Cold CEO My Husband

Cold CEO My Husband
bab 44.cincin pernikahan


__ADS_3

"eh sley kita lagi ada urusan nih,ada janjian sama orang gak papa kan?"tanya Evelin.


"Ouh iya gak papa,lagian kerjaan nya udah selesai juga"ucap Ainsley tersenyum.


"Iya kalau lo mau juga bisa kok ikut sama kita,biar kita kenalin sama cogan"ucap Fani.


"Syutt si Ainsley udah nikah, jangan membuat dia berpaling dari suaminya"ucap Evelin sembari terkekeh.


"Ya kan siapa tau aja dia kepincut lagi sama anak Genk vander kan kita gak tau,atau kalau mau si dara juga belum punya pawang"ucap Fani.


"Hahaha bener juga tuh mau ikut gan kalian?"tanya Tasya pada Ainsley dan dara.


"Lain kali aja deh males pergi gue"ucap Ainsley begitu pun dengan Dara.


"Kirim aja foto cogan nya siapa tau gue naksir atau mau jadi bahan gabut doang"ucap dara.


"Oke sip,ya udah kita duluan yah tuh udah ada yang jemput"ucap Evelin melihat ada tiga laki laki dengan motor besar nya tiba di halaman markas.


"Oke bye hati hati di jalan"ucap Ainsley.


"Iya, assalamualaikum"ucap mereka bertiga.


"Wa'alaikumussalam."


"Hello kak"sapa Evelin pada ketiga pemuda itu,"hello ini rumah siapa?"tanya salah satu pemuda itu.


"Ini bukan rumah tapi markas"jawab Fani,ia pun langsung menepuk bibir nya setelah tadi keceplosan berkata jika rumah itu adalah markas.


Ya, mereka sepakat untuk tidak memberitahukan orang lain tentang markas mereka ini.


"Hah markas"ucap ketiga pemuda itu.


"Eh bukan ini rumah temen,yang sering kita jadiin markas main gitu"ucap Evelin di angguki oleh ketiga pemuda itu.


Untung saja dari luar markas itu terlihat seperti bangunan rumah yang lain jadi ketiga pemuda itu pun langsung percaya dengan ucapan Evelin.


"Ya udah yok naik udah pada nungguin tuh"ucap salah satu pemuda itu.


Ketiga orang itu pun memakai helm terlebih dahulu kemudian naik ke motor masing masing pemuda itu.


"Qila bosen nih gue"ucap dara yang sedang berguling guling di atas karpet.


Karena pekerjaan nya juga sudah selesai jadi dia merasa bosan apalagi tidak ada tiga teman nya itu, biasanya jika sedang istirahat atau pekerjaan mereka sudah selesai mereka akan main di sana atau membicarakan orang lain atau bisa di bilang ghibah.


Sementara Ainsley tak ada waktu untuk itu, walaupun pekerjaan nya sudah selesai Ainsley tetap bekerja kembali agar misi nya cepat selesai,tak hanya itu Ainsley pun kadang mengerjakan pekerjaan kantor nya.


"Lo mau kemana?"tanya Ainsley menutup laptopnya,dia memang sangat peka terhadap orang orang di sekitar nya itu.

__ADS_1


"Jalan jalan yuk"ucap dara kemudian duduk bersila.


Ainsley pun tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya menyetujui ajakan dari teman nya itu"ayo gue juga mau beli baju,baju yang ada di lemari semuanya pendek gue gak suka"ucap Ainsley.


"Tapi lo yang traktir kan?"tanya dara di balas anggukan oleh Ainsley.


"Horeee ya udah hayu Gasss"ucap dara lalu merapihkan pakaian serta rambutnya yang tadi sempat acak acakan.


Mereka berdua pun pergi jalan jalan sementara markas mereka kunci dan ada juga penjaga nya jadi tak perlu khawatir.


Brum Brum Brum


Motor ketiga pemudanya itu telah masuk ke halaman markas, pemuda itu pun menghentikan laju motor nya ketika sudah sampai di sana.


Setelah nya mereka pun masuk ke dalam markas tersebut"hallo gays"ucap Fani sembari berteriak.


"Gak usah teriak juga kali,bonge lama lama nih kuping gue"ucap Tasya yang kebetulan sedang berada di samping Fani.


"Hehehe sorry"ucap Fani cengengesan.


"Hello grill"ucap seorang laki laki menyambut kehadiran tiga perempuan itu, sembari merentangkan kedua tangannya.


"Aaaaa kak Rey elin rindua"ucap Evelin langsung berpelukan dengan pria jangkung itu.


"Ke gue enggak nih?"tanya pria yang di samping Rey,yang tak lain adalah Kaka nya Evelin.


"Ayo duduk"ucap pria tadi yang tak lain adalah Reynold.


Ya, Tasya, Evelin,serta Fani adalah salah satu anggota vander wanita,atau biasa di sebut grills vander, anggota vander wanita itu tak banyak mungkin Lina puluh orangan.


Berbeda dengan vander laki laki yang sudah mencapai ribuan yang tersebar di seluruh Indonesia,bahkan ada juga yang di luar negeri.


"Gila udah lama kita gak kesini"ucap Tasya melihat markas nya itu yang tak pernah berubah sedikit pun.


"Iya kemana aja kalian,kita semua udah pada kangen biasanya setiap hari kesini kalau enggak tiga minggu sekali lab ini udah hampir satu bulan gak pernah kesini"ucap Charles.


"Hehehe sorry kita lagi sibuk banyak urusan"ucap Evelin.


"Sok sibuk banget Lo curut"ucap Charles melemparkan kulit kacang pada Evelin,yang tak lain adalah adik nya sendiri.


"Terserah kalau gak percaya"ucap Evelin mengangkat kedua bahu nya.


"Emang kalian sibuk ngapain hm"tanya Reynold ramah pada ketiga gadis di depan nya.


"Ngerjain misi peng-"belum selesai Fani berbicara Tasya sudah menyumpal mulut teman nya itu menggunakan kulit jeruk yang tadi dia kupas.


Memang mulut teman nya itu minta di jahit, Tasya serta Evelin pun memandang tajam ke arah Fani.

__ADS_1


"Misi apa?"tanya Reynold melihat gelagat aneh yang di tunjukkan oleh ketiga orang itu.


"Bukan apa apa kak Rey,kita sibuk bantuin temen buat ngejalanin misi pembuatan itu anu apa yah namanya gue lupa lagi"ucap Tasya.


"Pembuatan panti asuhan"ucap Evelin sekenanya.


"Ouh panti asuhan,perlu bantuan gak?"tanya Andra.


"Em-mmm kayaknya gak usah deh udah hampir selesai juga"ucap Evelin membuat Reynold menganggukkan kepalanya.


"Kalian udah pada makan belum?"tanya Reynold.


"Belum nih bos"ucap Rendy mewakili semua orang Yang ada di sana.


"Karena ada princess kita di sini,jadi silahkan untuk pilih menu makanan kita kali ini"ucap Reynold menyerahkan handphone nya pada Evelin untuk memesan menu makanan untuk semua anggota vander.


Evelin pun dengan senang hati memilihkan makanan nya"oke nih udah"ucap Evelin kembali memberikan handphone nya pada Reynold.


Pada saat Reynold akan membawa handphone nya, Evelin menjadi salah tangkap saat melihat cincin yang tersemat di jari manis Reynold.


"Eh kok kak Rey pakai cincin?"tanya Evelin.


"Emang biasanya Kaka kan pake cincin"ucap Reynold santai.


"Ih bukan itu sini deh"ucap Evelin menarik tangan Reynold kemudian kembali memperhatikan cincin itu.


"Ini mah kayak cincin pernikahan"ucap Evelin, membuat jiwa kekepoan Tasya dan Fani menggelora, mereka kemudian mendekat ke arah Evelin dan ikut memperhatikan cincin itu.


"Eh iya kayak pernah liat cincin nya"ucap Tasya.


"Iya kayak gak asing gitu"ucap Fani menyetujui ucapan Tasya.


Sedangkan Reynold sudah kalang kabut sendiri, bagaimana jika semua orang tau tentang pernikahan nya bisa berabe nanti.


"Eh udah udah ini pemberian nyokap gue,emang kayak cincin pernikahan gue juga ogah pake nya cuman nyokap gue maksa"ucap Reynold menarik tangan nya kembali.


Ketiga gadis itu pun mengangguk"tapi kayak cincin nya Ainsley gak sih"ucap Evelin


Deg


*visual bisa liat di Ig aku@alwiah_putri


tiktok@putrialwys


jangan lupa untuk like komen dan follow


jika ada kritik dan saran bisa tulis di komentar oke 👌*

__ADS_1


__ADS_2