
"Hei," ucap Zalfa menepuk pundak Arion dari arah belakang, mencoba untuk membuat Arion terkejut, Arion begitu fokus dengan keindahan dari atas gedung kantornya itu sampai tidak menyadari bahwa wanita yang sebentar lagi akan bergelar istri tersebut masuk dan menghampirinya.
"Kamu sudah semakin berani ya sekarang," ucap Arion menatap tajam Zalfa, tidak ada ketakutan sama sekali pada Zalfa saat Arion menatapnya tajam, malah ia terkekeh menyaksikan sang lelaki di hadapannya itu seperti mencoba bersikap dingin seperti pertama mereka saling mengenal.
"Harus dong, karena sebentar lagi aku akan jadi nyonya muda dari keluarga Xavarius," sahut Zalfa dengan nada angkuh, ia melipat kedua tangannya di dada, lalu beralih dan berjalan duduk di atas sofa ruangan tersebut. Arion tersenyum, mengingat bahwa kini tak ada lagi jarak seperti dulu, sesaat dalam senyumnya ia harus segera menelan senyum tersebut karena panggilan telepon dari seseorang untuk Zalfa.
"Assala'mualaikum," Ucap Zalfa setelah menerima panggilan telepon dari orang yang amat di kenalnya. Arion tak mau mengalihkan pandangannya dari Zalfa bahkan ia mengerutkan dahi saat Zalfa menatapnya ketika ia mengangkat panggilan suara yang baru di terimanya
"Waalai'kumsalam" jawab seseorang dari balik telepon, Arion dengan cepat duduk berhadapan dengan Zalfa, ia menyuruh Zalfa untuk menloud speaker percakapannya dengan si penelpon. Zalfa menuruti permintaan Arion karena tak ingin Arion curiga padanya
"Apa kabar Fa," tanya Aga sedikit berbasa-basi, memang yang menelpon Zalfa saat ini ialah Aga, sudah beberapa minggu ia tak berkabar dengan Aga
"Baik, kamu sendiri apa kabar?" kini Zalfa balik bertanya. Arion menaikkan alisnya merasa kesal karena Zalfa merespon Aga dengan sikap santai
"Baik juga, Fa apa kamu sibuk? aku ingin bertemu denganmu, ada hal yang ingin aku bicarakan!"
Kini tatapan mata Zalfa tertuju pada Arion, menatapnya dengan sangat, seolah meminta persetujuan dari Arion. Karena ia tau betul Arion tak suka dengan Aga, Arion mengangguk mengiyakan sebab tak ingin terlalu mengekang Zalfa, takutnya Zalfa tak menyukai sifatnya itu
"Ok, kita ketemu di cafe biasa saja ya," ucap Zalfa mengiyakan maksud dari Aga yang telah menelponnya.
"Iya Fa, kalau begitu aku tutup ya assalamualaikum,"
"Waalaikumsalam." Zalfa menutup panggilan telepondan memasukkan handphonenya ke tas. Ia melihat Arion yang terus menatapnya tajam, dengan posisi kaki di silangkan.
__ADS_1
"Aku akan ikut kamu nemuin dia!" ucap Arion memberi perintah kepada calon istrinya, ia sangat tidak suka kalau Aga dan Zalfa bertemu, takut kalau cinta mereka akan bersemi kembali.
Zalfa harus geleng-geleng kepala ketika mendengar bahwa lelaki di hadapannya itu memintanya untuk ikut serta dalam sesi pertemuan ia dengan sang mantan.
Zalfa pun dengan terpaksa mengiyakan ucapan Arion, ia tak ingin terjadi kesalah pahaman seperti yang pernah terjadi sebelumnya
Zalfa dan Arion telah sampai di cafe yang telah mereka janjikan dengan Aga, Zalfa dan Arion berjalan menuju sebuah meja, yang di meja tersebut sudah duduk seorang lelaki dengan pakaian casualnya dan ia terlihat sangat mempesona.
"Udah lama datangnya Ga?" tanya Zalfa langsung kepada Aga setelah sampai di meja yang ia tuju, Aga mendongak kan wajahnya menatap sang wanita yang telah di tunggunya sedari tadi
"Enggak terlalu lama Fa," jawab Aga tersenyum, ia sangat bahagia ketika menatap wanita berhijab itu berada tepat di hadapannya, sampai ia tak menyadari bahwa Zalfa tak sendiri.
"Ehheemmhmm," Arion memperkencang dehemannya seakan memberitahu bahwa ia berada di antara mereka
"Siapa dia Fa?" tanya Aga menatap Zalfa, ia memberanikan diri bertanya langsung tanpa mencoba untuk basa-basi lagi.
Arion membesarkan bola matanya saat mendengar panggilan nama yang begitu akrab, ia saja yang sudah bertunangan belum pernah memanggil Zalfa dengan nama singkatnya
"Perkenalkan, saya Arion. Tunangan Afa, dan sebentar lagi kami akan segera melangsungkan pernikahan," jawab Arion menekankan setiap kata dari ucapannya, seolah memperjelas posisinya sebagai tunangan Zalfa. Zalfa terkejut sekaligus menahan tawa saat mendengar Arion menyebutkan namanya dengan sebutan Afa. Belum pernah sekalipun Arion memanggilnya Afa, mungkin ini pertama kalinya ia mendengar nama itu dari mulut Arion.
Tetapi, berbeda dengan Aga, rasa terkejutnya kini lebih ke rasa kecewa bahkan beralih ke rasa sakit yang tak pernah dapat ia jelaskan dan utarakan, ia tau betul bahwa kisahnya dan Zalfa hanyalah sebuah kisah masa lalu, namun, sungguh hal menyakitkan kalau mendengar bahwa wanita yang masih terus berada di hatinya itu akan menjadi milik lelaki lain.
"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Aga menatap Zalfa penuh tanya, ia penasaran dengan jawaban yang akan ia dengar dari Zalfa.
__ADS_1
"Tidak, aku memang akan segera menikah dengan Arion Ga," jawab Zalfa berterus terang kepada Aga, Aga semakin tak mampu untuk menahan rasa sakit yang kini melanda hatinya, seakan seribu jarum tertancap di jantungnya sehingga membuatnya tak berdaya
"Fa, aku tak pernah berharap mendengar pengakuan ini dari kamu," ujar Aga menelan senyum pahit yang kini menerpanya
"Ga, memang inilah kenyataannya. Dan aku kesini bukan untuk membahas tentang masalah ini, kamu bilang ada yang ingin kamu bicarakan sama aku, apa itu Ga?" tanya Zalfa mencoba mengalihkan pembicaraan mereka, ia tak ingin hal tersebut akan jadi Boomerang untuknya, Aga serta Arion.
"Aku mau kasih kamu ini, dan aku pikir aku akan memintamu untuk memulai semua dari awal, tapi aku rasa aku sudah terlambat," jawabnya menyerahkan bunga dan kotak yang berisi cincin di dalamnya. Arion tak suka dengan keadaan ini dimana sang mantan memberikan bunga sekaligus cincin untuk calon istrinya
"What's the hell." Arion kaget dengan apa yang terjadi, lelaki di hadapannya begitu tak tahu malu, bahkan berani mengatakan maksud pertemuan mereka itu di hadapannya, bahkan
benar-benar tak menganggap ia ada
"Aku mencintai Zalfa, dari dulu sampai sekarang. Tak ada yang berkurang sedikit pun bahkan rasa cinta itu semakin bertambah," tegasnya begitu jujur dengan perasaannya, Zalfa tak pernah menyangka bahwa ia akan berada di posisi ini, menyaksikan dua lelaki yang sama-sama ia sayangi akan berseteru
"Dan sayangnya cintamu itu tak ada apa-apanya untuk Zalfa, karena Zalfa sangat mencintaiku. Lebih baik buang rasa cinta kamu untuknya karena cintanya memang hanya untukku baik untuk saat ini dan seterusnya. Jadi, berhentilah berangan-angan!" ucap Arion begitu menohok, kebenciannya terhadap Aga seakan bertambah setelah pengakuan Aga tersebut.
"Aku tak akan pernah menyerah dengan cinta yang ku punya, bahkan aku akan merebut Zalfa darimu," sahut Aga tak mau kalah dengan Arion, bahkan mencoba menantang Arion. Aga menatap Zalfa nanar, seolah menyiratkan segala kesedihan yang ia rasakan.
"Fa, aku tau kamu tidak pernah membuangku dari hatimu, tapi aku mohon, Beri aku kesempatan untuk memperbaiki hal dulu pernah hancur!" pinta Aga terlihat lemag tak berdaya dalam ucapannya
"Ga, aku,,,," ucapan Zalfa terhenti saat tangan kekar seorang lelaki menggenggam erat pergelangan tangan Zalfa dan membawanya pergi dari tempat tersebut.
_______________
__ADS_1
Hai teman-teman 🤗 jangan lupa berikan dukungan kalian dengan cara LIKE,KOMEN serta VOTE karya aku ini. serta selalu favorit kan cerita ini ya teman-teman ❤😘