Cold CEO My Husband

Cold CEO My Husband
bab 62


__ADS_3

"Ayo Oma,aku anterin ke kamar"ucap Ainsley,dia pun menuntun Oma untuk masuk ke kamar nya.


Sementara Oma hanya memperhatikan wajah datar nya saja,ingin menolak tapi disana ada Erland yang dimana pasti sang suami akan marah padanya jika menolak menantu kesayangan keluarga Fernando itu,dia pun hanya bisa pasrah saat pundak dan tangan nya di pegang oleh Ainsley.


"Ayo Oma istirahat tidur yang nyenyak,semoga mimpi indah"ucap Ainsley lembut,dia memperlakukan Oma layaknya kepada orang tuanya sendiri, walaupun Oma bersikap kurang mengenakkan kepada nya.


Namun dia pun sadar Oma melakukan itu semua karena tidak tau kenyataan nya,dia hanya menginginkan sang cucu mendapatkan wanita yang selevel dengan keluarga Fernando,serta seluk beluknya yang baik dan jelas,tak apa mungkin Oma menilai nya lewat beberapa pertemuan yang tidak mengenakan dengan Alesya yang sikap nya berbanding terbalik dengan Ainsley.


"Saya bisa sendiri,jangan bersikap sok manis dengan saya,saya tau niat busuk mu,cepat pergi dari sini saya sudah muak melihat wajah kamu sangat menjijikkan"ucap Oma,dan Ainsley pun tersenyum kemudian melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar Oma.


Namun saat akan membuka pintu tiba tiba suara Oma menghentikan nya,"untuk tawaran dari suami saya,saya harap kamu tidak menerima nya,jika kamu menerima itu tunggulah balasan dari saya"ucap Oma penuh penekanan.


Ainsley pun berbalik"Maaf Oma Ainsley tidak bisa janji,namun Oma tenang saja jika pun Ainsley menerima itu Ainsley tidak akan lama menggunakan nya,hanya sampai pekerjaan Ainsley selesai"ucap Ainsley kemudian per dari kamar itu.


"Pekerjaan apa yang dia maksud,huh mengapa orang suruhan ku belum mendapatkan informasi lebih lanjut dengan anak itu,aku rasa dia memiliki rahasia di sini"ucap Oma menatap kepergian Ainsley.


Setelah nya Ainsley pun pergi ke kamar nya dia berniat untuk membersihkan badan nya yang terasa lengket,di lihatnya pertama kali saat masuk ke dalam kamar itu adalah sosok sang suami.


Tanpa menghiraukan keberadaan Reynold, Ainsley terus berlalu pergi ke arah kamar mandi,namun saat dia akan berjalan tangan nya di cakal oleh Reynold.


"Kenapa?"tanya Ainsley sembari menaikan salah satu alisnya,tangan nya pun memberontak minta di lepaskan.


"Lepasin"Ainsley pun langsung menghentakkan tangan nya agar terlepas dari genggaman Reynold.


"Jangan pernah terima tawaran dari opa"ucap Reynold dingin dan penuh penekanan,"kalau gue terima"balas Ainsley dengan senyuman dia juga melipat kedua tangannya di dada seolah sedang menantang.


"Gila gue kayak nantang banget ke kak Rey,huh semoga aja gak marah deh"ucap Ainsley dalam hatinya.

__ADS_1


Ya dia memang kelihatan menantang dan tidak takut padahal dalam hatinya saat ini sedang menahan gugup serta rasa takut yang membuncah dalam hatinya,dia takut akan kembali mendapatkan kekerasan.


Tentu saja Ainsley masih merasakan trauma namun sebisa mungkin dia berusaha tidak memperlihatkan itu semua,dia harus bisa kuat walaupun pada kenyataannya dia rapuh.


Tentu saja tak mudah menghilangkan trauma, apalagi yang dia dapatkan adalah kekerasan fisik dan batin nya.


Reynold pun menggeram kesal,"kalau Lo terima tawaran itu,gue pastiin Lo gak bakal hidup tenang"ucap Reynold menatap tajam ke arah Ainsley.


"Bukan nya selama ini gue gak pernah mendapatkan ketenangan yah"ucap Ainsley semakin membuat Reynold marah.


"Gue akan buat Lo lebih menderita lagi."


"Gue udah menderita banget."


"Gue akan bunuh Lo."


Dia seolah sudah memberikan instruksi kepada Reynold untuk membunuh nya sekarang,"diam!"bentak Reynold, Ainsley pun sampai terlonjak kaget karena suara tinggi Reynold itu.


Dengan sekuat tenaga Ainsley memberanikan diri menatap mata elang itu, tersorot kemarahan yang membuncah di sana, Ainsley tau saat ini Reynold sedang menahan emosi nya agar tidak keluar.


Bisa bahaya jika Reynold menyiksa Ainsley di sini, nanti apa kata keluarga Fernando jika tau kebusukan putra yang mereka bangga banggakan itu menyakiti seorang perempuan yang sekarang sudah sah menjadi istri nya.


"Kenapa mau marah,mau pukul gue, silahkan atau Lo takut kalau mukul gue di sini bakal ketahuan sama keluarga Lo gitu,ya udah yok kita pulang setelah kita sampai di rumah Lo bisa siksa,pukul gue sepuas Lo,ayok"ucap Ainsley menggandeng tangan Reynold.


Dengan sekali hentakan Reynold melepas tangan Ainsley"Awas aja kalau Lo terima itu,gue akan buat perhitungan sama Lo,atau bisa jadi sama orang dekat lo,camkan itu baik baik"ucap Reynold penuh penekanan,dia pun langsung pergi dari kamar nya itu.


Setelah melihat kepergian Reynold,Ainsley pun langsung masuk ke dalam kamar mandi kemudian mengunci pintu nya, dan di sana lah dia menumpahkan segala nya yang sedari tadi dia tahan.

__ADS_1


Getaran yang sedari tadi dia tahan agar tak terlihat di hadapan Reynold kini terlihat di kamar mandi itu, Ainsley menjatuhkan dirinya di sana kala merasakan dia tak bisa lagi menahan bobot tubuh nya.


Tangisan pun tak bisa lagi dia tahan,"ya Alloh mengapa ujian mu sangat berat,bantu hamba untuk tetap kuat"ucap Ainsley mengadu pada sang pencipta.


Ainsley pun menenangkan dirinya terlebih dahulu di kamar itu,cukup lama juga tapi tak apa,saat ini tak ada yang lebih aman untuk dia menumpahkan serta menenangkan dirinya selain di kamar mandi itu.


Setelah dirinya tenang Ainsley kemudian membersihkan badan nya,dan setelah itu dia pun pergi ke kamar sang mertua. Jika kalian bertanya untuk apa Ainsley ke sana?


Apa untuk mengadu? Ohh tentu tidak,tadi saat Ainsley akan mengantarkan Oma ke kamar nya dia terlebih dahulu di suruh oleh sang mama mertua untuk datang ke kamar mertua nya itu.


Jangan bertanya kenapa selena menyuruh Ainsley untuk pergi ke kamar nya? Karena author pun tak tau jika kalian ingin tahu maka baca saja kelanjutan ceritanya di chapter selanjutnya.


Stay tune terus oke πŸ‘Œ


Oke see you bye bye πŸ‘‹


Visual cerita bisa lihat di Ig@alwiah_putri


Tiktok@putrialwys


Untuk yang mau curhat bisa dm Ig aku 🀣santai kok gays πŸ˜…


Jangan lupa untuk like komen dan follow


Jika ada kritik dan saran bisa tulis di komentar πŸ₯°


Kritik dan saran kalian sangat berarti untuk kami para penulis agar bisa memperbaiki kembali tulisan kami 😊

__ADS_1


__ADS_2