Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu

Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu
episode 14


__ADS_3

Malam dengan kesunyiannya datang, menghampiri Zalfa yang sudah kembali bergulat dengan pekerjaannya yang belum selesai tadi. Ia mengerjakan desain dengan teliti, dan berulang kali memperbaiki jika terdapat kesalahan dalam desainnya. Zalfa begitu fokus dengan pekerjaannya sampai ia tak menyadari bahwa waktu pun berlalu dengan begitu cepat. Ia tersentak ketika mendengar suara yang bergema di sebuah mesjid yang tak jauh dari apartemen miliknya.


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar


Asyhadu allaa illaaha illallaah.


Suara azan masih terdengar jelas di telinga Zalfa. Ia segera bangun setelah menyelesaikan desainnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat subuh. Selesai shalat Zalfa merebahkan dirinya ke ranjang, belum lama ia rebahan matanya sudah terlelap terlalu jauh. Wajar saja, sudah semalaman ia begadang demi desain yang akan di berikan untuk sebuah proyek besar.


"Drrrtttt.......drttt......"


"Halo assalamualaikum," ucap Zalfa memberi salam, ia mengucek matanya ketika melihat layar ponselnya yang berdering, disana tertera nama seorang wanita yang tak lain adalah ibunya.


"Waalaikumsalam warahmatullah," sahut Zahira dari balik telfon


"Sayang apa kamu sibuk hari ini? mama sama papa ingin bertemu sama kamu, ada hal pentinh yang ingin kami bicarakan,” tanya Zahira lembut.


"Sibuk ma, tapi Zalfa usahakan untuk bertemu mama sama papa,” jawab Zalfa


"Baiklah, nanti kita ketemu di tempat biasa,"


"Iya maa. Ma kalau tidak ada hal lain, Zalfa mau siap-siap ke kantor dulu" ucap Zalfa melirik jam diatas nakas, dilihatnya jarum jam sudah berada di angka 6.15.


"Assalamualaikum warahmatullah"


"Waalaikumsalam warahmatullah." Zalfa mematikan sambungan telepon dan berjalan menuju arah kamar mandi, tak butuh waktu lama untuknya membersihkan diri, selesai dari kamar mandi ia menuju lemari pakaian, ia mengambil setelan kantor yang sudah dipersiapkannya semalam.


___________________


Mentari Angkasa

__ADS_1


Zalfa berjalan dengan sedikit terburu-buru ketika memasuki lobi kantor, ia sudah terlambat 10 menit diakibatkan kemacetan yang panjang di pagi hari.


"Pagi Zalfa," ucap salah satu karyawan lelaki.


"Pagi," jawabnya singkat sembari tersenyum, tanpa Zalfa sadari para karyawan lelaki yang melihat senyuman Zalfa sudah panas dingin dan juga sapaan mereka dibalas.


Tak jauh dari tempat Zalfa berada, seorang lelaki menatap tajam kearahnya dan juga para karyawan laki-laki yang berada di lobi tersebut. iya berjalan menuju arah lift dan sesaat langkahnya terhenti tepat di hadapan Zalfa.


"Sepertinya kamu senang sekali disapa karyawan laki-laki” ujar Arion sinis


"Enggak kok pak, Lagian apa salahnya membalas sapaan mereka. Kita harus membiasakan diri untuk ramah ke siapapun," ucap Zalfa cuek tanpa menatap Arion, sedangkan Arion sudah dibuat kesal karena Zalfa tak menatapnya saat berbicara.


"Yasudah, kalau begitu saya duluan pak” pamit Zalfa melangkahkan kakinya menuju lift dan menutup pintu lift ketika sudah berada di dalamnya.


"Bisa bisanya dia mengabaikanku, tapi malah bersikap ramah terhadap karyawan laki-laki. Dia sudah semakin berani denganku, lihat saja apa yang bisa kulakukan," gerutu Arion kesal.


Arion masuk ke ruangan dan merebahkan tubuhnya di kursi kebesarannya, iya masih kesal ketika memikirkan Zalfa yang begitu acuh terhadapnya.


Arion mengambil telepon di atas mejanya dan menekan nomor seseorang.


"Masuk keruangan saya sekarang!" perintahnya sebelum mematikan telepon


"baik pak"


Taklama masuk seorang wanita keruangannya, wanita yang tak lain adalah Zalfa. Zalfa berdiri dengan patuh di depan meja Arion


"Ada masalah apa pak?" tanya Zalfa sopan.


"Nanti siang kita ada meeting dengan klien dari DK Group. Saya mau kamu memaparkan desain yanh kamu rancang, dan saya berharap kamu tidak mengecewakan!" pinta Arion, Arion begitu sibuk dengan laptopnya. Iya berbicara tanpa menatap lawan bicaranya, Arion menutup laptopnya dan pandangannya tiba-tiba mengarah ke wajah Zalfa. Seketika jantung Arion berdegup dengan cepat tak kala iya menatap wanita di hadapannya itu, dengan cepat Arion memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Kenapa dengan jantungku? apakah aku punya riwayat penyakit jantung?" tanya Arion dalam hati sambil memegang dadanya


"Pak," panggil Xalfa mengagetkan Arion yang sedang terbuai dengan pertanyaannya sendiri.


"Iya, kenapa," tanya Arion gelagapan


"Saya permisi kalau tidak ada pekerjaan lain" pamit Zalfa undur diri dari hadapan Arion


"iya" jawabnya singkat


Zalfa meninggalkan ruangan Arion dengan beribu pertanyaan muncul di otaknya.


'Apa pak Arion sakit, ia terus menerus memegang dadanya,' gumam Zalfa lirih ketiak sedang berjalan menuju ruangannya


"Sudahlah lupakan saja, untuk apa aku peduli padanya" ucapnya ketika berada di depan pintu ruangannya, Zalfa masuk dan disana ia mempersiapkan dengan matang desain dan keperluan yang akan dibawanya nanti bertemu klien.


*Ruang Meeting*


Zalfa menyerahkan hasil desainnya kepada klien dari DK group


Ia mulai memaparkan satu persatu hasil desainnya secara mendetail. Zalfa begitu lihai dalam pemaparannya, di dalam ruangan meeting, klien dari DK Group maupun Arion dan Ardi menatap kagum Zalfa yang begitu menakjubkan


Arion sampai tak berkedip sedikit pun ketika menatap Zalfa yang luar biasa di hadapannya, ia sudah sangat yakin untuk menjadikan Zalfa miliknya.


Zalfa sudah menyelesaikan pemaparannya tentang desain yang dirancangnya. Perusahaan DK group semakin berminat untuk bekerja sama dengan Mentari Angkasa setelah menyaksikan kehebatan wanita yang berada di depan mereka itu, DK group langsung menandatangani kontrak kerjasama tanpa ada keraguan. Mereka mulai meninggalkan ruang meeting, setelah kontrak dan jabat tangan tanda kerjasama terjadi, namun tidak dengan Zalfa, iya masih berada diruang meeting dan menghela nafas kasar setelah semuanya berakhir.


"Alhamdulillah selesai," ucap Zalfa lirih tanpa memperhatikan Arion yang masih di ruangan yang sama dengannya.


"Kamu sangat mengagumkan, saya bangga memiliki karyawan sehebat kamu," puji Arion menatap lekat wanita di hadapannya itu.

__ADS_1


"Terimakasih atas pujian nya pak. Semoga saya bisa lebih baik lagi, dan terimakasih juga atas kepercayaan bapak kepada saya,” ucap Zalfa sopan menatap Arion yang sudah tersenyum tipis kepadanya.


Arion semakin dibuat kagum dengan wanita berhijab itu. Sudah berada di puncak namun sedikit pun tak terlintas kesombongan didalam dirinya, malah kerendahan hati yang di tampilkannya.


__ADS_2