
Sinar matahari masuk dari sela sela kaca yang masih tertutup gorden, membangunkan salah satu insan yang sedang tertidur dengan memeluk seseorang yang berada di samping nya.
Ainsley menggeliat kala sinar matahari itu menelisik masuk ke matanya yang masih tertutup, Ainsley pun membuka perlahan lahan matanya hingga terpampang jelas wajah seorang laki laki di hadapannya.
"Apa gue lagi mimpi kok gue bisa liat pangeran,jatuh dari mana nih"ucap Ainsley dalam hatinya, untuk memastikan kalau dia sedang tak bermimpi Ainsley mencubit tangan nya sendiri.
"Awwws,ternyata enggak mimpi terus ini siapa dong"pikir Ainsley pun menerawang ke kejadian beberapa jam yang lalu dan....
Ketemu dia baru ingat kalau pria di hadapannya itu ada Reynold davinda Fernando,yang sekarang sudah resmi menyandang status sebagai suami nya sendiri.
"Lah kenapa nih laki ada di sini,kan gue tidur di kamar gue bukan di kamar pengantin?"Ainsley bertanya tanya pada dirinya sendiri.
Dia pun teringat dengan malam pertama,buru buru dia mengecek apakah pakaian dia dan Reynold masih utuh,dan setelah melihat pakaiannya utuh Ainsley bisa bernafas lega.
Setidaknya dia tidak jadi di unboxing oleh Reynold,dan untung nya saja dirinya juga sedang datang bulan, Ainsley pun melihat ke arah jam dinding yang menempel di tembok.
"Udah jam tujuh ternyata,gue harus mandi terus pergi ke kampus"ucap Ainsley lalu dia bangkit dari tidurnya.
Namun sebelum itu dia melihat sepasang tangan melingkar di pinggang nya"ouh tenyata tangan kak Rey, pantesan aja perut gue serasa berat dan sakit,mana gue lagi datang bulan lagi tambah sakit deh"ucap Ainsley dalam hatinya.
Dia pun dengan pelan pelan memindahkan tangan Reynold,namun ternyata sang empu terganggu dengan aktifitas yang di lakukan oleh Ainsley pun malah mengeratkan pelukannya di pinggang Ainsley.
Tak hanya itu Reynold pun menelusup kan kepalanya di leher jenjang milik Ainsley,dia juga menumpang kan kau nya di kaki Ainsley.
"Sumpah nih laki satu bukan nya makin ringan malah makin berat aja"ucap Ainsley.
Dengan terpaksa Ainsley pun harus membangunkan Reynold dia tak mau telat berangkat ke kampus,dan kebetulan dia ada kelas pagi jam sembilan.
"Kak Rey bangun"ucap Ainsley menggoyangkan lengan Reynold yang berada di perut nya.
"Hm qhsjnwsbwhj"bukan nya bangun Reynold malah bergumam tak jelas.
Ainsley pun menyeringit kan dahi nya tak mengerti dengan ucapan Reynold itu"kak ngomong apa sih yang jelas kalau ngomong,udah awas itu tangan sama kaki singkirkan dari tubuh gue"ucap Ainsley.
"Hm tunggu lima menit"ucap Reynold semakin menelusup kan kepalanya di leher jenjang Ainsley, dengan sesekali dia mencium atau menggigit leher Ainsley itu.
Ainsley pun merasakan hal aneh saat Reynold mencium leher nya, Ainsley pun mencoba menyingkirkan kepala Reynold yang berada di leher nya.
"Bisakah kau diam,aku masih ingin tidur"ucap Reynold merasakan jika Ainsley yang terlalu banyak bergerak dan menggangu tidur nya.
"Ya udah kalau mau tidur, tidur aja gue mau ke kamar mandi."
__ADS_1
"Ngapain sih masih pagi juga."
"Pagi kak Rey bilang lihat jam berapa ini udah jam tujuh nanti gue telat ke kampus"ucap Ainsley memberengut kesal.
Mendengar jika Ainsley akan ke kampus membuat Reynold membuka matanya walaupun itu sedikit susah karena matanya masih ingin terpejam.
"Apa lo bilang ke kampus,gila lo kita baru aja nikah masa mau ke kampus,lo gak ambil cuti"ucap Reynold di balas gelengan kepala oleh Ainsley.
"Cukup kemarin aja gue ijin sekarang enggak gue mau pergi ke kampus awas ihhhh"ucap Ainsley.
Reynold pun geleng geleng kepala ada yah yang kemarin abis nikah sekarang langsung pergi ke kampus seolah kemarin seperti hari hari biasanya.
"Hm tunggu lima menit lagi gue masih ngantuk"ucap Reynold kembali ke posisi awal dengan menelusupkan kepalanya di leher Ainsley.
"Terus urusan nya sama gue apa,kalau lo masih ngantuk ya tidur lagi aja tapi lepasin gue."
Reynold pun mendengus kesal, baru saja dia merasakan tidur nyenyak tanpa bantuan obat mengapa harus di ganggu oleh Ainsley segala.
"Tunggu lima menit atau gue gak bakal lepasin lo seharian"ucap Reynold dengan penuh penekanan yang akhirnya di turuti oleh Ainsley.
Setelah lima menit Ainsley pun kembali membangunkan Reynold"kak Rey udah lima menit awas"ucap Ainsley.
Setelah itu Ainsley pun bangkit dari tidurnya dan mencepol rambut nya hingga terlihat lah dengan jelas leher jenjang nan putih milik Ainsley dengan satu bekas ciuman Reynold yang terlihat jelas ada di sana.
Reynold yang melihat itu pun menelan ludah nya kasar,baru juga melihat leher dia sudah panas dingin bagaimana dengan yang lain,saat akan menyingkapkan selimut tanpa sengaja Ainsley menyenggol junior milik Reynold.
Dan itu sukses membuat junior nya Reynold berdiri"apaan tuh"ucap Ainsley dalam hatinya,tanpa memikirkan hal itu Ainsley langsung berdiri.
Namun Reynold langsung menarik nya hingga akhirnya Ainsley pun kembali tertidur,namun bukan di atas kasur melainkan di atas tubuh Reynold.
Ainsley pun menahan nafasnya,kala merasakan deru nafas sang suami yang menyapu pinggir wajah nya serta kedua tangan Reynold yang memeluk tubuh nya.
"K-kak Rey awas ihh"ucap Ainsley.
"Lo harus bertanggung jawab"ucap teu dengan suara berat nya,dan itu sukses membuat bulu kuduk Ainsley berdiri.
"Tanggung jawab apa sih kak awas deh jangan ngadi ngadi gue gak buat kesalahan kok"ucap Ainsley.
"Lo udah buat Joni gue bangun."
"Joni siapa sih"ucap Ainsley menyeringit kan dahi nya bertanyalah siapakah itu Joni?
__ADS_1
"Itu yang tadi lo senggol,dia udah bangun jadi lo harus tanggung jawab menidurkan nya kembali"ucap Reynold.
"Gue emang nyenggol apaan"entah polos atau pura pura tak tau Ainsley ini.
"Benda pusaka gue yang buat produksi Beby"ucap Reynold,yang langsung di angguki oekh Ainsley,dan sesaat kemudian Ainsley pun tersadar.
"Gila ternyata tadi itu-"ucap Ainsley dalam hatinya.
"Udah inget kan sekarang,jadi ayo tidurin lagi Joni gue,kan tadi malem gak jadi gue udah melepaskan lo tadi malam da pagi ini lo gak bisa lepas."
"Ihh ka maafin gue yah, lepain gue mau ke kampus nanti telat gimana."
"Lo gak usah ke kampus aja, sekarang ayo cepat tidurin Joni gue sebelum dia ngamuk."
"Emm tapi kak gue lagi datang bulan"ucap Ainsley jujur,bukan hanya alasan saja dia juga tak mau menyerahkan mahkota nya pada laki laki yang tak mencintai nya walaupun itu adalah suaminya sendiri.
Reynold pun tak mudah percaya pada ucapan Ainsley tadi"jangan cari alesan,Lo gak pinter bohong."
"Mana ada gue bohong,lo mau bukti ya udah nih liat darah gue"ucap Ainsley walaupun dirinya sedikit ragu dengan ucapannya tadi.
Reynold pun menghembuskan nafas nya,dia pasrah sudah dengan keadaan ini,dia harus menahan semua hasrat nya sendiri,dan dengan terpaksa dia harus menidurkan Joni nya seorang diri.
"Kapan lo datang bulan?"tanya Reynold tanpa melepaskan pelukannya.
"Baru kemarin"
"Bakal berhenti berapa hari?"
"Paling dua mingguan"ucap Ainsley membuat Reynold membelalakkan matanya tak percaya,jadi dia harus menunggu dua minggu.
"Emang gak bisa dua hari"ucap Reynold lesu.
"Gak bisa awas ah gue mau ke kamar mandi"Reynold pun dengan terpaksa melepaskan Ainsley.
Ainsley pun langsung masuk ke kamar mandi, sekarang tak ada waktu lagi dia takut telat, sebenarnya bisa saja sih Ainsley mengambil cuti,lagi pula hari ini hanya ada satu pelajaran, hanya saja kemarin Ainsley mendapatkan informasi dari Evelin kalau ada informasi baru terkait dengan misi nya itu.
Jadi dia harus beralasan pergi ke kampus, walaupun sebenarnya dia juga merasa lelah karena acara kemarin yang lumayan membuat energi nya cukup terkuras.
visual cerita bisa lihat di Ig aku@alwiah_putri
tiktok@putrialwys
__ADS_1