
"Rey sama Ainsley akan pergi ke rumah Rey hari ini"ucap Reynold memecah keheningan yang tercipta di ruang tamu itu.
"Loh kok mendadak Rey"ucap Sonya,dia kira anak dan menantunya akan menetap lebih lama di sini,ya minimal satu minggu namun nyatanya tidak.
"Rey ada banyak kerjaan mom,kalau bolak balik dari kantor ke sini kan lumayan jauh"ucap Reynold,ya jarak antara perusahaan nya dengan mension lumayan jauh bisa menghabiskan waktu satu jam setengah,itu pun jika jalanan normal jika macet akan dua kali lebih lama.
"Banyak kerjaan atau pengen bermesraan biar gak di ganggu orang lain"ucap Andra menaikan sebelah alis nya, dengan nada bicara yang di buat untuk menggoda sang anak.
"Ya keduanya"ucap Reynold membuat Ainsley menatap ke arah nya,"apa apaan sih kak Rey kok ngomong kayak gitu"ucap Ainsley dalam hatinya.
Semua orang pun terkekeh mendengar pengakuan dari Reynold, mereka pun semakin gencar menggoda pasutri baru itu.
"Iya deh iya yang lagi kasmaran mah"ucap Sonya menyenggol lengan Ainsley, sedangkan Ainsley pun menundukkan kepalanya merasa malu karena terus terusan di goda oleh mertuanya.
Sedang Reynold hanya bersikap biasa saja"dasar baperan"gumam Reynold sembari memberikan seringai kecil, melihat tingkah Ainsley itu.
"Apa enggak bisa besok aja Rey, mommy masih mau menantu mommy di sini"ucap Sonya yang tak rela jika Reynold membawa Ainsley pergi,entah kenapa dia sangat sangat tidak rela jika Ainsley pergi serasa ada yang kurang padahal dia baru mengenal Ainsley tapi dia sudah sangat menyayangi nya.
Entah lah dia pun tak mengerti dengan hati nya itu,jika di tinggal beberapa hari bahkan berminggu-minggu oleh anak nya sendiri Reynold dia biasa biasa saja,tapi jika di tinggal Ainsley yang notabene orang baru dia merasa tak rela.
"Gak bisa mom nanti siang Rey akan bawa Ainsley untuk pindah"ucap Reynold membuat Sonya terdiam sembari menunjukkan wajah sedih nya.
"Sudah mom mereka sudah menikah mereka harus membangun sebuah rumah tangga yang mandiri tanpa ikut campur keluarga,lagian kalau mommy mau ketemu Ainsley atau Rey mommy bisa ke sana kan"ucap Andra yang menyadari raut wajah sedih sang istri.
"Baiklah,tapi bolehkan mommy sering sering ke sana?"tanya Sonya,"kapan Rey melarang mommy untuk pergi ke sana"ucap Reynold.
"Baiklah,tapi kamu harus janji sama mommy Rey kamu gak boleh sakitin Ainsley sedikit pun,kalau kamu sampai ketahuan nyakitin Ainsley kamu abis di tangan mommy"ucap Sonya.
"Hm anak mommy sebenarnya itu siapa sih Rey atau Ainsley"ucap Reynold yang cemburu karena mommy nya lebih mementingkan Ainsley.
"Karena Ainsley adalah anak perempuan mommy yang paling mommy sayangi"ucap Sonya memeluk tubuh sang menantu.
__ADS_1
Siang harinya seperti ucapan Reynold tadi dia akan membawa Ainsley ke rumah milik nya yang terletak lumayan jauh dari mension Fernando itu.
Mungkin bisa di hitung satu jam untuk sampai ke rumah Reynold dari mension Fernando. Sebelum Reynold pergi sedari tadi dia sudah di berikan nasihat oleh semua keluarga nya agar menjaga Ainsley.
Sampai sampai telinga nya memerah karena menerima nasihat yang keluarganya berikan,namun tak mungkin dia lakukan, karena apa? Karena dia sendiri lah yang akan menyakiti Ainsley.
"Kita pergi yah mom"ucap Reynold mencium tangan Sonya di ikuti oleh Ainsley.
"Iya hati hati di jalan yah,ingat pesan mommy jangan sakiti Ainsley perketat penja Ainsley musuh kita banyak mommy gak mau dia kenapa napa"ucap Sonya memeluk tubuh sang anak.
"Iya mommy Rey janji bakal jagain Ainsley"ucap Reynold melepaskan pelukan mommy nya.
"Sayang mommy pasti bakal kangen banget sama kamu"ucap Sonya memeluk Ainsley tanpa terasa dia menitikan air matanya.
"Aku juga bakal kangen banget sama mommy"ucap Ainsley,"kamu jaga diri baik baik yah,kalau Rey nyakitin kamu bilang sama mommy biar mommy nanti potong burungnya"ucap Sonya membuat Reynold langsung menutup alat vital nya merasa ngeri dengan ancaman sang ibu.
"Mommy kok gitu sih"ucap Reynold mengerucutkan bibirnya,"jangan di monyong monyongin tuh mulut mau di tumbuk kamu"ucap Andra,bukan nya merasa gemas dengan wajah Reynold dia malah merasa jijik ingin dia tampil saja muka nya itu.
Begitupun dengan Ainsley yang baru pertama kali melihat Reynold bersikap demikian dia merasa sangat gemas sekali, wajah Reynold seperti anak kecil yang merengek ingin di belikan permen saja.
Plak
Satu timbukan mendarat sempurna di wajah tampan seorang Reynold davinda Fernando,siapa lagi pelakunya jika bukan Andra,dia sangat sangat muak dengan wajah sok imut anak nya itu yang menurutnya mirip dengan anak Dugong.
Semua orang pun meringis melihat itu pasti sangat sakit apalagi Andra menimbuk nya dengan sendok mahal milik nya,uhhh pasti sangat sangat sakit sekali.
"Awssss **** sakit dad"ucap Reynold memegang wajah nya."Makanya mukanya gak usah di gitu gituin Daddy gak tahan buat nabok mukanya"ucap Andra tanpa rasa bersalah.
"Udahlah Rey marah sama Daddy"ucap Reynold langsung menarik tangan Ainsley sedikit kasar lalu memasukan nya ke dalam mobil.
"Heh anak Dugong tak sopan kau,gak izin dulu sama Daddy"ucap Andra sembari berteriak.
__ADS_1
"Rey gak peduli"ucap Reynold menujulurkan lidahnya sebelum masuk ke dalam mobil. Melihat Andra yang sedang mengambil ancang ancang untuk menampol kembali Reynold dengan sendal nya, Reynold pun langsung masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya.
"Sabar dad"ucap Sonya mengelus dada suaminya.
"Bisa darah tinggi Daddy kalau anak itu masih ada di sini"ucap Andra.
Sedangkan di dalam mobil Reynold tampak sepi tak ada satupun orang yang berbicara, mereka sama sama diam, karena bosan dengan kesunyian itu Reynold pun memutar lagu.
Ainsley pun yang tadinya menatap ke arah jendela melihat jalanan kota Jakarta, itupun mengalihkan pandangannya ke arah Reynold yang masih fikus menyetir dengan wajah dingin dan datar nya bahkan sekarang Ainsley merasa raut wajah nya berbeda saat mereka berada di mension Fernando.
Ainsley merasakan situasi mencekam Kaka melihat wajah Reynold seolah ada sesuatu yang akan terjadi nanti.
"Kenapa perasaan gue gak enak gini yah"ucao Ainsley dalam hatinya,sedari tadi saat Reynold berbicara akan membawa nya ke rumah nya Ainsley merasa ada yang mengganjal di dalam hatinya.
Namun segera dia menepis hak itu,dia tak mau berburuk sangka dulu, mungkin karena memang dia sedang banyak pikiran karena misi nya juga membuat perasaan nya enak, itulah yang ada di pikiran Ainsley.
Setelah satu jam menempuh perjalanan akhirnya mereka berdua pun sampai di rumah milik nya,rumah itu tak kalah megah nya dengan mension Fernando.
Bisa di bilang rumah Reynold itu luas nya seperti mension Alexander tapi tak tau dengan dalam nya,tapi Ainsley yakin barang barang di rumah itu pasti akan lebih mahal dari pada di mension Alexander.
"Keluar"ucap Reynold dingin,yang langsung di di lakukan oleh Ainsley.
Berbeda dengan di mension Fernando dia yang langsung di sambut oleh semua orang yang berada di sana,di rumah Reynold itu semua orang sibuk dengan urusan nya masing masing.
Mereka pun hanya menyapa Reynold tidak menyapa nya,namun Ainsley pun tak ambil pusing dengan hal itu,dia hanya mengikuti kemana Reynold pergi.
*visual bisa liat di Ig aku@alwiah_putri
tiktok@putrialwys
jangan lupa untuk like komen dan follow 🥰
__ADS_1
kritik dan saran tulis di komentar*