Cold CEO My Husband

Cold CEO My Husband
bab 52.ja*ng


__ADS_3

*Setelah pulang dari kampus, Ainsley langsung pergi ke markasnya kemudian kembali bekerja seperti semula,dia juga mengetahui tentang kabar baik tentang penurunan perusahaan demian.


Dan itu membuat Ainsley sangat bersyukur setidaknya ada harapan dia membuat misi ini berjalan sesingkat mungkin,dia sudah sangat muak dengan kehidupannya saat ini yang setiap harinya penuh drama dan luka.


Tadi dia juga sudah menceritakan kronologi dia hilang selama lima hari ini,namun perlu di ingat yang Ainsley cerita kan itu adalah hanya cerita yang dia buat buat saja,bukan yang sebenarnya terjadi.


"Sekarang kita lakukan rencana yang lain, perusahaan demian udah bisa Maria atasi sekarang bagian perusahaan pusat,gue akan coba untuk menerobos masuk ke dalam sana,atau kalau bisa gue akan meminta agar gue bisa bekerja di sana"ucap Ainsley.


"Lo yakin bakal bisa kerja di sana sley"ucap dara yang seperti nya kurang yakin.


"Bukan masalah yang rumit,gue akan minta itu sama papi jadi kalian gak usah khawatir, kalian cukup kerja sesuai apa yang gue perintah kan selebihnya itu urusan gue"ucap Ainsley lebih keyakinan.


Mereka pun mulai mengerjakan bagian mereka masing masing, hingga tak terasa hari sudah mulai gelap, Ainsley pun izin untuk pulang terlebih dahulu,dia tak mau kembali membuat drama dirinya pulang malam.


"Besok seperti biasa jemput gue lagi"ucap Ainsley di angguki oleh dara, Ainsley pun langsung keluar dari dalam mobil.


"Hati hati di jalan"ucap Ainsley saat mobil itu akan kembali melesat meninggalkan pekarangan rumah nya.


Ainsley pun langsung masuk ke dalam rumah itu,entah kenapa diaerasa ada yang aneh karena sedari tadi saat dia masuk ke dalam rumah itu,para meid serta penjaga terus menatap ke arah nya.


Apa ada yang aneh dengan pakaian nya saat ini atau apa,"non sudah pulang"ucap salah satu meid menghampiri Ainsley,"iya bi kak Rey nya udah pulang belum?"tanya Ainsley.


"E-emmm non mau makan"ucap meid itu terkesan seperti mengalihkan pembicaraan, Ainsley pun menyeringit kan dahi nya"kenapa bi,apa yang kalian semua sembunyikan?"tanya Ainsley dia cukup peka dengan keadaan di sekitar nya.


Para meid pun di buat gelagapan sendiri,ada perasaan tak tega jika harus memberitahukan nona muda nya tentang hal ini, mereka takut nona muda nya akan sakit hati.


Walaupun mereka baru mengenal Ainsley,tapi semua orang yang bekerja di rumah ini cukup akrab dengan Ainsley, karena Ainsley yang mudah bergaul dan juga tak pernah memandang status.

__ADS_1


Membuat para pekerja di sana sangat menyayangi serta menghormati Ainsley, mereka sangat bahagia bisa memiliki majikan seperti Ainsley.


"Tidak ada nona,mari makan dulu pasti nona saat ini belum makan kan"ucap meid yang lain, semakin membuat Ainsley merasa aneh sekaligus penasaran.


Apa yang di sembunyikan oleh para pekerja di rumah ini"tak perlu saya sudah makan tadi, sekarang jawab pertanyaan saya apa yang kalian semua sembunyikan,tak perlu takut aku tidak akan menghukum kalian atau jika kak Rey memarahi kalian aku yang akan jadi tameng untuk kalian"ucap Ainsley,di pikiran nya mungkin Reynold menyuruh para pekerja itu untuk tidak memberitahunya.


Namun pemikiran nya salah"e-emmm itu anu apa i-itu"ucap meid itu ketara gugup nya.


"Terimakasih baby, jangan lupa jika ingin kembali di puaskan telpon saja aku,muach"ucap seorang wanita yang saat ini bersama dengan Reynold di bawah tangga rumah nya.


Ainsley pun melihat ke arah nya,di lihatnya perempuan itu dari atas hingga bawah, rambut sedikit berantakan,baju kurang bahan,ya mungkin body nya memang seperti gitar spanyol dan mukanya juga cantik,namun bisa Ainsley tebak itu adalah sebuah ******.


Ainsley kemudian menghampiri keduanya"siapa kamu?"tanya Ainsley dingin, berharap yang tadi dia dengar dan pikiran bukan lah faktanya.


Entah kenapa melihat wanita itu mengecup pipi Reynold serta menggandeng tangan suaminya,membuat hati Ainsley merasa ngilu.


"Siapa dia baby"ucap wanita itu dengan suara yang mendayu dayu dan di tambah alfabet 'H' di akhir, membuat Ainsley ingin sekali muntah.


Tangan nya sedari tadi juga memegang pinggang wanita itu,"ngapain Lo di sini hah"ucap wanita itu sewot, membuat Ainsley ingin sekali menendangnya ke planet mars saja.


Seharusnya dia yang bertanya seperti itu pada wanita tersebut,lah ini malah wanita itu yang bertanya mana pake sewot lagi.


"Gak salah anda bertanya seperti itu pada saya, seharusnya saya yang bertanya pada anda kenapa anda berada di sini,saya adalah nyonya besar di rumah ini,mengapa ada sampah berada di sini ihhh menjijikkan"ucap Ainsley menatap wanita itu dengan penuh rasa jijik.


Ainsley bersikap sangat elegan dan mahal,dia tau sikap apa yang harus dia ambil untuk meladeni wanita murahan di hadapannya ini.


Sudah dapat Ainsley yakini jika kedua Manus di hadapannya itu sudah bermain,terasa sangat sakit sekali hati Ainsley namun dia harus tetap tegar tak boleh membawa perasaan nya.

__ADS_1


"Hah nyonya besar saya tidak salah dengar kan, jangan harap karena yang akan menjadi nyonya besar di rumah ini adalah saya, jikapun sekarang kamu yang menjadi nyonya besar di sini,bersiap siaplah untuk angkat kaki dari rumah ini"ucap wanita itu dengan wajah angkuh nya.


"Hahahaha,lucu sekali anda mana mungkin keluarga ini menerima menantu seorang jal*ng, hey apa di rumah mu tidak ada kaca hingga kamu bisa berucap seperti itu,apa perlu saya belikan kaca yang sangat besar dan banyak agar anda bisa melihat diri anda yang seorang jal*ng murahan ini,bukan murahan lagi sih tapi lebih ke gratisan bahkan cabe di pasar akan lebih mahal dari pada anda,ingat anda itu tidak lebih dari seorang Lo*te yang memuaskan hasrat laki laki berhidung belang"ucap Ainsley sembari tersenyum smrik.


Sementara wanita itu sudah mengepalkan kedua tangannya,tangan dia pun sudah siap angkat bersiap untuk menampar pipi wanita di hadapannya itu,namun dengan segera Ainsley tangkis.


Setelah itu Ainsley memelintir tangan wanita itu"apa anda ingin main main bersama saya, camkan ini baik baik jangan pernah anda mengangkat tangan anda di hadapan saya barang satu senti pun,jika anda masih sayang kepada hidup anda sendiri"ucap Ainsley berbisik ke telinga wanita itu.


Sedangkan wanita itu meringis sakit, bahkan air matanya sudah lolos terjun"aaaaaawwww s-sakit baby tolongin aku, s-sakit"ucap wanita itu.


Namun Rey hanya menyaksikan hak itu sembari bersandar di dinding serta melipat kedua tangannya di dada, seolah sangat menikmati drama di depan nya itu.


Setelah memelintir tangan wanita itu dengan sangat kencang baru lah Ainsley melepaskan nya,namun jangan harap Ainsley melepaskan nya dengan cara halus,dia melempar kan wanita itu hingga tersungkur ke lantai.


"Bawa wanita ****** ini pergi dari sini,dan jangan biarkan dia masuk kembali, jika perlu bunuh saja dia"suruh Ainsley dingin, sebenarnya dia hanya asal bicara menyuruh bodyguard itu untuk membunuh wanita ****** itu,dia hanya ingin menakut nakuti saja,namun ternyata.....


"Baik nyonya,tuan apa perlu jasad nya kita berikan pada peliharaan tuan?"tanya bodyguard itu.


"Terserah kalian saja"ucap Reynold tak peduli, Ainsley pun membelalakkan matanya apa orang di rumah ini menganggap ucapan nya tadi serius.


Sungguh Ainsley bukan lah manusia kejam seperti suaminya itu,dia tak mau punya dosa karena telah memerintah orang lain untuk membunuh wanita itu.


"Eits jangan membunuhnya, biarkan saja dia hidup hanya saja jangan sampai wanita itu masuk ke dalam rumah ini,saya pun tak ingin melihat wajah nya lagi, hanya itu saja tak perlu kalian bunuh"ucap Ainsley, bodyguard itupun memandang ke arah Reynold.


Reynold pun mengangguk"baik nyonya"ucap bodyguard itu lalu membawa si j*lang itu keluar dari rumah majikannya.


visual bisa liat di Ig @alwiah_putri

__ADS_1


jangan lupa untuk like komen dan follow


jika ada kritik dan saran bisa tulis di komentar*


__ADS_2