Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu

Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu
episode 39


__ADS_3

"Apa kau yakin dengan perkataanmu Arion," tanya Pradipta kembali setelah lama dengan diamnya.


Arion membalikkan tubuhnya dan menatap lelaki paruh baya yang sedang bertanya kepadanya itu.


"Aku yakin pa. Kalau memang aku bukan takdirnya, aku bisa apa," jawabnya tersenyum tipis dan hampir tak terlihat senyumnya


"Papa sungguh kecewa denganmu Arion," ujar Pradipta bangun dari tempat duduknya. Ia berjalan ke arah pintu dan menekan gagang pintu.


"Semoga kau tak menyesali keputusanmu, dan lebih baik pertimbangankan kembali apa yang kamu ucapkan!" titah Pradipta keluar dari ruangan Arion. Arion mengacak rambutnya frustasi, ia duduk di kursinya dan menenggelamkan wajahnya di atas meja. Berpikir dengan keras tentang keputusannya, apa benar ia memang sudah iklas dengan takdir. Berulang kali ia berpikir tentang takdir yang seakan sedang mempermainkannya.


Diluar sana Zalfa sedang melawan gemuruh di hatinya yang semakin menerpanya. Sesak dan perih di rasakannya, mungkin benar kata orang, ketika kau sudah kehilangan kau baru merasakan apa yang berharga di hidupmu.


Zalfa memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan Arion.


"Tok,, tok,,"


"Masuk," ucap Arion dari dalam ruangan.


Zalfa melangkah baru dari balik pintu, tatapannya langsung mengarah ke Arion, yang sedang menatapnya ketika memasuki ruangan tersebut.


"Zalfa," ucap Arion menatap lurus wanita berhijab di depannya


"Aku ingin bertanya padamu," ucap Zalfa cepat.


Zalfa berdiri tepat di depan meja Arion. Menatap Arion lekat tanpa berkedip, Arion bingung dengan situasi yang terjadi saat ini, baru saja ia menyakinkan hatinya untuk melupakan wanita itu, tapi, ia sudah muncul di hadapannya.


"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Arion berusaha tenang.


"Apa kau benar-benar ingin membatalkan perjodohan ini?" tanya Zalfa menatap tajam Arion.


"Benar," jawab Arion singkat


"Apa kau tak mencintaiku," tanyanya lagi.


"Pertanyaanmu salah," jawab Arion

__ADS_1


"Seharusnya aku yang menanyakan hal itu padamu," jelasnya menatap tajam Zalfa.


"Aku mencintaimu, aku sudah sadar bahwa aku memiliki perasaan yang sama denganmu," ucap Zalfa lirih


"Kau terlambat untuk mencintaiku,"


"Disaat aku sudah mengubur cintaku di dasar yang paling dalam dan sekarang kau ingin aku menggali kembali untukmu? apa kau tak terlalu naif Zalfa ?" tanya Arion menatap mengejek Zalfa


"Bohong" teriak Zalfa cepat setelah mendengar jawaban Arion


"Aku tau aku masih ada di hatimu, dan kau mencintaiku," ucap Zalfa terisak dalam tangisannya.


"Aku sudah lelah kau kecewakan Zalfa, dan asal kau tahu, luka bisa membuat seseorang melupakan rasa cintanya," ucap Arion sinis


"Secepat itu?" tanya Zalfa semakin dalam dengan isakannya.


"Ia, bahkan sangat cepat," jawab Arion singkat


"Aku tak percaya itu, dan aku sangat yakin kau masih mencintaiku,"


"Semoga kau bahagia dengan kekasihmu, Aga Perwira," ucap Arion berjalan pergi meninggalkan Zalfa.


"Aku akan membuatmu mencintaiku kembali, dan aku akan menebus luka yang aku beri menjadi bahagia," teriak Zalfa lantang, Arion menghentikan langkahnya ketika mendengar teriakan itu. Sebuah senyum terukir di bibirnya, hatinya begitu bahagia mendengar Zalfa mencintainya dan berusaha membuatnya untuk mencintai wanita itu kembali.


"Beri aku kesempatan, kumohon, aku akan memperbaiki apa yg telah retak," pinta Zalfa menangis tersedu-sedu.


"Baik. Aku beri kau kesempatan, kuharap kau tidak menyia-nyiakan kesempatan ini!" seru Arion terakhir kali sebelum benar benar keluar dari ruangannya sendiri.


'Aku tahu masih ada aku di hatimu. Tapi luka yang kau terima terlalu dalam, sampai kau takut aku akan memberimu luka kembali,' gumam Zalfa lirih menatap kepergian Arion dari balik pintu.


Zalfa menghapus paksa air matanya dan berusaha menguatkan hatinya kembali. Tekadnya sudah bulat, ia pun sudah yakin dengan hatinya bahwa yang ia cinta Arion bukan Aga. Zalfa keluar dari ruangan Arion dan berjalan menuju ruangannya, suasana hatinya masih kacau tapi ia paksakan untuk membaik.


Zalfa akan tetap menjadi kuat agar ia mampu menaklukkan Arion kembali.


"Temui gue di cafe Mentari Angkasa dalam 15 menit," ucap Arion kepada seseorang dibalik telpon gengamnya.

__ADS_1


"Ok, gue segera menuju cafe Mentari Angkasa," ucap seseorang dari dalam telepon


Arion keluar dari perusahaannya dan berjalan ke arah Cafe tersebut. Ia memesan secangkir kopi untuk menemaninya yang sedang di landa kegusaran dalam hati.


"Sorry gue telat," ucap seorang lelaki menghampiri Arion dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Arion.


"Lo emang biangnya telat," sahut Arion ketus


"Udah jangan ketus-ketus ama gue. Gue calon kakak ipar lo, kalau gue gak restuin hubungan lo sah-sah aja," ucap lelaki itu enteng. Lelaki yang berada di hadapan Arion saat ini ialah Arash kakak lelaki Zalfa


"Gue gak butuh restu lo, yang gue butuh restu orang tua lo," ucap Arion menohok sembari tersenyum devil.


"Adik ipar durhaka, gue santet pake jarum ****** lo," ucap Arash kesal.


"Udah gue lagi gak pengen bercanda, Gimana rencana selanjutnya?" tanya Arion tak sabar menatap tajam Arash.


"Sabar napa maemunahh," ucap Arash kesal menyeruput kopi milik Arion.


"Eh, tingkah lo itu gak ada mirip-miripnya anak pengusaha kaya raya"


"Lagian bukan gue yang kaya, jadi gak masalah dong," sahutnya cepat


"Ok, langsung saja, tanpa basa-basi lagi mari kita masuk ke segmen selanjutnya!" ucap Arash sedikit menghilangkan keseriusan yg ada.


Arash menjelaskan rencananya panjang lebar kepada Arion, Arion dengan patuhnya mengiyakan setiap arahan dari Arash, dan sesekali ia juga tak setuju dengan rencana sahabatnya itu. Ia takut rencananya akan membawa petaka untuknya, tapi bukan Arash namanya kalau di dalam rencananya tidak ada niat terselubung untuk mengerjai adiknya sekaligus sahabatnya itu.


"Gimana deal?" tanya Arash penuh semangat


"Deal deh," jawab Arion lesu.


"Kalau gagal gimana?" tanya Arion khawatir


"Lo Arion bukan sih? atau jangan-jangan lo malaikat yang lagi masuk ke tubuhnya. Arion yang gue kenal itu manusia berhati iblis, jadi bagaimana mungkin iblis kerasukan malaikat," ucap Arash tanpa pikir panjang.


"Lagian lo belum nyoba kenapa udah takut gagal, bersikap lah seperti iblis sejati, karena sekali iblis ya akan tetap menjadi iblis," ucap Arash tertawa sumringah

__ADS_1


Arion melempar sebuah pulpen yang ada di saku bajunya, pulpen tersebut tepat mengenai kening Arash. Arash mengusap keningnya pelan, ia merasakan sakit akibat lemparan yang keras tersebut. Terjadi perdebatan kecil diantara kedua sahabat itu, mereka sesekali mengejek satu sama lain dan terkadang tertawa akibat lelucon yang keluar dari mulut Arash.


__ADS_2