
Zalfa berjalan menuju taxi online yang telah dipesannya, ia tidak memberitahu Arion bahwa ia pulang lebih cepat dari biasanya, sebenarnya itu hanya alasan untuk menghindari Arion, ia takut bila kemarahan Arion belum reda dan itu akan berdampak pada suasana yang akan tercipta ketika mereka dalam perjalanan pulang nanti .
Zalfa sudah berada di dalam mobil, ia memainkan game di handphone nya untuk mengatasi kejenuhan selama perjalanan menuju rumahnya. taxi tersebut terus melaju sampai akhirnya mereka melewati sebuah jalan yang sepi dan tiba-tiba.
"Triiitttttttttt,,,,,,” sang supir taxi mengerem secara mendadak, sontak membuat kepala Zalfa terbentur dengan kursi sang driver.
"Aawwww.” ringis Zalfa memegang keningnya yang memerah karna terbentur, Zalfa menatap heran sang supir yang sedikit ketakutan.
"Kenapa pak,” tanya Zalfa cepat menatap supir tersebut yang dilanda panik.
"Seperti nya saya menabrak seseorang Non.” jelas sang supir, Zalfa kaget bukan kepayang, bagaimana bisa taxi yang ditumpangi nya menabrak sedangkan supir tersebut mengemudi dengan santai. Zalfa membuka pintu mobil dan turun untuk melihat korban yang telah mereka tabrak, supir taxi tersebut juga mengikuti Zalfa untuk melihat korban.
"Mas, mas,” panggil Zalfa berjalan mendekat setelah melihat seorang lelaki yang tergeletak di depan mobil mereka, dengan baju yang berlumuran darah. Zalfa menarik lengan baju lelaki tersebut hingga wajahnya menoleh menatap Zalfa, seketika Zalfa terkejut tubuh nya terkulai lemas dijalan itu, ia gemetar melihat lelaki di depan nya itu, lelaki yang sangat dirindukan dan dibencinya. perasaan nya begitu campur aduk, antara percaya atau tidak dengan apa yang dilihatnya.
"Zalfaaa,,,” ucap lelaki itu lirih, suaranya begitu berat, matanya terpejam setelah mengucapkan nama Zalfa. Zalfa membisu ditempat, ia begitu sulit menggerakkan tubuhnya, mulutnya juga terkunci rapat ketika mendengar suara lelaki yang begitu ia cintai dulu. supir tersebut dibuat heran dengan dua insan manusia di depannya, ia mencoba buka suara.
"Mbak bagaimana kalau kita bawa mas ini ke Rumah sakit, saya takut kalau terjadi apa apa dengan mas ini." ucap sang supir meminta izin Zalfa untuk membawa lelaki tersebut kerumah sakit, Zalfa masih membisu, otaknya sedang berpikir keras sampai omongan sang supir tak terdengar di telinganya.
"Mbakk,,, mbakk,,,” panggil supir tersebut berulang kalii, Zalfa tersentak ketika sang supir sedikit berteriak memanggil nya.
__ADS_1
"Iyaa pak, bagaimana.” tanya Zalfa gelagapan menatap supir di depannya.
"Kita bawa mas ini ke rumah sakit dulu bagaimana mbak.” tanya sang supir lagi, Zalfa menjawab pertanyaan tersebut dengan anggukan mengiyakan.
supir tersebut mengangkat tubuh lelaki itu kedalam mobil, tepat di samping tempat duduk Zalfa, kepanikan terlihat jelas di wajah sang supir, bayangkan saja berapa gaji sang supir taxi online sehari dan hari ini dia sudah mengalami musibah yaitu menabrak seorang lelaki. Zalfa masih tetap membisu dengan sesekali memperhatikan wajah lelaki di sampingnya itu, tanpa sadar ada sebuah tetesan bulir air mata yang keluar dari pelupuk matanya, hatinya serasa sesak dan sakit melihat wajah lelaki itu. dan kejadian itu tidak lepas dari pandangan si supir taxi, ia melihat dengan jelas bagaimana Zalfa menatap lelaki itu di balik spion mobil.
******************
Mereka sudah sampai di salah satu rumah sakit terdekat dari tempat kejadian, supir tersebut membawa lelaki itu ke UGD dengan bantuan beberapa perawat disana, tak berapa lama dokter datang untuk menangani pasien di UGD itu. diluar ruangan UGD supir taxi berjalan mondar mandir untuk mengatasi kepanikannya, ia takut karna tidak sanggup membayar biaya rumah sakit yang tergolong mahal, Zalfa terus memperhatikan supir tersebut dan kemudian berjalan mendekati sang supir taxi.
"Pak, bapak tenang saja saya yakin dia tidak akan kenapa-kenapa, untuk biaya rumah sakit saya yang akan tanggung semuanya.” Ucap Zalfa menatap supir taxi dengan tersenyum.
"Tidak usah berterimakasih pak, bapak boleh pulang, biar saya yang menjaganya.” ucap Zalfa kepada supir taxi, Zalfa juga menyerahkan uang 500 ribu untuk biaya taxi online dan kebaikan supir taxi tersebut mau mengantarkan lelaki tadi ke rumah sakit. Zalfa meninggalkan supir taxi tersebut dan berjalan mendekati dokter yang menangani lelaki yang ditemui tadi .
"Bagaimana keadaannya dokter.” tanya Zalfa cemas menatap dokter di depannya itu.
"Alhamdulillah keadaannya suami ibu sudah membaik, dan pasien akan segera di pindahkan ke ruang inap.” jawab sang dokter tersenyum melihat kecemasan di wajah Zalfa.
"Bukan suami saya dok,” sanggah Zalfa cepat menatap malu dokter tersebut.
__ADS_1
"Oh maaf buk, saya pikir itu suami ibu.”
"Iya tidak apa-apa dok, pasien di pindahkan ke kamar VIP ya dok, untuk biaya saya yang tanggung semuanya.”
"Baik buk.”
Zalfa berjalan menuju kamar Vip dimana lelaki yang ditemuinya tadi di pindahkan. ia menatap sedih lelaki di depannya itu, lagilagi ada air jatuh dari pelupuk matanya, seakan mereka tidak tahan terus berdiam lama di pelupuk mata Zalfa.
"Kenapa bisa seperti ini Ga, apa yang sebenarnya terjadi padamu.” Tanya Zalfa menatap kesal lelaki yang tak berdaya di hadapannya itu. begitu banyak pertanyaan yang ingin segera ia lontarkan untuk lelaki di depannya yang tak lain adalah Aga Perwira sang mantan tunangan.
"Kenapa kau harus kembali setelah aku membuang mu jauh dari hatiku, kenapa Ga, jawab kenapa,” Zalfa menangis terisak sambil menggoyangkan lengan Aga di depannya.
"Hiks hikkss hikss,,,, kau tega meninggalkan ku, kau begitu kejam tak berperasaan Ga, aku membencimu.” racau Zalfa tak karuan, luka lama seperti terbuka kembali ketika melihat Aga di depan matanya.
"Maaf, Maafkan aku, tolong jangan benci aku.” ucap Aga lirih, ucapan itu masih terdengar di telinga Zalfa walau suaranya lirih dan tak begitu jelas.
Zalfa membuka lebar matanya menatap tak percaya lelaki di depannya sedang meminta maaf. Aga menitikkan air mata melihat Zalfa yang seolah membeku dengan air mata yang terus terusan keluar dari pelupuk matanya.
"Jangan menangis, aku sangat membenci air mata itu, dia tak pantas untuk keluar dari mata indahmu,” ucap Aga menatap sedih Zalfa, hati Aga begitu sakit melihat Zalfa yang berurai dengan air mata. diraihnya tangan Zalfa dan digenggam nya erat.
__ADS_1
"Maaf atas semua yang terjadi, aku tau kata maaf tak akan cukup menggantikan rasa sakit yang kamu terima, tapi percayalah aku pun merasakan sakit yang sama ketika kita terpisah, aku punya alasan ketika aku pergi dan semua itu bukan keinginan ku, kumohon tolong dengarkan aku, walau nantinya kepercayaan tak ada untukku lagi.” pinta Aga menatap lurus wajah wanita yang disayangi nya itu. Zalfa masih membeku ditempat tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya, air matanya terus keluar ketika mendengar permohonan dari lelaki di depannya itu.