Cold CEO My Husband

Cold CEO My Husband
bab 45.pulang telat


__ADS_3

"ceilah inget umur bro,umur udah mau kepala tiga masih aja nonton cocomelon, pantesan aja gak ada yang mau"ucap Andra pada Rendy yang tengah asik menonton Coco melon di handphone nya.


Sedangkan yang lain sedang asik mengobrol,ada juga yang main catur dan lain sebagainya.


"Aelah sok soan nasehatin gue lo juga sama Bahrun, udah gede tapi masih pake kolor prozen"cibir Rendy, karena ucapan Rendy tadi membuat semua yang berada di sana tertawa.


"Syuttt Lo kok malah bongkar aib gue segala, nanti kalau ketahuan sama Tasya bahaya"bisik Andra,sudah sejak dulu Andra menaruh hati pada Tasya,namun tak satu kali pun ungkapan rasa cinta nya di terima oleh Tasya.


Namun bukan Andra namanya jika tidak pantang menyerah,dia terus berusaha untuk mengambil hati pujaan hatinya itu, walaupun di antara mereka terhalangi tembok yang begitu kokoh. Ya itu lah,satu aamiin tak seiman.


"Biarin,biar si Tasya tau kalau lo suka pake kolor prozen,biar dia makin ilfill sama Lo."


"Eh tuh si Tasya nya"ucap Leo,saat melihat Tasya berjalan ke arah nya,tadi Tasya izin untuk ke kamar mandi.


"Wih rezeki nomplok, Tasya ini si Andra pake kolor-mphlmphm"belum selesai Rendy berucap Andra sudah meletakan tangan nya di mulut Rendy.


"Kenapa?"tanya Tasya menaikan satu alis nya.


"Enggak ada apa apa kok dek Tasya"ucap Andra tersenyum manis ke arah Tasya.


"Ouh terus tadi aku denger denger ada yang bawa bawa nama aku"ucap Tasya.


"Enggak cuman bercanda aja sya"ucap Evelin,dia tak mungkin menceritakan tentang kolor prozen itu pada Tasya.


Dia juga masih mempunyai raaa kasihan pada Andra,dan dia juga bisa menjadi saksi perjuangan Andra untuk mendapatkan hati Tasya bukan lah hal yang mudah.


Tasya pun mengangguk anggukan kepalanya"kak Andra itu kasihan kak Rendy nya kok di sumpel"ucap Tasya, dengan segera Andra pun melepaskan tangannya.


"Hehehe iya maaf tadi cuman bercandaan iya gak ren"ucap Andra menyenggol lengan Rendy.


"Gila tangan Lo bau terasi banget,kalau tadi Tasya gak nyuruh Lo lepasin tuh tangan udah isdet gue,Lo gak cuci tangan yah bau jigong anjir"ucap Rendy.


"Enggak itu mah mulut Lo aja yang bau,gue udah cuci tangan kali udah bersih tanpa noda,harum gini"ucap Andra mencium tangan nya,namun ternyata perkataan nya salah,dia baru teringat tadi sudah makan sambal terasi di rumah lupa cuci tangan.


"Hehehe gue ke kamar mandi dulu yah"ucap Andra yang langsung berlari ke arah kamar mandi untuk membersihkan tangan nya,bisa ilfill nanti Tasya jika tau tangan nya bau jigong.

__ADS_1


"Eh udah malem nih kota bertiga pamit duluan yah"ucap Evelin sembari melihat jam tangan yang pastinya melingkar di pergelangan tangan,yakali jam tangan melingkar di pinggul.


"Iya, Rendy,Andra,Leo anterin mereka"suruh Reynold pada ketiga temannya itu,yang tentu saja langsung di lakukan oleh mereka.


"Lo mau pulang ke rumah apa ke markas fan?"tanya Evelin sedikit berbisik.


"Gue mau nginep di rumah Tasya,berabe kalau gue kesana yang ada nanti mereka curiga lagi"ucap Fani,di balas acungan jempol oleh Evelin.


"Hati hati awas tuh adek gue Lo apa apain"ucap Charles di balas anggukan oleh Leo yang kebetulan bertugas untuk mengantarkan Evelin.


Bisa saja Charles yang mengantarkan nya namun,dia masih ada urusan di sana jadi harus Leo yang mengantarkan nya.


Sepeninggal nya ketiga wanita itu, Reynold pun izin untuk pulang terlebih dahulu pada anggota nya.


"Gue pulang duluan"ucap Reynold sembari menepuk pundak Charles.


"Lah gak biasanya lo pulang cepet gini,mau ngisi servisan"ucap Charles menaik turunkan alisnya.


"Gak ada yang menggoda,gue mau yang masih ori"ucap Reynold.


"Seberapa emang?gak bakal buat gue bangkrut juga kan."


"Hahaha iya iya,tapi kan yang ori belum berpengalaman goyangan nya juga belum Joss"ucap Charles.


"Gak papa kan gue udah pro yang penting nikmat aja"ucap Reynold,sembari kembali menenguk minuman beralkohol itu.


"Sip lah nanti gue cariin deh kalau udah dapet nanti gue kirim ke Lo"ucap Charles di balas anggukan kepala oleh Reynold.


"Semuanya gue duluan"ucap Reynold pada semua orang yang masih berada di sana.


"Iya bos hati hati"ucap para anggota vander di balas acungan jempol oleh Reynold.


Ainsley baru saja turun dari mobil nya dengan membawa beberapa paper bag berisi beberapa potong baju serta tas dan keperluan lain nya.


"Huh cape juga ternyata,yey akhirnya bisa beli baju baru"ucap Ainsley tersenyum riang melihat tangan nya yang penuh dengan paper bag.

__ADS_1


Dua hari yang lalu Reynold memberinya black card untuk dia berbelanja dan bersenang-senang, Ainsley bukanlah tifekal wanita yang sok jual mahal yang tak mau menerima black card padahal dalam hatinya ingin buru buru memakai black card itu.


Dengan senang hati Ainsley langsung mengambil black card itu,dan tak lupa berterima kasih pada Reynold.


"Sayang banget kan kalau punya suami sultan tapi uang nya gak kita porotin."ucap Ainsley sembari melihat jam mahal yang baru saja dia beli di pergelangan tangan nya.


"Waduh ternyata udah jam sepuluh,semoga kak Rey belum pulang deh,gue lupa ngabarin lagi"ucap Ainsley merasa was was sendiri.


Ainsley pun membuka pintu dengan sangat pelan,lalu menongolkan kepalanya, dilihat nya sepi Ainsley pun bernafas lega,saat akan menutup pintu tiba tiba suara seseorang membuat nya kaget.


"Dari mana Lo?"instruksi Reynold dengan wajah dingin dan datar nya,dia sedang duduk di sofa panjang yang tak jauh dari pintu utama.


Ainsley pun membelikan tubuhnya,dan tersenyum Manis saat melihat ada Reynold yang sedang duduk manis dengan kaki yang dia tumpang kan,dan tak lupa wajah dingin dengan mata tajam yang mengarah ke arah nya.


"Hehehe kak Rey udah pulang"ucap Ainsley menghampiri Reynold, lalu menjulurkan tangannya ingin mencium tangan Reynold namun langsung di tepis oleh sang empu.


"Sudah berapa kali gue ngomong hah,udah jam berapa ini"ucap Reynold menaikan nada bicara nya.


"Hehehe maaf kak Rey gue lupa"ucap Ainsley merasa takut melihat raut wajah Reynold.


"Apakah kamu lupa kamu itu Sekarang sudah menjadi seorang istri, berhenti bersikap layaknya masih seorang gadis,suami pulang kerja bukan nya nyambut di rumah malah keluyuran gak jelas"bentak Reynold sembari bangkit dari duduknya, karena bentakan itu membuat paper bag yang ada di tangan nya terjatuh.


"Gue kan udah bilang maaf,apa susah nya sih maafin kelar kan,gak usah bawa bawa status gue ngerti kok sama status gue sekarang gak perlu Lo ingetin lagi"ucap Ainsley yang tak sengaja meninggikan nada bicaranya.


Ainsley adalah wanita yang tak pernah di bentak oleh keluarga nya,jadi dia merasa kaget jika seseorang ada yang membentak nya,oleh karena itulah Ainsley pun balik membentak Reynold tanpa di sengaja.


"Berani kamu membentak saya"ucap Reynold mencekal lengan Ainsley yang sedang memunguti paper bag yang berserakan di lantai.


Plak


*visual bisa liat di Ig aku@alwiah_putri


tiktok@putrialwys


jangan lupa untuk like komen dan follow

__ADS_1


jika ada kritik dan saran bisa tulis di komentar*


__ADS_2