Cold CEO My Husband

Cold CEO My Husband
bab 40.jangan manja.


__ADS_3

"cuci pakaian mu sendiri,tak usah manja jika ingin sesuatu buat sendiri jangan menyuruh orang lain"ucap Reynold saat ini dia sedang bersiap untuk berangkat ke kantor.


Tak berbeda dengan Reynold, Ainsley pun sama sedang bersiap untuk pergi ke kampus nya"iya"ucap Ainsley.


Reynold pun menyeringit kan dahi nya, jawaban dari Ainsley sangat lah jauh dari ekspetasi nya,dia kira Ainsley akan protes namun ternyata dia malah menyetujui nya.


"Apa kau tidak mau protes atau keberatan?"tanya Reynold menatap ke arah Ainsley.


"Buat apa gue protes,gue udah terbiasa kali ngerjain semuanya sendiri jadi jangan khawatir gue bisa ngelakuin semua sendiri tanpa bantuan orang lain"ucap Ainsley sembari membawa tas nya dan memakainya ke satu pundak nya.


"Hahaha lucu sekali candaan kamu, mana mungkin anak semanja kamu tau bagaimana cara nya cuci baju, pasti masak air aja kamu tak bisa"ucap Reynold yang malah tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Ainsley tadi.


Karena memang setahu nya wanita yang dia nikahi ini tidak pandai mengurus rumah, bahkan dia suka semena mena dengan orang lain di rumah nya.


Tak hanya itu Felix pun pernah berbicara pada nya saat akan menikah dengan Ainsley, jika anak nya ini selalu ceroboh,tidak pandai masak,dan melakukan pekerjaan yang lain,jadi mana mungkin dia langsung percaya dengan perkataan Ainsley tadi.


"Terserah anda saja jika tak percaya saya mau berangkat ke kampus, assalamualaikum"ucap Ainsley yang sudah tau jika Reynold tak akan percaya dengan perkataan nya, tak apa dia tak butuh untuk di percaya juga.


Ainsley pun kemudian mengambil tangan Reynold lalu mencium nya dan kemudian keluar dari kamar itu.


"Apa benar yang dikatakan oleh nya? Ah tapi mana mungkin"ucap Reynold sesaat setelah Ainsley pergi dari kamar nya.


"Non mau saya antarkan"ucap salah satu supir saat Ainsley akan pergi ke bagasi mobil itu.


"Bole-eh enggak pak biar saya sendiri aja"ucap Ainsley tersenyum menolak tawaran dari pria paruh baya itu.


Dia teringat dengan perkataan Reynold tadi yang menyuruhnya untuk melaku semuanya sendiri, tanpa bantuan orang lain,jadi dia akan mengendarai mobil nya sendiri tanpa harus di supiri,walau sebenarnya dia juga sedang males untuk menyetir.


"Baik non,ini kunci mobil nya"ucap pria itu memberikan satu kunci mobil pada Ainsley,namun belum sempat Ainsley mengambil kunci itu, terdengar suara Reynold.

__ADS_1


"Jangan memakai mobil gue"ucap Reynold yang entah kapan Sudan berada di depan pintu utama, Ainsley yang mendengar itu pun membalikkan badannya menatap penuh tanda tanya ke arah Reynold.


"Maksud lak Rey apa?"tanya Ainsley yang tak paham dengan ucapan Reynold.


"Jangan pakai mobil yang ada di sana tanpa izin saya,itu semua adalah milik saya, saya tak ingin milik saya di pakai oleh wanita seperti mu"ucap Reynold dingin dan menusuk.


Apa maksudnya Reynold berbicara wanita seperti mu,memang apa yang salah dengan Ainsley. Apa dia wanita yang menjijikkan sampai Reynold berbicara seperti itu,pikir Ainsley.


"Terus saya pakai apa dong ke kampus nya?"tanya Ainsley,yang tak memperdulikan ucapan Reynold tadi, karena dia juga sudah berjanji pada dirinya untuk tidak terlalu ikut jetuh lebih dalam pada Reynold,jadi masa bodo lah.


"Kendaraan umum banyak, jangan manja"ucap Reynold."oke mana uang nya saya gak punya uang cash buat bayar kendaraan umum,gak usah banyak banyak"ucap Ainsley mengadakan satu tangan nya.


Ya memang dia jarang mempunyai uang cash jadi, alangkah baik nya dia meminta saja pada Reynold,toh kan Reynold adalah suaminya walaupun di atas kertas tapi kan sudah menjadi kewajiban Reynold untuk menafkahi nya.


Reynold pun memutar bola matanya"berikan dia uang cash, sesuai dengan keinginan nya gak usah banyak banyak"suruh Reynold pada asisten yang berada di samping nya.


"Ini kebanyakan, tiga ratus juga cukup"ucap Ainsley menatap uang di tangan nya.


Semua orang yang di sana pun menatap kaget dengan ucapan dari Ainsley,menurut mereka itu uang sudah sangat dikit sekali untuk kalangan seperti majikan nya itu.


Namun apa Ainsley malah berkata jika uang itu kebanyakan,"ambil saja itu tidak seberapa dibandingkan dengan uang ku,uang itu pun tidak cukup untuk membayar minum ku saja,"ucap Reynold,tak jauh berbeda Reynold juga sempat kaget dengan ucapan Ainsley tadi,dia kira Ainsley akan marah karena di beri uang hanya sedikit sekali nakun ternyata dia berkata jika uang itu kebanyakan.


Tapi dia mengira nya jika Ainsley hanya sedang men drama agar orang lain terkesima dengan kesederhanaan nya, padahal dia itu sangat lah boros,suka menghamburkan uang, bahkan kata Felix dia memberikan setengah M setiap kali mentransfer uang pada Ainsley.


Itupun tak termasuk dengan rekening yang lain nya"oke lah makasih paksu saya pamit ke kampus dulu,saya permisi semuanya assalamualaikum"ucap Ainsley memasukkan uang itu pada saku celana nya, kemudian dia pun pergi jalan kaki menuju arah gerbang semabri mengotak sakit handphone nya.


Padahal dia bisa saja menyuruh orang lain untuk mengantarkan nya hanya sampai gerbang, karena memang jarak antara gerbang dan rumah pun terbilang sangat jauh, bahkan bisa di pakai untuk lapangan sepak bola,namun lagi lagi Ainsley teringat dengan perkataan Reynold yang menyuruhnya untuk melakukan semuanya sendiri.


Gak papa lah sekalian jalan pagi, olahraga juga,enak bisa jalan kaki dari rumah menuju ke gerbang apalagi di temani sinar matahari yang belum menyengat serta beberapa tumbuhan yang menghiasi halaman depan rumah Reynold itu.

__ADS_1


Ainsley pun terlihat sangat senang sekali karena sesekali dia melompat atau berlari lari, seperti anak kecil yang sedang berlarian di taman saja.


Semua orang yang melihat itupun di buat melongo dengan apa yang di lakukan oleh Ainsley, mereka kira dia akan menyuruh orang yang ada di sana untuk mengantarkan nya namun Ainsley memilih untuk jalan kaki.


Bahkan Reynold pun sampai membuka kaca mata yang bertengger di hidung mancung nya untuk memastikan jika benar Ainsley jalan kaki menuju ke arah pintu gerbang.


"Aneh"ucap Reynold geleng geleng kepala.


"Tuan apa saya harus menawarkan nona untuk mengantarkan nya hingga sampai ke gerbang?"tanya salah satu pria, berpakaian serba hitam yang berjaga di sana.


Pria itu sedikit tidak tega jika harus membiarkan nona muda nya itu untuk jalan kaki menuju ke gerbang yang lumayan jauh.


"Tak usah saya tak ingin barang milik saya di pakai oleh wanita sial*n itu"ucap Reynold kembali memakai kacamata nya lalu kemudian masuk ke dalam mobil yang berhenti tepat di hadapan nya,di ikuti oleh asisten nya.


Mobil itu pun pergi dari sana,mobil itu juga melewati Ainsley yang masih berjalan untuk ke gerbang yang masih jauh juga, mobil itu melesat tanpa memperdulikan Ainsley yang ada di pinggir seolah mereka tak melihat nya.


Sebenarnya sopir Reynold akan berhenti untuk menawarkan Ainsley masuk ke dalam namun Reynold menyuruhnya untuk tetap jalan dan tak memperdulikan Ainsley.


"Apa tuan Rey tidak mencintai nona?"tanya pria yang berjaga di pintu rumah Reynold.


"Mungkin saja,karena mereka menikah berlandaskan perjodohan."


"Kasihan nona, kenapa yah tuan Rey sampai begitu pada nona padahal kelihatan nya nona orang baik"


"Kita hanya bisa berdoa saja,semoga pernikahan mereka harmonis dan romantis,dan juga semoga mereka menerima satu sama lain"


Begitulah kira kira ucapan para penjaga rumah Reynold yang tadi menyaksikan pembicaraan antara Reynold dan juga Ainsley.


visual bisa liat di ig aku @alwiah_putri

__ADS_1


__ADS_2