Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu

Cintanya Untukku Dan Cintaku Untukmu
episode 32


__ADS_3

Zalfa menoleh ke arah sumber suara, matanya melebar melihat sosok yang datang menghampirinya dengan raut wajah tak bersahabat. siapakah sosok tersebut ??? ciee penasaran ya wkwk.


sosok yang memanggil nama Zalfa adalah Arion. dengan cepat Zalfa menghapus air matanya dan merapikan jilbab nya yang sudah sedikit lusuh.


"Kenapa kamu bisa ada disini” tanya Zalfa tanpa menatap, wajahnya menunduk ke bawah sambil mengayun ayunkan kakinya di atas rumput.


"Aku datang untuk menghukum mu” ucapnya santai dengan posisi yang sudah duduk di samping Zalfa


"Menghukum ku? memang nya aku salah apa padamu?” tanya Zalfa menatap heran. Arion mengernyitkan dahinya tak habis pikir ternyata wanita di depannya itu tidak menyadari kesalahan yang diperbuat.


"Coba ingat kembali kesalahan apa yang sudah kamu lakukan sampai aku mencarimu kesini!” titah nya menatap tajam Zalfa dengan menyilangkan kedua tangannya. Zalfa tersadar maksud dari perkataan Arion, ia tidak pamit pulang lebih dulu kepada Arion.


" Hehe. sorry, aku tadi buru-buru ingin ke suatu tempat.” bohong Zalfa tersenyum tipis.

__ADS_1


"Kalau kau ingin berbohong, cari saja orang lain jangan aku, aku tidak sebodoh itu untuk mempercayai kebohongan mu.” sahut Arion menohok, tepat sasaran, itulah kata yang cocok untuk menggambar kan omongan Arion terhadap Zalfa. Zalfa tersenyum kecut mendengar sahutan Arion yang begitu blak blakan terhadap nya.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak.” ujar Zalfa beranjak pergi dari tempat duduk nya.


"Aku tahu dia kembali, Apa kau masih mencintainya?” tanya Arion sedikit berteriak, Zalfa tersentak di tempatnya, langkahnya terhenti, dada nya serasa sesak, tapi ia berusaha menguatkan dirinya di depan Arion.


*2 jam yang lalu*


Arion berjalan menuju ruangan Zalfa, disana ia tidak menemukan Zalfa ataupun tas Zalfa di atas meja kerja, ia mengambil handphone di saku celana nya dan memilih kontak yang beratas nama kan Zalfa. Arion memulai panggilan suara tapi tak kunjung terhubung dengan si empunya nomor. "Kemana ia pergi, berani sekali tidak menjawab telepon ku.” gerutu Arion kesal, Arion terpikirkan sebuah cara, ia melacak nomor telfon Zalfa, Arion segera keluar dari kantornya setelah berhasil menemukan lokasi dimana Zalfa berada, ia menuju parkiran dan masuk kedalam mobil dengan tergesa-gesa, ia mengemudikan mobil kesayangan miliknya dengan sedikit cepat. di tengah perjalanan ia mendapat sebuah panggilan telefon dari seseorang.


"Aga Perwira sudah kembali ke Indonesia 3 hari yang lalu. saat ini dia sedang dirawat di rumah sakit Medica Hospital , yang menemukan Aga ketika ia terluka adalah Nyonya Zalfa, dan dari hasil penyelidikan saya Nyonya Zalfa sedang berada di rumah sakit tersebut” Arion memutus kan panggilan telefon secara sepihak ketika mendengar berita tak mengenakkan itu. darah Arion berdesir sampai ke ubun, di pukulnya stir mobil dengan keras untuk meluapkan emosi nya yang sudah tak tertahan lagi.


"Kau akan tahu akibat bermain main dengan ku Aga Perwira.” berang Arion emosi, ia melajukan mobilnya dengan cepat, menklakson setiap mobil yang menghalanginya dengan bertubi tubi, beribu umpatan keluar dari pengemudi lainnya, Arion mengemudi bak orang kesetanan. pikirannya begitu kalut sehingga setiap umpatan tak di indahkan nya.

__ADS_1


Arion sampai dirumah sakit dalam waktu 25 menit, sangat cepat bukan, padahal jarak tempuh perusahaan ke rumah sakit membutuhkan waktu 45 menit. ia membanting pintu mobil dengan keras ketika sudah sampai di rumah sakit tersebut. pandangan nya langsung tertuju kepada seorang wanita yang sedang menangis sesenggukan di sebuah kursi taman, wanita itu ialah wanita yang dicarinya.


**************


"Pertanyaan konyol macam apa itu?” tanya Zalfa masih membelakangi Arion. ia membalikkan tubuhnya dan menatap Arion yang sudah sedari tadi manatap nya sendu. entah apa yang dirasakan Zalfa, dadanya serasa perih ketika melihat wajah sendu Arion, ekspresi yang belum pernah di tampilkan Arion. "Ada apa ini, kenapa hatiku terasa perih melihatnya seperti orang terluka.”


Arion mendekat ke arah Zalfa, ia menatap mata sembab Zalfa.


"Masih adakah dia dihatimu ?” tanya Arion kembali menatap nanar manik bola mata Zalfa, rasa sakit seakan menyerang keduanya. Arion tidak tahu kenapa mulutnya bertanya hal seperti itu, entah karna rasa kurang percaya pada dirinya telah runtuh karena belum bisa menaklukkan hati wanita di hadapan nya itu. Ketika Zalfa ingin menjawab pertanyaan Arion lirikan matanya tertuju pada seorang pria yang menatapnya tak kalah sendu dengan air mata yang sudah mengalir di pipi.


"Aku tidak mencintainya, dia masa lalu ku yang begitu kelam, bagaimana mungkin aku masih mencintainya. di hatiku hanya ada kebencian kepada nya bukan lagi rasa cinta.” jelas Zalfa tersenyum tipis, ia dengan sengaja mengatakan hal tersebut karna ia tau Aga sedang melihatnya bersama dengan Arion. rasa sakit selalu menyerang Zalfa ketika ia mengucapkan kata kata seperti itu, entah apa yang terjadi dengan hatinya, yang ia tahu ia membenci Aga, tapi hatinya seakan tak rela untuk membenci laki laki yang pernah mengisi hatinya itu. hati Aga seakan diledakkan oleh bom waktu, keadaan begitu kejam terhadap nya, wanita yang di cintainya dengan jelas mengaku membencinya dan tidak mencinta dirinya lagi di depan seorang pri yang tidak ia kenal.


"Terima kasih karna kau tidak mencintainya lagi, Maaf karna aku bertanya hal konyol seperti itu.” ujar Arion tersenyum, hatinya sedikit lega karna tahu Zalfa membenci Aga, jadi ia tidak perlu bersusah payah menyingkirkan rival cintanya. Arion menggenggam tangan Zalfa dan berucap "Ayo kita pulang calon istri ku” Arion menggandeng tangan Zalfa berjalan beriringan bersama, Zalfa berusaha kuat melepaskan genggaman tersebut tapi ia kalah kuat dari Arion.

__ADS_1


"Arion kita bukan mahram, tidak boleh bersentuhan.” ucap Zalfa menatap Tajam Arion. Arion tertawa kecil mendengar ucapan Zalfa. ia segera melepaskan genggaman nya dari tangan Zalfa.


"Maaf sayang, kukira sebentar lagi kau akan menjadi istri ku, malah kita akan melakukan hal yang lebih dari sekedar pegangan tangan," goda Arion menahan tawa ketika melihat ekspresi wajah Zalfa yang sudah memerah akibat menahan malu. Mereka masih jalan beriringan walau tidak lagi bergandengan.


__ADS_2