Cold CEO My Husband

Cold CEO My Husband
bab 58


__ADS_3

Sekitar pukul delapan malam Reynold baru sampai ke rumah nya, perasaan bahagia tak bisa lagi ia tutup tutupi, dia terus tersenyum sepanjang jalan,dan istimewa nya hari ini,semua karyawan serta pegawai Reynold akan mendapatkan bonus dua puluh persen.


Tentu saja semua orang bahagia mendapatkan bonus itu,yang biasanya jika di kantor akan di berikan saat hari penting atau memenangkan tender. Semua orang pun mulai berpikir pikir apa yang membuat bos nya itu senang sehingga memberikan mereka bonus.


Karena jika bos nya itu senang selalu memberikan bonus yang di bilang cukup memuaskan untuk pegawai nya. Mereka terus menerka nerka tentang bos nya itu, setahunya hari ini bukan lah haru penting dan juga mereka belum mendapatkan tender baru juga.


"Kira kira tuan Rey senang karena apa yah,kok dia bisa memberikan kita bonus, biasanya sangat jarang sekali dia memberikan kita bonus seperti ini"ucap salah satu meid.


Teman nya pun mengangkat kedua bahunya"aku pun tak tau,kalau kamu mau tau tanya kan saja sendiri pada tuan Rey"ucap meid yang terkenal sangat cuek dengan sesuatu hal yang memang tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya.


Dirinya hanya menerima saja,jika ada bonus ya terima kalau tidak pun tak apa karena gaji nya setiap bulan pun sudah cukup,beda dengan teman teman nya yang selalu kepo dengan setiap hal itu.


"Ihhh kamu mah gak asik."


"Udah udah mungkin tuan Rey lagi senang kali makanya dia kasih kita bonus."ucap meid yang lain melerai.


"Tapi nih kalau tuan Rey lagi bahagia,tapi kenapa yah nona muda kelihatan sangat murung bahkan tadi aku mendengar dia menangis sangat keras di kamar nya,kita juga belum melihat nona muda turun kan"ucao meid yang tadi tak sengaja mendengar tangisan Ainsley.


"Mungkin kebahagiaan tuan Reynold adalah penderitaan nona muda."


"Sungguh kasihan nona muda,kalau aku menjadi dirinya sudah pasti aku akan lebih bunuh diri saja dari pada harus hidup dengan laki laki arogan dan kasar."


"Heh gak boleh gitu, nanti kalau ada yang ngelaporin kamu bahaya loh,nyawa kamu jadi taruhan nya."


"Tapi begitu kan fakta nya,aku sangat ingin membantu nona muda untuk terlepas dari tuan Rey tapi bagaimana caranya,aku sangat kasihan pada nona muda."ucap meid itu di angguki oleh teman teman nya yang lain.


"Ya kita hanya bisa berdoa saja semoga nona muda bahagia,dan tuan Rey segera sadar."


"Sudah sudah itu tuan Rey sudah pulang"ucap salah satu meid yang melihat Reynold masuk dengan wajah yang tak luput dari senyuman itu.


Berbeda dengan para gadis di luaran sana yang pasti nya akan terpesona dengan senyuman yang di berikan Reynold,kan jarang jarang dia tersenyum. Para meid justru merasa aneh sekaligus merinding melihat tuan nya itu senyum senyum tak jelas.


"Dimana Ainsley?"tanya Reynold pada art nya itu.


"Di kamar nya tuan,sedari tadi dia belum keluar sama sekali tuan"ucap meid itu memberikan informasi tentang nona muda nya pada sang majikan.

__ADS_1


"Lalu apakah dia sudah makan?"tanya Reynold di balas gelengan kepala oleh para meid itu.


Tiba tiba senyum nya pun memudar, kembali kepada stelan pabrik nya"mengapa kalian tidak memberikan nya makan,apa kerja kalian hah."ucap Reynold menggeram kesal.


Entah kenapa mendengar jika Ainsley belum makan sedari tadi membuat perasaan Reynold menjadi tak enak, seperti ada perasaan khawatir dalam dirinya.


Para meid itu pun semakin menunduk kepala nya, mereka pikir tuan nya itu tak akan marah saat mengetahui jika sang istri belum makan sedari pagi tadi,ya kan mereka tau sendiri kalau Reynold sering menyiksa Ainsley,jadi mereka pikir Reynold tak akan marah.


"Maaf tuan,kami sudah menawarkan makanan kepada nona tapi nona terus saja menolak, bahkan dia tidak keluar dari kamarnya."ucap meid itu memberanikan diri untuk menjawab Reynold.


"Alah gak becus kalian itu,kenapa tidak memaksa nya untuk makan hah,kalau dia sakit mau kalian bertanggung jawab"ucap Reynold marah.


"Cepat siapkan makanan nya"perintah Reynold yang langsung di laksanakan oekh para meid nya itu.


Setelah mereka menyiapkan makanan lengkap dengan buah buahan serta yang lain nya, mereka pun membawa semua itu ke kamar di mana Ainsley berada, dengan Reynold berjalan di depan mereka.


Ceklek


Pintu kamar pun di buka, terlihat Ainsley sedang meringkuk di bawah selimut tebal nya.


Setelah para meid itu pergi, Reynold mendek ke arah Ainsley,di tepuk nya pundak sang istri.


"Apa kamu sudah tidur?"tanya Reynold,namun tak ada jawaban dari sang empu.


Reynold melihat ke arah samping sang istri, terlihat di sana bantal nya basah, seperti nya dia baru saja menangis, Reynold pun yakin bahwasanya Ainsley belum lah tertidur dia hanya pura pura tidur saja.


"Jangan pura pura tidur ayo cepat bangun,atau gue bakal pake air buat bangunin Lo"ucap Reynold mengguncangkan tubuh Ainsley.


Tangis yang sedari tadi Ainsley coba tahan kini mulai kembali lagi,dia memang sengaja untuk pura pura tidur agar tak melihat wajah Reynold, karena menurutnya saat melihat wajah laki laki itu membuat luka di hatinya semakin menyeruak.


Reynold pun mengerutkan dahi nya,heran saat melihat pundak Ainsley bergetar,apa wanita di hadapannya ini sedang menangis,jika pun iya lalu kerena apa?


"Bangun"ucap Reynold meninggikan oktaf suaranya.


Ainsley pun tersentak kaget,tiba tiba tubuhnya dengan paksa di bangunkan oleh seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Reynold, suaminya sendiri.

__ADS_1


Dapat Reynold lihat,mata Ainsley membengkak dengan air mata yang tak henti hentinya mengalir,serta bingung yang memerah,wajah nya pun terlihat pucat.


"Kenapa?"tanya Reynold, dengan cepat Ainsley menghapus air matanya, kemudian menggeleng.


"Gue tanya kenapa? Gue butuh Jawaban bukan gelengan"ucap Reynold,ya dia pun tak bodoh dia tau arti gelengan kepala itu yang menandakan bahwa Ainsley tidak apa apa.


Tapi bukan Reynold namanya jika tidak menyiksa Ainsley,mana ada orang tidak apa apa tapi menangis aneh bukan.


"Gak papa"ucap Ainsley dengan suara serak nya.


"Lo pikir gue bodoh,kalau Lo gak papa terus kenapa nangis hah!"bentak Reynold membuat Ainsley tersentak dia pun menundukkan kepalanya.


Reynold baru menyadari ternyata sedari tadi tubuh Ainsley menegang kala Reynold memegang nya, Reynold pun melepaskan tangannya dari pundak Ainsley dan dia melihat jika Ainsley menjadi lebih tenang.


Dia pun menyeringit heran,ada apa dengan Ainsley ini,tiba tiba ingatan nya pun kembali pada malam tadi, pikiran nya tiba tiba tertuju pada perlakuan nya tadi malam yang di bilang cukup kasar,serta mungkin bisa saja Ainsley tak ingin dia sentuh apalagi melihat keberontakan Ainsley kemarin.


Apa mungkin istri nya itu menyesal setelah dia menyetubuhi nya, Reynold pun tersenyum smrik"apa Lo nyesel udah ngasih tubuh Lo buat gue?"tanya Reynold namun Ainsley masih tetap diam.


Ainsley memilih diam saja,menerima semua lontaran kata kata hinaan cacian dari Reynold,dia tak ingin membuka suara karena pasti nya itu akan membuat nya merasakan sakit kembali,tahu lah yah gimana rasanya lagi nahan nangis terus tiba tiba harus ngomong.


"Wow hebat sekali anda,giliran tubuh anda di pake orang lain, apakah anda menyesal? apakah anda menangis? Tidak bukan,lalu mengapa jika saya memakai tubuh mu ini,yang sudah di sentuh entah berapa kali oleh para lelaki anda menangis,anda menyesal memberikan tubuh jelek anda ini kepada saya iya? Sungguh sangat menjijikkan sekali saya pikir tubuh mu ini sangat indah namun ternyata jauh di perkirakan saya,tubuh anda ini sangat jauh dari standar saya, bahkan lebih bagus ****** yang standar bawah dari pada tubuh anda"ucap Reynold berbicara formal.


Tentu saja semua yang di ucapkan oleh Reynold tidak ada sama sekali kejujuran di dalam nya,semua itu bohong,siapa juga yang tidak tergoda dengan body milik Ainsley,jika dia menjadi model sudah pasti banyak yang merekrut nya.


Bahkan body gitar spanyol pun kalah dengan body yang di miliki oleh Ainsley.


Hati Ainsley serasa di tusuk tusuk,dan di remukan hingga tak terbentuk lagi,sakit sungguh sakit, ternyata benar apa kata orang lidah manusia ternyata lebih tajam dari pedang.


Luka yang di torehkan oleh pedang bisa saja di obati dan tak akan kerasa sakit lagi,tapi luka dari lidah manusia ternyata tak ada obatnya,dan akan selalu melekat dalam pikiran nya.


"Cepat makan,saya tidak ingin kamu mati kelaparan di sini,kamu belum seharusnya mati,kamu harus membayar semua perbuatan orang itu"ucap Reynold memberikan satu piring berisi makanan kepada Ainsley.


Dengan terpaksa Ainsley pun makan walaupun dengan rasa sesak yang menemani makan nya hari ini,sekuat tenaga dan sebisa mungkin Ainsley harus bisa menahan semua air mata yang ingin tumpah saat ini juga.


Jika tidak ada Reynold di sana mungkin bisa saja Ainsley makan sambil mebgekuar air mata,namun karena ada Reynold dia memilih untuk menahan nya, biarlah terasa sakit di dadanya.

__ADS_1


__ADS_2