
Saat di pertengahan jalan Reynold menghentikan laju motornya saat melihat motor milik nya terparkir di depan sebuah cafe.
"Turun"perintah Reynold pada Adelio,"harusnya bos dulu yang turun baru saya"ucap Adelio, Reynold pun langsung turun.
"Sumpah malu banget gue dari tadi di liatin sama orang orang"ucap Adelio,"thanks lo boleh pergi"ucap Reynold.
"Lah katanya tadi mau ke markas"ucap Adelio heran bukannya tadi Reynold berkata jika akan pergi ke markas, sekarang malah turun di dekat cafe.
"Gak jadi nanti gue nyusul ke markas"ucap Reynold lalu pergi dari hadapan Adelio.
Adelio pun mendengus kesal lalu menjalankan kembali motor nya, sedangkan Reynold berjalan ke arah motornya,dia juga melihat Ainsley yang sedang makan entah dengan siapa karena tertutup jadi Reynold tak melihat Ainsley berbicara dengan siapa.
Reynold pun melihat di motor nya masih menggantung kunci motor"ceroboh"umpat Reynold,lalu sesaat kemudian dia menyeringai tersenyum smrik.
Reynold kemudian membawa motor nya pergi dari cafe itu,di dalam cafe Ainsley tampak sangat menikmati makanan serta obrolan mereka di selingi canda tawa.
"Udah yok pulang,dah kenyang juga"ajak Tasya di angguki oleh mereka"bentar gue bayar dulu kalian duluan aja ke parkiran "ucap Ainsley lalu beranjak membayar makanan nya.
Sementara mereka bertiga pun keluar menuju parkiran"lah kemana motor Ainsley "ucap Fani yang tak melihat motor Ainsley terparkir di samping motor Evelin.
"Iya kemana yah bukan nya tadi motor nya di parkir di sini"ucap Evelin." Apa jangan jangan ada yang maling motor nya lagi"ucap Tasya panik.
"Gak mungkin kan gak ada kunci nya"ucap Evelin di angguki oleh mereka,tak lama datang kah Ainsley.
"Yok pulang"ucap Ainsley meronggah saku nya yang seingat nya tadi dia memasukkan kunci motor disana,namun yang di cari ternyata tidak ada, Ainsley pun mulai panik.
__ADS_1
"Aduh dimana yah kunci motor gue, perasaan tadi gue masukin ke sini"ucap Ainsley."wah ini mah udah pasti sley motor lo di bawa maling"ucap Tasya.
"Hah maksud nya"ucap Ainsley tak mengerti, Tasya pun menunjuk ke arah samping motor Evelin yang tadi di isi oleh motor Ainsley.
"Hah motor gue kemana"ucap Ainsley bertambah panik"ya mana kita tau sley"ucap Fani.
"Mungkin tadi lo lupa gak kebawa kunci motor nya jadi ada yang bawa"ucap Evelin."aduh gimana dong itu motor nya orang yang mau di jodohin sama gue,kalau beneran di bawa maling,haduh mati gue"ucap Ainsley tampak prustasi,jika motor nya yang kena maling tak apa bisa beli lagi lah ini kan motor calon suaminya.
"Mending kita lihat cctv aja siapa tau kita bisa tau siapa yang bawa motor lo"saran Fani di angguki oleh mereka.
Mereka pun berjalan pergi ke ruang keamanan yang berada di cafe itu"permisi pak saya mau melaporkan bahwa motor temen saya ada yang bawa,kita mau lihat cctv"ucap Evelin.
"Apa motor nya di simpan di parkiran depan mbak?"tanya petugas cctv itu di angguki oleh mereka."aduh maaf mbak cctv di parkiran sedang rusak baru mau di perbaiki jadi tak ada rekaman cctv nya"ucap nya lagi.
"Lah terus gimana dong"ucap Ainsley."apa ada cctv yang mengarah ke tempat parkiran"ucap Fani.
"Ya sudah terima kasih pak,kamu permisi"ucap Fani, mereka pun berlalu dari ruangan keamanan itu.
"Aduh gimana dong tolongin gue"ucap Ainsley"prustasi amet lo tinggal beli lagi aja kan uang lo banyak gak bakal sudah cari motor kayak gitu"ucap Tasya kelewat santai.
"Iya semua akan aman selagi kita punya uang,bener tuh kata Tasya santai aja"ucap Fani.
"Bukan urusan motor nya,kalau itu mah gampang ganti rugi ke orang nya juga bisa,tapi yang jadi masalah tuh orang nya bisa terima gak kita kan gak tau kalau misalnya motor itu banyak kenangan nya,terus dia minta agar kembalikan lagi motor nya"ucap Evelin di angguki oleh Ainsley yah sedari tadi dia memikirkan hal itu dia takut jika Rey tak ingin meneriman ganti rugi nya.
"Kan kita gak tau kalau gak di coba dulu, lagian mana mungkin kan itu motor calon suaminya Ainsley gue yakin dia gak bakal marah kok,masa marah sama calon istri"ucap Tasya.
__ADS_1
"Tapi bener juga sih, mending lo terus terang aja sekarang sama dia semoga dia gak bakal marah"nasihat Evelin.
"Hm ya udah deh"ucap Ainsley pasrah."terus kita pulang gimana dong"ucap Tasya.
"Gue pesen taxsi onlen dulu"ucap Ainsley"ya udah gue sama Fani duluan yah"ucap Evelin di angguki oekh Ainsley.
Mereka berdua pun menunggu taxsi yang di pesan Ainsley,tak lama texsi mereka pun sudah sampai, Ainsley terlebih dahulu akan mengantarkan Tasya untung saja mereka se arah jadi tak membutuhkan waktu lama.
Saat sudah sampai di rumah ternyata keluarga nya sudah pulang"loh sayang kemana motor Rey,bukan nya tadi kamu bawa motor Rey yah?"tanya Tanisha.
Ainsley pun menceritakan semuanya pada makin papi dan opa nya"mami papi bantuin aku,gimana kalau nanti kak Rey marah"ucap Ainsley.
"Aduh kalau itu kita gak bisa bantu sayang,kamu hadepin sendiri aja yah mami harap Rey gak bakal marah, soalnya kata orang tuanya motor itu kesayangan nya Rey tau"ucap Tanisha.
"Hah terus gimana dong mami"ucap Ainsley sedikit merengek dia tak tau lagi apa yang akan di lakukan.
"Ya kita pun tak tau"ucap Erland mengangkat bahu nya acuh."opa masa gak bisa sih buat cariin motor nya kak Rey kan opa bany anak buah ayolah opa"ucap Ainsley menghampiri opa nya itu.
"Opa-"belum selesai Erland berbicara terdengar suara bel berbunyi.
Ting tong.
Salah satu meid pun membuka pintu itu dan mempersilahkan nya masuk"ouh kamu Rey om kira siapa"ucap Felix.
Ainsley pun mendongak melihat ke arah Reynold yang berdiri tak jauh dari mereka"iya om Rey kesini mau bawa motor"ucap Reynold membuat Ainsley ketar ketir.
__ADS_1
"Sya mana motor nya,saya mau pake"ucap Reynold menatap ke arah Ainsley, sedangkan sang empu yang di tatap dan di tanya pun bersembunyi di balik punggung Erland,baru saat ini dia merasa takut saat melihat wajah Reynold.
Muka biasa aja datar begitu sudah menyeramkan bagaimana jika pas sedang marah,huh pasti sangat menyeramkan melebihi setan.