
Setelah menyelesaikan kelas pertama nya, Ainsley dan ketiga temannya pergi ke markas untuk membicarakan kembali tentang informasi yang di terima mereka.
"Jadi informasi apa yang kalian terima"ucap Ainsley mendudukkan dirinya di kursi sofa.
"Kita dapet informasi dari orang yang kita suruh untuk bekerja di perusahaan cabang Alexander yang ada di Kalimantan, kita udah tau alasan di balik pengkhianatan Demian"ucap Evelin,semua orang yang ada di sana pun menunjukkan wajah serius nya.
"Apa motif nya?"tanya Ainsley.
"Dia melakukan itu semua karena ingin mengambil semua harta kekayaan Alexander jatuh ke tangan nya,dia juga menyimpan dendam pada tuan Erland karena dia perusahaan orang tuanya yang sedang naik daun menjadi bangkrut, awalnya dia hanya ingin menjadi bagian dari keluarga Alexander agar hidupnya kembali seperti dulu yang bergelimang harta,tapi itu dendam nya makin menjadi saat pembagian kekuasaan,dia ingin meneruskan perusahaan Alexander utama namun ternyata tuan Erland memberikan nya kepada tuan Felix,dia juga merasa jika selalu tersingkir kan oleh Felix,itu lah motif utama nya,tak hanya itu sebelum menikah dengan adik nyonya tanisha dia mengubah identitas nya agar rencana nya berjalan dengan mulus"ucap Evelin dengan menunjukkan file di dalam laptop nya.
Semua yang di sana pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti dengan penjelasan Evelin tadi.
"Bener ternyata dugaan gue,dia begitu karena ingin kekuasaan,emang yah manusia itu udah di kasih hati minta jantung"ucap Tasya.
""Sekarang apa rencana kita untuk membongkar kasus Demian?"tanya dara.
"Kita harus bermain halus,gue yakin mereka udah menyiapkan rencananya nya dengan matang, mereka juga mempunyai pondasi orang orang perusahaan yang memang menginginkan perusahaan Alexander bangkrut"ucap Ainsley di setujui oleh mereka.
"Gue tadi juga dapet kabar dari Maria kalau saat ini salah satu perusahaan yang bekerjasama dengan Demian sedang merancang rencana untuk menghancurkan saham perusahaan dengan virus crid,yang kita tau jika virus itu masuk ke perusahaan lewat IT saham perusahaan akan turun sekitar tujuh puluh lima persen"ucap Fani.
"Suruh Maria untuk menghancurkan virus itu sebelum mereka melakukan nya,gue yakin Maria bisa menghancurkan virus itu dia adalah hacker yang berbakat sulit menembus pertahanan hacker Maria"perintah Ainsley.
"Lalu sekarang Lo ngerencanain apa sley?"tanya dara.
"Gue akan terus mengumpulkan bukti yang banyak dan setelah itu gue bisa lebih mudah menghancurkan Demian"ucap Ainsley menyeringai.
"Tapi sley menurut gue kita harus bekerja sama dengan seseorang yang bekerja di perusahaan pusat Alexander,agar mere bisa memperketat penjagaan di perusahaan para tikus perusahaan sudah mulai menyebar"saran Evelin.
"Ya gue juga lagi orang nya,gue gak bisa sembarang milih orang nya kan,bisa jadi di sana juga ada orang yang ingin perusahaan nya hancur"ucap Ainsley.
"Gue mau pulang dulu kalau kalian mau makan atau cemilan udah pada abis pake nih rekening gue"ucap Ainsley menyimpan salah satu rekening nya di meja.
"Cielah bos kita makin royal aja"ucap Fani membawa rekening itu.
"Kita duluan yah, assalamualaikum"ucap Ainsley.
Ainsley dan dara pun pergi dari markas itu"kita mau pulang kemana?"tanya dara saat mereka berada di mobil dalam perjalanan pulang.
__ADS_1
"Ya ke rumah lah yakali ke kuburan"ucap Ainsley.
"Ke mension Alexander gitu?"
"Ya terus kemana lagi"
"Ya kan lo udah jadi istrinya dari seorang tuan Reynold,emang lo gak di boyong ke mension Fernando gitu,kan sekarang Lo udah jadi bagian keluarga Fernando"ucap dara di angguki oleh Ainsley.
"Ya gue juga gak tau tapi pulang dulu lah ke rumah,lagian gue gak tau dimana mension Fernando"ucap Ainsley.
"Hm,terus nih kalau Lo di boyong ke mension Fernando gue tinggal di mana,masa gue tinggal seorang diri di mension Alexander sih,gak mau gue"ucap dara.
"Ya gak tau juga tapi semoga aja lo di kasih izin tinggal bareng gue"ucap Ainsley.
"Ya semoga saja"
Saat mereka sudah sampai di mension Alexander mereka pun masuk ke dalam.
"Assalamualaikum"
"Sayang kamu dari mana aja"ucap Tanisha menghampiri anak nya itu.
Ainsley pun langsung mencium tangan sang ibu di ikuti oleh dara,"emang kenapa mami?"tanya Ainsley.
"Tuh suami kamu udah nunggu, kasihan dia udah nunggu di kampus tapi ternyata kamu udah pulang,kamu kenapa kuliah sih sayang gak ambil cuti aja"ucap Tanisha sembari berjalan ke arah ruang tamu yang di sana sudah ada Reynold yang sedang mengobrol dengan Felix.
"Hehe maaf mami,aku gak mau izin cukup kemarin aja izin nya aku gak mau ketinggalan pelajaran apalagi hari ini pelajaran kesukaan aku"ucap Ainsley.
"Sudah ayo temui suami mu dulu,minta maaf sama dia kasihan loh"ucap Tanisha.
"Iya mami"
Ainsley pun menghampiri Reynold lalu mencium tangan nya"maaf tadi ada urusan dulu"ucap Ainsley mencoba bersikap manis.
"Iya gak papa kok sayang"ucap Reynold lalu mencium kening Ainsley.
"Gila gak nyangka gue si qila bisa ekting kayak gitu"ucap dara menahan tawa nya, melihat wajah tertekan milik sahabat nya itu.
__ADS_1
"Aku kira kamu kemana sayang, keluarga aku udah nungguin di rumah makannya aku kesini jemput kamu"ucap Reynold tersenyum ke arah Ainsley.
Felix dan Tanisha pun menatap mereka dengan tersenyum,tak mereka sangka walaupun pernikahan mereka lewat perjodohan tapi mereka sudah sangat romantis dan harmonis, mereka pun sangat bersyukur, ternyata pemikiran mereka tidak benar benar terjadi.
"Ya udah sayang cepat siap siap sana, kasihan keluarga suami mu menunggu"ucap Tanisha.
"Iya mami"ucap Ainsley lalu bangkit dari duduknya namun sebelum melangkah dia berbalik arah.
"Emm aku mau nanya boleh"ucap Ainsley
"Mau nanya apa?"tanya Reynold.
"Nanti kan aku bakal tinggal di rumah kak Rey,terus nanti dara bakal tinggal di sana juga kan"ucap Ainsley.
"Tidak"ucap Reynold membuat Ainsley menatap ke arah nya.
"Kenapa gitu?"tanya Ainsley.
"Keluarga ku tidak bisa memasukkan sembarangan orang ke dalam rumah jadi dara tak bisa tinggal bersama kita"ucap Reynold.
"Tapi kan dara itu asisten aku."
"Sudah lah nak biarkan dia tinggal di sini kalau kamu butuh apa apa tinggal telpon dara aja"ucap Felix.
"Aku gak mau papi"ucap Ainsley merengek seperti anak kecil.
"Baiklah biar nanti saya tetapkan dara di salah satu apartemen yang dekat dengan rumah kita"ucap Reynold.
Ainsley pun menatap ke arah dara,dan dara pun mengangguk kan kepalanya tanda setuju.
"Baiklah"ucap Ainsley kembali melanjutkan langkahnya ke arah kamar.
"Jangan membawa baju ataupun barang lain semua barang kamu sudah tersedia di rumah"ucap Reynold di angguki oleh Ainsley.
visual bisa lihat di Ig aku@alwiah_putri
tiktok@putrialwys
__ADS_1