfa harap papa tidak keberatan!" ujar Zalfa masih berhati-hati dalam setiap kata yang keluar dari mulutnya, ia tau betul bahwa Pradipta masih kesal akan Arion yang membatalkan perjodohan secara sepihak.
"Baiklah, papa akan izinkan mereka datang, tapi papa harap, apapun keputusan papa kamu harus terima," sahut Pradipta tegas. Zalfa sedikit merasa resah akan ucapan papanya. Ia takut papanya akan marah besar dan menentang hubungannya dengan Arion. namun, semua yang akan terjadi malam nanti mungkin saja berbeda dengan perkiraan Zalfa. Semoga saja hal yang baik selalu menghampirinya, itulah harapan yang selalu di idamkan oleh wanita berhijab itu.