Cold CEO My Husband

Cold CEO My Husband
bab 22.memajukan acara pertunangan


__ADS_3

"Sley gimana kemarin?"tanya Evelin,saat ini mereka sedang berada di markas.


"Gimana apanya"ucap Ainsley yang masih tetap fokus dengan laptop di depan nya.


"Ya itu tentang perjodohan lo,gimana lancar? terus cowok nya ganteng gak?masih muda? atau sugar Daddy?"tanya Evelin.


"Ya begitulah,kalau di bilang ganteng emang iya tapi gak seganteng song Jung Ki,gue lihat sih masih muda."


"Boleh dong liat foto nya"ucap Tasya.


"gue gak punya"


"Hah masa calon suami sendiri gak punya foto nya ya minimal punya foto atau gak punya nomor hp nya gitu"ucap Fani.


"Buat apa gue punya foto sama nomor nya gak guna tau."


"Terus kapan acara pernikahan nya, jangan lupa undang kita yah"ucap Tasya.


"Katanya sih satu bulan lagi acara pertunangan nya,dua bulan lagi acara pernikahan nya,tapi kayak nya pernikahan nya gak bakal terjadi."


"Lah kenapa?"tanya Evelin.


"Gue bakal usahain buat misi gue selesai dalam waktu dua bulan ini,gue gak mau terikat pernikahan tanpa ada rasa cinta di dalam nya gue juga gak tau gimana orang nya sikapnya perilakunya nanti dan yang paling penting gue juga gak tau apa dia bisa ngebimbing gue apa enggak, lagian itu kan cuman perjodohan"ucap Ainsley.


"Iya juga sih ya udah yok kita bantuin supaya misi nya cepat selesai"ucap Evelin.


"Yok kerja lagi kerja gays"ucap Tasya.


Mereka pun kembali mengerjakan tugas nya masing masing.


"Makasih banget yah kalian udah mau bantuin nyelesain misi nya,kalau gak ada kalian di sini mungkin gue udah pusing sendiri"ucap Ainsley.


"Santai sley gak papa kok kita malahan senang bisa bantuin lo,tapi lebih tepatnya kita kayak kerja yah setiap minggunya lo selalu kasih kita duit,jadi lebih tepatnya kita kerja buat lo nyelesain misi nya"ucap Evelin.


***


Tak terasa sudah hampir satu bulan Ainsley berada di Jakarta untuk menyelesaikan misi nya,dan bersyukur misi nya lancar dan ada kemajuan pesat.


"Wah ternyata banyak juga yah yang ikut serta mau menghancurkan keluarga Alexander"ucap Evelin melihat foto foto orang yang mau menghancurkan keluarga Alexander di tembok markas mereka.


Mereka tak asal asal menuduh orang karena mereka berempat sudah menggali informasi lebih lanjut tentang satu persatu orang yang berkhianat.


"Iya,tapi kita harus mengetahui terlebih dahulu siapa salah satu di antara mereka yang menjadi ketua nya"ucap Ainsley serius.


"Bener juga,tapi nih kalau menurut gue yang jadi ketua nya itu ini"ucap Tasya menunjukkan salah satu foto.

__ADS_1


"Gak menurut gue yang jadi ketua ini karena dia yang paling serem"ucap Fani.


"Muka serem belum berarti otak nya cerdas"ucap Evelin.


"Iya juga sih."


Tring


Tiba tiba ponsel Ainsley berbunyi menandakan ada seseorang yang menelponnya.


Ainsley pun melihat siapa yang menelponnya dan tertera di handphone nama mami disana, Ainsley pun langsung menggeser tombol hijau tanda mengangkat telpon itu.


"Hallo assalamualaikum"ucap Ainsley.


(Wa'alaikumussalam sayang kamu bisa pulang sekarang gak)


"Emangnya kenapa mami?"tanya Ainsley.


(Udah kamu kesini aja nanti mami jelasin kalau kamu udah nyampe disini)


"Ya udah bentar lagi aku kesana"Ainsley pun langsung menutup panggilan itu.


"Kenapa?"tanya Evelin.


"Gue disuruh pulang gak tau mau ngapain tapi kayak nya serius soalnya jarang jarang mami nyuruh gue pulang"ucap Ainsley.


Ainsley pun langsung pergi dari markas itu,butuh waktu sekitar tiga puluh menit untuk sampai di mension nya.


"Assalamualaikum"ucap Ainsley memasuki rumah.


"Wa'alaikumussalam"ucap orang yang berada di rumah itu.


Dapat Ainsley lihat semua keluarganya sedang berada di sofa ruang tamu.


"Akhirnya kamu datang,sini sayang"ucap Tanisha.


Ainsley pun berjalan ke sana"ada apa?"tanya Ainsley karena melihat raut wajah orang orang yang berada di sana seperti serius.


"Duduk dulu nak"ucap Felix, Ainsley pun menuruti.


"Kita akan memajukan acara pertunangan kamu dengan Reynold yang tadinya acaranya akan di laksanakan dua mingguan lagi menjadi besok"ucap Erland.


"Apa"ucap mereka yang berada di sana tak terkecuali Ainsley juga kaget mendengar hal itu.


Ya, mereka yang berada di sana pun tak tau jika acara pertunangan Ainsley akan di majukan menjadi besok,kerena tadi Erland hanya berkata jika pertunangan Ainsley akan di majukan tali tak berkata jika akan di majukan menjadi besok.

__ADS_1


"Kenapa jadi besok opa kan kita belum ada persiapan apa apa"ucap Tanisha.


"Bukan opa yang meminta memajukan acara pernikahan nya, keluarga derix yang minta opa juga sudah meminta agar jika ingin di majukan untuk satu mingguan lagi tapi keluarga derix tetap kekeh untuk besok"ucap Erland.


"Tapi opa kan kita sudah sepakat agar acara pertunangan nya dua mingguan lagi, pokoknya aku gak setuju kalau akan di majukan besok"ucap Ainsley.


"Sudah nak terima saja kita tidak bisa mensk karena ini sudah mutlak keputusan dari pak derix"ucap Felix.


"Iya opa pliss lah kita belum beli baju,kesalon,boking hotel kita juta juga belum mempersiapkan dekorasi nya dan lain lain"ucap Tanisha menjadi panik sendiri.


"Tak perlu panik anak ku,kita mempunyai banyak uang untuk apa jika tidak di manfaatkan, tenang saja semua akan aman karena kita banyak uang mau acara pernikahan nya besok pun tidak masalah"ucap Erland terlihat santai.


"Opa tapi kan-"belum selesai Ainsley berkata sudah di potong oleh Erland.


"Tidak ada tapi tapian lagi sayang,sudah kamu terima saja,tenang besok hanya acara pertunangan saja untuk acara pernikahan nya masih akan di laksanakan satu bulan dua minggu lagi"ucap Erland yang seperti mengerti dengan apa yang ada di isi kepala Ainsley.


"Huh baiklah"ucap Ainsley pasrah.


"Bagus, Tanisha cepat panggil orang salon,sfa sama yang lain untuk datang kesini mempersiapkan kalian, untuk yang lain biar opa,Felix dan keluarga derix yang mengurus kalian tinggal terima beres saja"ucap Erland.


Tanisha pun buru buru menyuruh asisten nya untuk menyiapkan segalanya dia tak akan lupa untuk memperias dirinya dan juga sang anak agar besok tampik cetar membahana.


Sedangkan Felix Erland akan pergi ke tempat pertemuan dengan keluarga Fernando mereka akan menyiapkan hal lain seperti dekor, booking hotel dan lain sebagainya.


Sementara ainsl tampak jengah dengan semua yang ada di hadapannya itu,"ribet amat sih sumpah mana gue lagi cape gini"ucap Ainsley yang masih duduk di kursi tadi.


Ainsley pun memutuskan untuk rabahan sebentar di kursi sofa itu, namun tanpa sadar ternyata Ainsley malah tertidur disana.


Tak lama orang suruhan Tanisha pun datang ke mension Alexander.


"Ayo mari masuk nyonya Tanisha sudah menunggu"ucap salah satu meid.


"Akhirnya kalian datang juga"ucap Tanisha melihat orang pekerja salon,sfa dan lain lain.


"Mau di sfa dulu atau apa nyonya?"tanya orang itu.


"Ya lebih baik di sfa dulu bentar saya panggilkan anak saya"Tanisha pun memanggil Ainsley.


"Astaga ini anak malah tidur, kayaknya dia kacapean deh gak tega aku banguni nya"ucap Tanisha.


"Tapi ya udah lah bangunin aja,sayang ayo bangun kita harus perawatan dulu"ucap Tanisha menggoyang lengan Ainsley.


Ainsley pun menggeliat"apa mami"ucap Ainsley dengan suara serak khas bangun tidur.


"Ayo bangun kita perawatan dulu,tuh orang orang nya udah pada dateng"ucap Tanisha.

__ADS_1


Dengan sangat sangat terpaksa Ainsley bangun,dan mulai perawatan dengan mami nya itu.


__ADS_2