Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu

Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu
episode 34


__ADS_3

Arion masuk ke dalam rumah dengan suasana hati yang buruk, emosi sedang berusaha menyerbu nya. ia menuju ke kamar milik nya dan berusaha menenangkan diri dengan berendam di dalam bathtub. cukup lama iya berada di dalam bathtub sampai 1 jam lamanya. setelah selesai dengan ritual mandinya Arion segera beralih ke lemari pakaian, ia memakai pakaian santai yang biasa ia gunakan ketika berada di dalam rumah.


Fita, ibunda Arion sudah berada di balik pintu dan memanggil nya berulang kali, mengajak Arion untuk makan malam bersama seperti yang biasa mereka lakukan.


"Arion." panggil Fita berdiri di depan pintu kamar Arion namun panggilan nya belum mendapat sahutan dari si pemilik kamar.


"Arion." ulang Fita untuk kedua kalinya masih dengan posisi yang sama.


"Iya ma, sebentar." jawab Arion dari dalam kamar. Arion membukakan pintu kamar dan melihat sang ibunda sudah berdiri di depan pintu kamar menunggu nya .


"Ada apa ma?" tanya Arion menatap lurus wanita paruh baya di depan nya itu.


"Ayo kita makan malam bersama.” ajak Fita menggandeng tangan anaknya, Arion mengiyakan ajakan Fita tanpa membantah, ia mengikuti langkah kaki wanita yang melahirkan nya itu dan berjalan menyusuri tangga menuju ruang makan. disana sudah duduk seorang lelaki paruh baya yang tak lain iyalah Xavarius. Arion duduk berhadapan dengan Xavarius dan diikuti Fita duduk di samping suami nya.


Arion mengisi piring nya yang kosong dengan berbagai macam lauk kesukaan nya yang sudah tersaji di meja tersebut. ia mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya dengan pelan. ia menatap kedua orang tuanya dan mencoba membuka suara disaat keheningan terjadi


"Ma, Pa. Arion mau pertunangan Arion dan Zalfa dipercepat!" pinta Arion menatap serius kedua orang tuanya bergantian.


"Papa sangat setuju dengan keinginan mu." sahut Xavarius santai menatap tersenyum putra nya Arion. Arion lega setelah mendengar sahutan dari lelaki paruh baya di depannya itu, tidak ada penolakan sama sekali dari keluarga nya untuk mempercepat pertunangan mereka.


Fita hanya geleng kepala, membayangkan putra semata wayangnya akan segera bertunangan dengan wanita yang pernah di rendahkan putra nya itu di depan mereka sendiri. tentu kalian ingat bukan, bagaimana Arion memberikan argumen nya tentang si wanita sakit jiwa yang tak akan mungkin di nikahi nya, sungguh lucu jika mengingat nasib Arion yang termakan omongan sendiri.


***************

__ADS_1


"Drttt.....Drttt....” Zalfa mengambil ponselnya yang berbunyi di atas nakas dan mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Halo assalamualaikum warahmatullah.” ucap Zalfa memberi salam kepada si penelpon.


"Waalaikumsalam warahmatullah, seperti nya aku lupa memberi salam sampai kamu yang memberi salam duluan." ucap seseorang terkekeh di balik telepon. Zalfa terkejut ketika mendengar suara penelpon itu, ia melihat layar telpon, dan benar saja ternyata penelpon itu adalah seorang lelaki yang ia kenal.


"Ya ampun, aku pikir siapa yang menelpon ku, ternyata kamu. kemana saja kamu, kamu tidak memberikan ku kabar setelah hari itu, aku benar benar kecewa padamu." oceh Zalfa panjang lebar menahan kekesalan nya.


"Aku tak menyangka kamu masih mengingat ku, kukira kau telah melupakan ku. apa kau merindukanku?" tanya pria itu kepada Zalfa.


"Bapak Adrian yang terhormat, maaf, mungkin saya mengecewakan anda. tapi saya sama sekali tidak merindukan anda, apakah anda puas dengan jawaban saya!" jawab Zalfa tertawa di balik telfon.


"Kau sangat mengecewakan ku Zalfa Ananda Pradipta. dan betapa menyedihkan nasib ku karna tak dirindui wanita secantik kau." balas Adrian mendramatisir. Adrian tersenyum membayangkan bagaimana wanita yang di teleponnya itu tertawa, pasti wajah nya akan terlihat sangat cantik. apalagi kecantikan nya begitu alami tanpa polesan make up.


"Tentu bapak Adrian, mari bertemu!” ajak Zalfa masih dalam sambungan telfon, Zalfa berjalan menuju lemari pakaian nya, ia memilih baju dan pashmina yang akan digunakannya untuk bertemu Adrian. lelaki yang sudah dianggap sahabat oleh Zalfa.


"Mari, bersiap siaplah dari sekarang, tapi ingat, tidak perlu terlalu cantik, aku takut tidak mengenali mu ketika kau terlihat sangat cantik." goda Adrian sebelum memutuskan panggilan telepon. Zalfa tersenyum mendengar godaan lelaki bujang itu, dia dengan cepat membalas godaan Adrian.


"Aku akan membuat kamu terpesona dengan ku, karena aku akan menjadi Miss Universe malam ini." sahut Zalfa balas menggoda.


"Baiklah baiklah, aku tidak ingin melanjutkan goda menggoda dengan mu lagi, karena aku tahu aku pasti akan kalah. aku akan menjemputmu 20 menit lagi."


"Ok, aku akan menunggumu. assalamualaikum warahmatullah." ucap Zalfa sebelum benar-benar mematikan sambungan telepon dengan Adrian.

__ADS_1


"Waalaikumsalam warahmatullah” sahut Adrian dengan menutup panggilannya.


Zalfa mengganti pakaian nya dengan pakaian yang sudah ia pilihkan barusan. entah mengapa suasana hatinya tiba-tiba membaik setelah menerima panggilan telepon dari Adrian. Zalfa memakai cardigan bermotif yang ia padu dengan celana kulot moccha. juga dengan pashmina moccha sebagai penunjang dari penampilan nya yang berhijab. ia mengaplikasikan make up senatural mungkin di wajah mulusnya. penampilan yang sungguh sempurna tampak di depan kaca rias kamar wanita itu.


Zalfa keluar dari kamar nya dan menuruni anak tangga satu persatu dengan anggun.


Zalfa berjalan ke arah ruang keluarga, dimana kedua orang tuanya sedang duduk berbincang. ia menghampiri kedua orang tuanya dan berdiri di depan mereka dengan senyum yang mengambang di bibirnya.


"Ma, Pa." panggil Zalfa menatap kedua orang tuanya yang sedang sibuk berbincang.


"Iya sayang." jawab Pradipta menghentikan perbincangan nya dengan sang istri. Pradipta dan Zahira menatap putri bungsu mereka dari bawah sampai atas.


"Kamu mau kemana Fa?" tanya Pradipta menatap Zalfa. Zalfa menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan menjawab pertanyaan Pradipta Dengan hati hati.


"Zalfa mau ketemu teman Zalfa pa, sudah lama kami tak bertemu." ucap Zalfa dengan sangat hati hati.


"Hmm, apakah temanku lelaki?" tanya Pradipta lagi.


"Iyaa pa, dia teman yang sangat baik, dia selalu ada untukku disaat aku sedang sedih." ucap Zalfa menatap Pradipta tersenyum.


"Yasudah pergilah sayang, hati hati! dan ingat, jangan pulang terlalu larut malam!" ucap Pradipta memperingati putrinya.


"Baik pa, kalau begitu Zalfa pergi dulu ya pa, ma." pamit Zalfa kepada kedua orang tuanya dan mencium punggung tangan keduanya bergantian. Zalfa berjalan keluar dari rumah megah nya menuju gerbang, disana ia menunggu Adrian yang akan menjemput nya. Adrian telah memberitahu Zalfa bahwa ia sudah hampir sampai melalui pesan WhatsApp.

__ADS_1


__ADS_2