
"kalian akan tinggal di sini kan"ucap Sonya.
"Enggak"ucap Reynold membuat atensi semua orang yang ada di sana menatap ke arah nya.
"Loh kenapa?"tanya derix.
"Kan Rey punya rumah sendiri ngapain harus tinggal di sini"ucap Reynold santai sembari mengupas kulit kacang.
"Loh padahal kalian tinggal aja di sini,toh rumah juga besar"ucap Andra menimpali.
"Kita itu udah nikah,kita harus mandiri yah kan sayang"ucap Reynold menatap ke arah Ainsley, semua orang pun menatap silih berganti pengantin baru itu.
Apa mereka tak salah dengar Reynold mengucapkan kata sayang pada Ainsley"e-eh iya"ucap Ainsley gugup bahkan sekarang kedua pipi nya memanas.
Dia yakin sekarang ini pipi nya pasti menyemburatkan rona merah karena menahan malu saat Reynold berucap sayang padanya.
"Ehem beda yah orang lagi kasmaran mah"ucap Sonya mencolek tangan menantu nya itu.
Ainsley pun menjadi sangat malu dia pun menundukkan kepalanya"cie cie uhuy kayak nya gak lama lagi nih Daddy gendong cucu"ucap Andra menimpali sembari menyenggol lengan sang putra.
"Hahaha pasti dad,tenang aja cucu nya lagi di proses"canda Reynold.
"Wah langsung di Gasss folll cucu ku"ucap derix sembari tertawa.
"Sudah kasihan istri Rey jadi malu tuh liat pipi nya udah merah gitu"ucap Reynold menatap ke arah Ainsley yang menundukkan kepalanya.
Semua orang pun menghentikan candaan nya takut jika anggota baru keluarga Fernando itu merasa tak enak."Rey pamit keluar ada urusan"ucap Reynold bangkit dari duduknya.
"Emang kamu tega biarin istri kamu sendiri an Rey,gak bisa di pending dulu gitu"ucap Sonya.
"Kamu gak papa kan aku tinggal"ucap Rey mengelus kepala Ainsley,di balas anggukan oleh sang empu.
"Tuh gak papa katanya, lagian kan banyak orang di sini jadi dia gak merasa kesepian, nanti kalau mau tidur ke kamar aja jangan nungguin aku pulang yah"ucap Reynold lalu mencium kening Ainsley.
__ADS_1
Semua orang pun tersenyum melihat interaksi pengantin baru di hadapannya, sangat romantis sekali mereka kira karena pernikahan ini berlandaskan perjodohan akan berpengaruh dengan keharmonisan serta keromantisan Ainsley dan Rey, mereka kira hubungan karena perjodohan ini akan sedikit rumit nyatanya tidak.
Justru mereka melihat keharmonisan keduanya walaupun mereka baru mengenal,dan itu sukses membuat hati mereka menjadi lega. Namun semua itu hanyalah sandiwara yang terlihat semuanya adalah sandiwara dari Reynold.
Rey pun keluar dari rumah nya itu,sementara di dalam rumah mereka kembali mengobrol, banyak canda dan tawa yang menghiasi ruangan itu namun ada satu orang yang sedari tadi tak menunjukkan ekspresi bahagia nya seperti yang lain.
Ya,dia adalah Oma Desi sedari Ainsley masuk ke dalam rumah dia hanya menunjukkan ekspresi datar nya saja,sia bahkan tidak ikut mengobrol seperti yang lain,jika di tanya dia akan menjawab jika tidak dia diam saja.
Orang yang berada di sana pun seolah tak memperdulikan diam nya Oma Desi,ya hanya Oma Desi saja yang tak setuju dengan pernikahan Reynold dan Ainsley jadi wajar saja, mereka juga seolah tak memperdulikan nya sekarang itu mereka hanya memperdulikan menantu nya itu.
Namun berbeda dengan Ainsley dia merasa sangat tak nyaman dengan tatapan serta perilaku dari Oma Desi,beraulang kali dia melihat ke arah penampilan nya apakah ada yang salah hingga Oma Desi melihat nya seperti itu.
"Mom apa ada yang salah dengan penampilan Ainsley? Apa Oma Desi enggak suka liat kehadiran ku di sini"bisik Ainsley pada Sonya, sungguh dia sudah tak tahan dengan sikap Oma Desi. Sekarang posisi mereka sedang berada tak jauh dari tempat orang lain berkumpul.
Oleh karena itu dia menanyakan nya pada sang mertua,Sonya pun menatap ke arah sang ibu,dia kira Ainsley tidak akan memperhatikan Oma Desi karena sedari tadi mereka yang ada di sana mencoba untuk mengalihkan perhatian Ainsley agar tak terfokus dengan Oma Desi.
Namun ternyata dugaannya salah Ainsley masih merasakan tak nyaman karena ulah Oma Desi,dia pun merasa tak enak dengan Ainsley.
"Eh enggak usah mommy mungkin emang Oma gak mengharapkan aku disini gak papa kok"ucap Ainsley tersenyum dia menjadi tak enak hati sudah berkata seperti itu pada Sonya.
"Enggak sayang gak papa kok wajar kamu gak enak sama sikap Oma,ya mungkin Oma memang belum bisa menerima kamu tapi kamu gak perlu khawatir Oma pasti akan nerima kamu secepatnya."
"Iya gak papa kok mom, mungkin ini sebagai ujian untuk aku bisa meluluhkan hati Oma agar bisa menerima ku disini"ucap Ainsley tersenyum,dan karena ucapan Ainsley itu pub membuat hati Sonya menghangat.
Di lain tempat Reynold baru saja sampai di markas utama vander,sudah hampir dua mingguan dia tak pernah datang ke sana lagi.
"Wih si boss ternyata"ucap Rendy saat melihat Reynold membuka pintu.
Saat ini para inti serta beberapa anggota berada di sana"iya Lo kemana aja udah lama gak kesini"ucap Charles sembari membuang kulit kacang ke arah Reynold yang baru saja duduk tak jauh dari nya.
"Ck jangan buang sampah sembarang"ucap Reynold mengibas ibaskan tangan nya di jaket yang kotor akibat kulit kacang yang di lempar Charles.
"Cielah sensi amat lo kayak cewek lagi datang bulan"cibir Charles.
__ADS_1
"Tumben lo kesini"ucap Andrian.
"Emang gak boleh inget gue ketua disini"ucap Reynold sembari membuka kulit kacang.
"Hm enggak cuman heran aja biasanya lo bakal sering datang ke sini lah ini udah dua mingguan gak kesini,di gruf juga kagak aktif,terus di perusahaan juga lagi gak sibuk sibuk amat perasaan"ucap Andrian.
Ya, mereka tak mengetahui tentang pernikahan Reynold, karena memang pernikahan itu tidak di fublish bahkan yang datang di acara pernik nya kemarin saja hanya pada kolega ayah dan mertua nya saja.
Para anggota vander pun tak mengetahui jika sang bos sekarang sudah menyandang status sebagai seorang suami.
"Lo pikir perusahaan gue cuman itu doang."
"Hehehe iya juga lupa"ucap Andrian cengengesan,dia melupakan satu hal perusahaan Reynold itu sangat lah banyak terleta di berbagai daerah dalam maupun luar negeri.
Reynold pun mencomot salah satu snack yang ada di tangan Charles"eits ngapain lo ambil makanan gue tuh masih banyak Snack"ucap Charles memukul tangan Reynold yang akan mengambil jajanan nya.
"Pelit amat lo"ucap Reynold lalu mengambil satu Snack yang masih tersegel di atas meja.
"Eh bentar bentar kok gue ngerasa ada yang salah sama tangan lo"ucap Charles.
Reynold pun memperhatikan tangan nya dengan beberapa kali memutar balikan nya,tapi dia merasa tak ada yang aneh.
"Apa gak ada yang aneh kok"ucap Reynold.
"Lo pake cincin,kok gue liat liat kayak cincin pernikahan yah"ucap Charles memegang tangan kanan Reynold yang tersemat cincin di jari manis nya.
*visual nya bisa liat di Ig aku@alwiah_putri
tiktok@putrialwys
jangan lupa untuk like komen dan follow 🥰
see you next chapter 🥳*
__ADS_1