Cold CEO My Husband

Cold CEO My Husband
bab 41.cerai?


__ADS_3

"kok Lo gak pakai mobil suami Lo aja?"tanya dara, tadi Ainsley sempat menghubungi dara untuk mengantarkan nya ke kampus.


"Gak di bolehin"jawab Ainsley langsung masuk ke dalam mobil itu.


"Lah kenapa?"tanya dara kembali,tadinya dia ingin bersantai, tidur lebih lama eh nyatanya dia harus mengantarkan teman nya itu ke kampus.


"Udah jangan banyak nanya, panjang ceritanya nanti gue ceritain,jalan yok udah lumayan telat nih gue"ucap Ainsley.


"Kalem yaelah,Lo kenapa sih harus ke kampus segala padahal mah gak usah kan itu sekolah nya kembaran Lo, yang di sekolahin kembaran Lo yang dapet ilmu nya Lo,ingat Lo itu udah S1 di Singapure kurang emang"ucap dara sembari menjalankan mobil nya,dia cukup heran dengan pemikiran teman nya itu.


Orang lain banyak yang malas untuk sekolah,lah ini malah mau sekolah terus padahal udah lulus juga.


"Ya nambah nambah ilmu lah"ucap Ainsley"gue sih kasian sama mahasiswa fakultas yang ada di kampus Lo"ucap dara.


"Lah kasihan kenapa?"tanya Ainsley menatap ke arah dara yang sedang fokus menyetir," ya gimana gak kasihan nih yah pasti kembaran Lo yang bodoh itu akan menjadi mahasiswa terbaik, menurut gue gak adik aja masa dia diem doang yang usahanya siapa,gak kasihan Lo sama temen temen nya si Alesya yang udah belajar mati Matian buat bisa menjadi mahasiswa terbaik,malah yang dapet si Alesya yang gak ngerti apa apa"ucap dara, Ainsley pun terdiam mendengar ucapan teman nya itu.


Ada benar nya juga, kenapa dia tidak memikirkan sampai ke sana, pasti banyak orang yang berusaha untuk mendapatkan gelar mahasiswa terbaik. Tapi apa boleh buat juga, Ainsley ingin mendapatkan ilmu kembali di universitas itu,dia juga ingin mempunyai pengalaman belajar di kampus dalam negri.


"Bener juga sih,tapi yah mau gimana lagi "ucap Ainsley mengangkat kedua bahu nya,sudah lah dia tak ingin memikirkan hal itu masih banyak hal yang harus dia pikirkan, sekarang dia harus fokus dengan misi nya,yang mulai merambah kemana mana,bisa bisa dia gila jika memikirkan hak yang sedikit kurang penting itu.


Ainsley pun melihat ke arah jendela mobil itu, suasana pagi kota Jakarta yang lebih dengan lalu lalang pengendara,ada yang ingi berangkat kantor atau kerja,ada yang sekolah dan banyak lagi.


"Kenapa Lo?"tanya dara yang melihat gelagat aneh dari teman nya itu,jarang sekali Ainsley banyak terdiam sembari melamun seperti itu.


"Gak papa"ucap Ainsley tersenyum,"ada masalah?"tanya dara di balas gelengan kepala oleh Ainsley.


"Kalau lagi ada masalah cerita jangan pendem sendiri, kebiasaan banget Lo guna nya gue disini apa gue bukan hanya membantu Lo buat menyelesaikan misi Lo tapi gue juga sebagai teman yang ingin mendengar keluh kesah Lo,siapa tau aja setelah Lo bercerita ada jalan keluar nya dan perasaan Lo jadi lebih plong"ucap dara, selama dia berteman dengan Ainsley tak pernah sekali pun Ainsley menceritakan masalah kehidupan nya kepada orang lain.


Dia lebih memilih untuk memendam nya sendiri, sebagai seorang teman dara sudah tau dengan sikap Ainsley itu, walaupun Ainsley tak pernah memperlihatkan bahwasanya dia sedang sedih atau banyak masalah, Ainsley selalu menutupi semuanya dengan senyuman dan canda tawa.


"Gak ada kok cuman gue tadi kurang tidur jadi agak sedikit ngelod, gue juga gak ngelamun kok"ucap Ainsley.

__ADS_1


Terkadang dia merasa bersalah pada orang orang yang berada di sekitar nya,dia sudah membuat banyak orang susah dengan masalah yang sekarang ini dia hadapi, ingin menyerah saja namun sayang dia sudah berada di tengah jalan.


"Eh Lo sekarang mau pergi langsung ke markas atau kemana dulu?"tanya Ainsley mengalihkan pembicaraan.


"Gue mau ke supermarket dulu,beli cemilan buat di marka soalnya udah pada mau abis setelah itu baru gue ke markas"jawab dara.


"Nanti Lo mau di jemput lagi?"tanya dara.


"Gak usah gue bakal numpang sama Evelin aja, mereka juga pasti bakal ke markas setelah selesai kelas"ucap Ainsley di balas anggukan kepala oleh dara.


***


"Cara tau kembali identitas dan semua hal tentang Ainsley"suruh Reynold pada asisten nya.


"Baik tuan"


"Saya tunggu sampai nant malam."ucap Reynold di balas anggukan oleh sang asisten.


Informasi yang dia dapatkan dulu dari ayah mertua nya sampai suruhan ayah nya tak ada satupun yang terbukti bahwa itu fakta,semua yang ada bertolak belakang dengan sikap Ainsley.


"Gue yakin ada yang gak beres"ucap Reynold.


**


Setelah selesai kelas, Ainsley beserta ketiga teman nya langsung pergi ke markas untuk kembali merencanakan tentang penyeludupan seseorang di kantor milik Demian yang berada di Kalimantan.


Setelah selesai membahas rencana nya, mereka pun bersantai terlebih dahulu sebelum kembali mengerjakan hal lain yang akan kembali menguras otak serta tenaga mereka.


"Gila Lo sley nikah gak undang kita"ucap Fani menatap sebal ke arah Ainsley,dia sudah menunggu momen sakral pernikahan teman nya itu.


Bahkan Fani serta Tasya sudah membeli baju untuk perdagangan ke nikahan Ainsley yang mereka kira akan di laksanakan satu bulan lagi,eh ternyata malah di majukan,dan lebih kesalnya lagi Ainsley sama sekali tak mengundang ketiga teman nya itu, padahal mereka setiap hari selalu bersama.

__ADS_1


"Hehehe sorry"ucap Ainsley tak enak hati, sebenarnya dia lupa akan mengundang ketiga teman nya itu,dia juga tak menyangka jika akan menikah secepat itu.


"Gak kita maafin pokoknya"ucap Tasya melipatgandakan kedua tangan nya di dada,serta membuang muka nya ke arah samping.


"Gak peduli gue,gak di maafin juga gak papa"ucap Ainsley terlihat acuh,seketika tawa mereka pun keluar.


Sementara Tasya sudah sangat kesal karena di permainkan oeku teman nya itu,ya walaupun dia juga tak ambil hati dengan itu tapi ya tetap saja dia kesal.


"Sumpah yah kalian semua"ucap Tasya menggeram kesal.


"Sorry lah sya,lagian gak penting juga sih kalian datang ke sana,bukan momen sakral juga dalam kehidupan gue ini, pernikahan ini hanya sebagai jalan menuju penyelesaian misi gue, nanti juga kalau misi nya udah selesai gue bakal cerai tuh"ucap Ainsley santai.


"Shutt gan boleh ngomong gitu qila,pamali kalau kata orang yua jama dulu mah"ucap dara,dia tak suka dengan ucap dari teman nya itu,ya walaupun pernikahan Ainsley tidak berlandaskan cinta dan juga sebagai jalan menuju penyelesaian misi nya tapi dia berdoa semoga pernikahan nya itu bahagia dan menjadi pernikahan satu kali dalam seumur hidup Ainsley.


Menurut nya menikah tak perlu berlandaskan cinta, kerena cinta pasti akan datang dengan sendirinya jika memang mereka berjodoh, pernikahan bukan kah ajang untuk di permainkan.


"Iya emang Lo yakin nanti mau cerai sama suami Lo?"tanya Evelin.


"Ya gak tau juga sih tapi liat aja nanti,tapi kemungkinan besar gue bakal cerai"ucap Ainsley, sebenarnya dia juga tak ingin terjerat dengan pernikahan ini.


Dia juga menginginkan pernikahan sekali dalam seumur hidup nya,tak dapat Ainsley pungkiri walaupun baru beberapa hari menjalin hubungan rumah tangga dengan Reynold dia sudah mulai jatuh ke dalam pesona yang di miliki oleh Reynold,tapi dia teringat kembali dengan masalah yang dia hadapi belum tentu nanti setelah semua orang mengetahui identitas asli nya orang lain akan dengan mudah menerima nya.


Apalagi Ainsley mengingat perkataan Reynold tempo hari lalu saat acara pernikahan nya, semakin memperkuat tekad Ainsley untuk bercerai dengan Reynold setelah misi ini selesai,dia juga melihat tatapan benci yang di arahkan Reynold pada nya setiap kali mereka bertatap muka.


Entah kenapa dia merasakan bahaya mengintai nya, setelah dia menikah dengan Reynold,dia merasa ada yang mengganjal di hatinya.


Namun itu semua juga tak menutup kemungkinan jika memang ia dan Reynold memang di takdir kan untuk bersama, mungkin bisa jadi pernikahan itu akan berlanjut hingga maut memisahkan.


Namun jika memang tidak bisa bersama pun tak apa, Ainsley sudah meneguhkan hatinya agar tidak terlalu jatuh kedalam pesona Reynold serta tak menaruh hati pada laki laki itu,dia takut jika nanti dia tak bisa hidup bersama dengan Reynold akan menyiksa nya.


*visual bisa liat di Ig aku@alwiah_putri

__ADS_1


jangan lupa untuk like komen dan follow 🤗*


__ADS_2