
Kerena kesal Reynold pun sudah tak mood lagi untuk pergi jalan jalan menikmati indah sore hari di pantai sembari menikmati sunset,semua harapan itu sirna kala tau jika motor nya di pakai oleh calon istrinya yang tak lain adalah Ainsley.
"Sial baru jadi calon istri aja udah semena mena apalagi udah jadi istri"ucap Reynold menjatuhkan tubuhnya di kasur.
"Arrgghhhh mana dia pake motor kesayangan gue lagi,bener bener tuh anak awas aja kalau udah jadi bibi gue ga akan selamat lo."
Tiba tiba Reynold teringat dengan perkataan Ainsley tadi,yang mengucapkan dia tak akan pernah menjadi istrinya"kita lihat aja apa lo bisa menghindar dari gue,gue pasti in lo bakal jadi bini gue,dan gue pastikan lo bakal jauh lebih menderita,gue akan buat lo menderita sebagaimana Leo membuat Jessy menderita dulu,gue paskitan itu"ucap Reynold tersenyum smrik.
Reynold pun mulai bangkit dari tidurnya dan keluar dari kamar nya itu menghampiri keluarga nya yang berada di luar sedang menikmati pemandangan indah yang tersuguh langsung ke pantai.
"Mom dad Rey mau ngomong"ucap Reynold yang sudah berdiri di antara mereka.
"Bicara apa Rey?"tanya Andra.
"Rey mau pernikahan nya di laksanakan satu minggu lagi"ucap Rey tiba tiba membuat semua orang yang berada di sana membulatkan matanya.
Apa belum cukup Rey memajukan acara pertunangan nya,lalu sekarang dia meminta kembali untuk memajukan pernikahan nya, seperti nya memang Reynold sudah sangat ngegebet pengen nikah sama Alesya.
Byurr
Kini giliran derix yang menyemburkan kopi nya ke muka Andra"ayah...."teriak Andra.
"Sorry son,apa kata mu tadi Rey"ucap derix menatap serius ke arah sang cucu.
"Rey mau pernikahan nya di laksanakan satu minggu lagi"Reynold pun mengulang kata yang tadi dia ucapkan.
"Apa kamu tak cukup acara pertunangan yang seharusnya di lakukan dua mingguan lagi harus di laksanakan hari ini,dan pernikahan kamu mau satu minggu lagi"ucap Sonya yang tak habis pikiran dan dengan pemikiran putra nya itu.
"Ya emang gak boleh gitu mom kan lebih cepat lebih baik"ucap Reynold.
"Opa setuju dengan mu Rey"ucap derix santai mengacungkan kedua jempol nya pada sang cucu,derix juga sudah tak sabar ingin menjadikan Ainsley salah satu bagian keluarga Fernando.
"Ayah!"teriak Sonya dan Andra.
"Sudah Rey Raj perlu menghiraukan perkataan mereka,kita akan melaksanakan pernikahan satu minggu lagi,kamu terima beres saja yah"ucap derix mengedipkan salah satu matanya.
"Opa memang ter the best"ucap Rey lalu mencium pipi opa nya itu.
"Jangan cium opa anak banteng"ucap derix mengusap pipi yang tadi di cium Reynold.
"Jangan bilang aku anak banteng opa"ucap Rey mencabikan bibir nya.
"Jangan bertingkah sok imut begitu,opa bukannya gemas malah pengen nonjok muka mu."
"Opa jahat."
"Ouh apa opa jahat yah hm"ucap derix menatap tajam ke arah cucu nya.
"Hehehe enggak kok opa,opa itu baik hati ganteng lagi"ucap Rey memijit tangan opa nya,haduh jika tidak seperti ini bisa bisa harta warisan opa yang akan di berikan pada nya akan semakin menipis.
__ADS_1
"Opa yang benar saja,kita kan sudah berjanji untuk acara pernikahan nya satu bulan dua minggu lagi masa harus di majukan lagi,gimana kata calon besan nantinya"ucap Sonya.
"Tak perlu memikirkan itu Sonya,akan opa atasi mereka tak akan pernah merasa keberatan."
"Ya udah Rey mau jalan jalan dulu"ucap Reynold.
"Hm cepat lah keluar sudah muak opa melihat wajah mu"ucap derix.
"Wajah Rey ganteng gini opa muak wah opa belum tau banyak para wanita yang mengidolakan wajah Rey ini"ucap Reynold dengan percaya diri.
"Ya tentu saja bibit Daddy tak akan pernah gagal"ucap Andra membanggakan dirinya.
"Jangan lupa di sana juga ada sel telur mommy yang cantik ini"ucap Sonya tak mau kalah.
"Ya ya sudah jangan memperdebatkan hak yang tak penting,Rey ganteng karena turunan opa"bukan nya melerai opa malah ikut ikutan membanggakan dirinya karena ketampanan milik sang cucu.
"Kalian sama aja"ucap Reynold lalu keluar dari sana.
Saat sudah sampai di luar Reynold menghubungi seseorang untuk menjemputnya di sana.
(Hallo ada apa) ucap seseorang di sebrang sana nge gass.
"Jangan nge gas bego udah bosen hidup lo"ucap Arselino yang tadi kaget mendengar suara keras dari balik telpon.
(Eh pak bos sorry tadi gue kira si Andri)
(Astaga naga bango yang bener aja bos itu tempat nya jauh)
"Di mulai dari sekarang"
(Iya iya sekarang berangkat)
Sambungan telepon itu pun berakhir, kemudian Reynold pun kembali memasukan ponsel genggam nya ke saku celana nya.
***
Di tempat lain Ainsley dan kawan kawan akan pergi ke salah satu cafe langganan mereka yang tak jauh dari tempat markas.
"Gimana kalau kita naik motor aja, kebetulan Evelin bawa motor,gue sama Ainsley,Evelin dan Fani gimana?"ucap Tasya memberikan saran.
"Gue sih ayo ayo aja"
"Ya udah yok lah dah laper nih gue"ucap Ainsley.
"Gila Lo bisa pake motor gede sley"ucap fani spaicles melihat motor gede yang terparkir di depan markas.
"Ya bisa lah apa sih yang gak bisa sama gue"ucap Ainsley dengan pede nya.
"Iya iya deh percaya"ucap Fani membuat mereka terkekeh.
__ADS_1
"Tapi kok motor nya kayak gak asing yah"ucap Tasya melihat lebih diteil motor itu.
"Ini motor calon suami gue, karena tadi gue buru buru ya udah gue pinjam motor dia aja biar gak lama,kalau pake mobil kan bakal lama"ucap Ainsley.
Mereka pun menganggukan kepalanya"tapi bener sih kata Tasya ini motor kayak gak asing"ucap Evelin ikut menimpali.
"Bentar gue ingat ingat dulu"ucap Fani mengingat ingat motor di hadapan nya"udah ah lama keburu pingsan gue kalau nungguin lo ingat ingat siapa motor nya"ucap Ainsley.
"Iya juga sih,ya udah yok lah Gus udah laper banget"ucap Tasya mereka langsung pergi meninggalkan markas.
***
Sekitar lima belas menitan datang lah seorang laki laki menggunakan motor dan berhenti tepat di depan Reynold.
"Telat lima menit tiga puluh dua detik"ucap Reynold dingin.
"Yaelah bos gak mikir apa dari Jakarta ke sini tuh jauh orang lain satu jam baru nyampe lah gue lima belas menit, seharusnya bos itu bersyukur"ucap Adelio,masih ingat kan dia adalah salah satu inti Genk motor vander, kalian bisa baca kembali di chapter dua belas jika tidak ingat.
"Udah saya gak peduli"ucap Reynold langsung naik ke atas motor adelio itu.
"Kemana bo?"tanya adelio.
"Ke Jakarta gue mau pulang"ucap Reynold,yang tadinya dia akan jalan jalan berubah haluan dia akan pulang ke Jakarta, untuk barang barang yang masih ada di villa itu biar asisten nya yang mengurus.
"Gak mau gantian setir motor nya bos pegel nih tangan"ucap Adelio.
"Turun"perintah Reynold.
"Buat apa bos?"tanya adelio.
"Ah lama"ucap Reynold langsung menggas motor milik adelio itu,ya sementara adelio masih berada di tempat nya.
Karena tangan Reynold yang panjang memudahkan dua untuk mengendarai motor walaupun tidak duduk di depan,adelio pun sedikit duduk lebih depan dan mencondongkan tubuhnya agar memudahkan Reynold melihat jalan.
"Anj*g lo boss"umpat adelio,ya walaupun itu tak akan terdengar oleh Reynold karena saat ini dia menjalankan motornya dengan kecepatan di atas rata rata.
Saat mereka terhent di lampu merah banyak Padang mata yang menatap ke arah mereka seraya berbisik bisik.
"Gila tuh cowok gay"
"Ihhh geli gue lihat nya"
"Anjay romantis banget tuh cowok berdua"
Begitulah kira kira ucapan orang orang yang ada di samping motor Adelio.
"Romantis apa bego gue malah geli sendiri Anji*g,mana si Joni gue ke dempet lagi aduh mau marah tapi si boss"ucap Adelio yang tengah menahan malu, sedangkan Reynold bersikap masa bodo.
Setelah lampu kembali hijau Reynold pun kembali menjalankan motor nya, dengan posisi mereka yang tetap sama belum berubah.
__ADS_1