
"kenapa jalan Lo jadi aneh banget sley?"tanya Fani,yang tak sengaja memperhatikan cara jalan Ainsley.
Ainsley pun menjadi gelagapan entah apa yang harus dia jawab sekarang,mengapa teman nya itu sangat jeli sekali, padahal Ainsley sudah berusaha untuk tidak menampakkan gerak jalan aneh nya itu.
Setelah tadi di buat gelagapan saat mereka menanyakan tentang muka dan juga matanya yang terlihat bengkak dan pucat, sekarang ada lagi pertanyaan yang semakin membuat nya bingung harus menjawab apa.
"I-ini anu itu,ke apa yah namanya ke- bentur sama meja,iya kebentur meja"ucap Ainsley,dia bingung harus berkata apa jadi yah sudah yang ada di kepala saja dia ucapkan.
Walaupun ya lumayan lah bisa di jadikan alasan tidak terlalu ngacamling,kalau orang sunsa mah,gak tau lah bahasa Indonesia nya apa.
"Hah kebentur meja,emang sampe segitunya yah?kenapa bisa nyampe kebentur meja emang apa yang lo lakuin?"tanya Tasya,dan lagi lagi Ainsley pun bingung harus berkata apa,kenapa teman temannya itu memperpanjang masalah nya.
Sedangkan Evelin yang biasanya sangat jeli itu pun hanya diam saja, sesekali dia tersenyum,oh yang pastinya dia tidak sebodoh teman temannya yang lain.
Dia cukup tau mengenai hal hal yang terjadi dalam rumah tangga termasuk sqwidadap,dan yang pastinya Evelin tau tentang bagaimana seorang wanita jika sudah melakukan hal itu.
"Lo kenapa? Dari tadi senyam senyum sendiri gak sehat Lo?"tanya dara yang sedari tadi melihat Evelin tersenyum sendiri, dia seperti ingin menyemburkan tawa nya namun di tahan.
"Ouh enggak kok,gak papa udah deh kalian tuh ngapain sih nanyain yang gak jelas sama Ainsley dari tadi,fokus kerja"ucap Evelin.
"Ye emangnya gak boleh?"tanya Fani,"bukan gak boleh Fani sayang cuman yah harus tau kondisi sekarang kita lagi kerja,fokus aja kerja nanya nya nanti aja"ucap Evelin membuat Ainsley bernafas lega karena teman nya yang lain kembali fokus pada pekerjaan nya.
"Emang paling ngerti si Evelin"ucap Ainsley dalam hatinya.
"Jangan di tanyain gitu, nanti Ainsley bingung mau jawab apa,kalau mau jawaban nya habis di unboxing sama paksu"ucap Evelin saat ruangan itu hening.
Dan seketika semua orang yang berada di sana pun menatap ke arah nya,tak terkecuali Ainsley dia sampai tersedak ludahnya sendiri,dia kira memang Evelin akan menyelamatkan nya dalam pertanyaan Tasya dan Fani.
__ADS_1
Nyatanya dia malah langsung to the poin,mana ngomong nya pas lagi sunyi lagi, membuat semua orang dengan jelas mendengar nya.
"Maksud Lo"ucap dara, Evelin pun tersenyum lalu menaikan sebelah alisnya tersenyum manis ke arah Ainsley.
Semua orang yang ada di sana pun langsung mengarahkan pandangannya kepada Ainsley dengan tatapan tanda tanya,yang di tatap seperti itu pun tak bisa menyembunyikan rona wajah nya.
Ainsley semakin menunduk agar dia tak terlihat sedang salting melting kan malu banget coyyyyy.
"Bener sley?"tanya Fani,dia sudah tak sabaran ingin mendengar kebenaran nya dari mulut yang bersangkutan.
Ainsley pun tak menjawab pertanyaan dari Fani,dia terus diam tak tau mau berkata apa , rasanya dia ingin menghilang saja dari sana.
Sementara Evelin dia sudah tak bisa lagi menahan tawanya,dan langsung menyembur kan tawa itu, hingga membuat nya sakit perut.
"Udah ihh kalian itu jangan sok polos deh,masa kayak gitu aja gak tau,mana mungkin dia mau ngaku,malu markonah udah jangan di tanya lagi kasihan tuh muka nya udah merah gitu"ucap Evelin dengan nada di ucapan terakhir nya sedikit meledek.
**
**
**
Seperti biasa jika sudah sore maka Ainsley akan pulang dan mengerjakan pekerjaan nya di rumah namun kali ini dia pulang sendiri tak di temani oleh dara.
"Mampir dulu ke supermarket kali yah"ucap Ainsley,dia pun memberhentikan mobilnya di supermarket di sana.
Saat sedang memilih barang barang tiba tiba,dirinya tak sengaja menabrak seseorang"eh mas maaf maaf saya gak sengaja"ucap Ainsley membantu memunguti barang barang laki laki itu.
__ADS_1
"Iya mbak gak papa"ucap laki laki itu,dan betapa kagetnya dia saat melihat wajah wanita di hadapan nya itu.
"Dia, bukannya dia pacar nya Reo yah"ucap nya dalam hati.
"Ini mas sekali lagi saya minta maaf"ucap Ainsley,merasa tak enak hati,ya salahnya juga sih karena tidak hati hati.
Karena tidak fokus saat memilih barang itu membuat dia menabrak laki laki itu,"ini semua gara gara Reynold sialan,gara gara dia gue jadi gak fokus"ucap Ainsley merutuki laki laki yang sedari tadi terus berkeliaran di pikiran nya itu.
"Iya mbak,saya juga minta maaf"ucap Andrian, ya laki laki yang Ainsley tabrak adalah Andrian.
"Kamu bukan nya pacar nya Reo yah?"tanya Andrian,"hehehe mungkin mas nya salah orang,saya gak kenal sama yang namanya Reo"ucap Ainsley,dia memang seperti tak asing dengan nama itu,tapi dirinya tak ingat.
Maklum lah kan Reo sudah hampir dua bulan ini mendekam di penjara,dan juga dia hanya satu kali bertemu dengan laki laki itu,dan sudah tak mendapatkan informasi lagi tentang nya karena dia sudah tak berteman lagi dengan circle angel.
"Apa gue yang salah liat yah,atau emang muka nya mirip aja kali yah,bener juga sih kemarin gue liat dia ada di Bandung,dan pakaian sama rambut nya juga bukan kayak gini"ucap Andrian.
Ya kemarin dia baru saja pergi ke Bandung untuk sebuah pekerjaan dan tak sengaja melihat Alesya di sana.
"Ouh maaf soalnya kamu mirip banget sama cewek nya temen saya,ouh iya nama mbak nya siapa?"tanya Andrian.
"Nama saya Ainsley mas"ucap Ainsley.
"Ouh iya kenalin saya Andrian,salam kenal ouh iya ini ada kartu nama saya,kali aja mbak nya butuh tempat curhat atau mau jadi tempat seumur hidupnya juga boleh"ucap Andrian memberikan kartu namanya pada Ainsley,yang langsung di terima oleh Ainsley,ya kan mana mungkin dia menolak gak enak juga.
"Iya nanti kalau saya butuh saya Chet no nya."
"Iya sens aja, anggap gue temen Lo,eh gue duluan yah"ucap Andrian, karena dia tipekal orang yang mudah bergaul dia langsung bisa menyesuaikan diri nya.
__ADS_1