
"gila cantik banget"
"Gak sabar pengen liat anak mereka pasti nya bakal cantik dan ganteng"
"Perpaduan yang sangat sempurna"
"Gak salah pak derix menikah kan teu dengan anak keluarga Alexander, sangat sempurna"
Begitulah kira kira perkataan para tamu undangan yang menghadiri momen sakral pernikahan Reynold dan Ainsley.
Ainsley pun berjalan ke arah Reynold dengan kepala menunduk"sayang jangan nunduk kamu harus tegak biar semua orang liat betapa cantiknya kamu"bisik Tanisha.
Ainsley pun dengan sekuat tenaga mendongak kepalanya,bukan apa apa dia menundukkan kepalanya karena sedang menahan tangisan.
Tiba tiba netra Ainsley dan Reynold bertatapan, Reynold pun tersenyum namun menurut Ainsley senyuman itu bukan senyum kebahagiaan melainkan senyum menyeramkan entah apa yang Reynold rencana kan,hingga dapat Ainsley rasakan hidupnya setelah menikah akan tidak beres.
Tibalah Ainsley di depan Reynold, Tanisha pun mulai meninggalkan putri nya di sana.
"Silahkan kepada mempelai wanita untuk mencium tangan suami nya"ucap pak penghulu.
Dengan tangan bergetar Ainsley pun mengambil tangan Reynold untuk dia cium,saat dia mencium tangan Reynold air matanya mengalir,dan dapat Reynold rasakan tangan nya basah.
"Apakah dia menangis?tanya Reynold dalam hatinya.
Saat akan melepaskan tangannya tiba tiba Reynold menarik tangan Ainsley lalu mengecup kening Ainsley yang sekarang sudah sah menjadi istri nya.
Cup
Satu kecupan mendarat di kening Ainsley,dan itu sukses membuat Ainsley terbelalak kaget saat merasakan benda kenyal menempel pada kening nya.
"welcome to the place of torture before the end of your life"bisik Reynold tepat di telinga kanan Ainsley.
"Mari kita bermain main sayang,kita baru saja memulai permainan nya,semoga kamu suka"ucap Reynold di sertai kekehan yang menurut Ainsley sangat menyeramkan.
"Udah lepasin dong Rey nanti di lanjutin di kamar"bisik Andra pada anak nya itu saat dia lihat Reynold tidak melepaskan tautan tangan dari Ainsley.
Reynold pun melepaskan tangannya dan memberikan jarak antara dirinya dan Ainsley.
Acara pun berlangsung setelah akad nikah itu, berlanjut ke acara resepsi pernikahan.
__ADS_1
Banyak para kolega dan pembisnis yang datang ke acara pernikahan nya Arselino dan Ainsley,namun tak ada satu pun teman dari Ainsley atau Reynold yang datang karena memang tak di undang.
Acara pun di laksanakan hingga malam hari,saat ini mereka sudah ada di rangkaian acaranya yang terakhir,semua orang tampak sangat senang terkecuali kedua pengantin baru itu.
"Mari kita berpesta"ucap derix sembari mengambil botol minuman alkohol yang ternama dan mahal.
"Yeyeyy yuhuuuu"ucap semua orang bersorak terkecuali Ainsley.
Satu hal yang sangat dia tak suka berada di sana, yaitu mereka mengadakan acara minum alkohol di akhir acara, sungguh rasanya Ainsley ingin langsung pergi dari sana,mencium aroma alkohol saja sudah membuat Ainsley ingin muntah apalagi jika dia minum.
"Ya Alloh tolong selamatkan diriku"ucap Ainsley memejamkan matanya.
"Mengapa kamu memejamkan mata,ayo kita ikut bergabung ke sana acara minum nya akan segera di mulai"ucap Reynold dingin kepada Ainsley.
"A-ah aku mau ke toilet sebentar"ucap Ainsley mencari alasan.
"Hm suruh seseorang untuk menemani mu"ucap Reynold di angguki oleh Ainsley,dia pun langsung ikut bergabung dengan para keluarga nya.
"Loh Rey kemana Ainsley?"tanya Tanisha saat melihat hanya Rey yang turun dari pelaminan itu.
"Ke toilet dulu katanya"ucap Reynold.
Semua yang di sana pun menunggu kedatangan Ainsley terlebih dahulu,namun sudah hampir lima belas menit Ainsley belum juga kembali.
"Mami susul Ainsley ini sudah lima belas menit tak enak dengan tamu undangan"ucap Felix pada istri nya itu.
Tanisha pun langsung pergi untuk menjemput Ainsley yang masih berada di toilet, Tanisha juga melihat orang yang tadi mengantarkan Ainsley berada di luar toilet.
"Apakah dia sudah keluar?"tanya Tanisha.
"Belum nyonya."
"Baiklah kamu boleh kembali,biar saya saja yang membantu Ainsley"ucap Tanisha langsung di lakukan oleh wanita itu.
"Sayang apa sudah?"tanya Tanisha mengetuk pintu kamar mandi itu.
Ainsley pun terlonjak kaget saat mendengar suara kamu nya itu"i-iya sebentar mami"teriak Ainsley,dia pun menarik nafasnya panjang kemudian menghembuskan nya dan keluar dari toilet.
Dia sudah tak bisa lagi menghindar dari semua ini,"akhirnya kamu keluar sayang semua orang sudah menunggu mu ayo"ucap Tanisha saat melihat Ainsley keluar dari toilet.
__ADS_1
Mereka berdua pun kembali ke tempat acara."akhirnya Ainsley sudah datang mari kita mulai"ucap Erland.
Pelayan pun menuangkan minuman alkohol itu pada setiap gelas daj di ambil oleh masing masing orang.
"Oke terlebih dahulu kita saksikan pengantin nya untuk bersulang"ucap MC itu.
Ainsley dan Reynold pun saling berhadapan dan saling minum alkohol itu Ainsley Dau tangan Rey dan sebaliknya.
"Sekay mari kita semua bersulang"
"Mari kita bersulang"ucap derix.
"Bersulang"ucap mereka lalu bersulang dan meminum minuman masing masing.
"Yey"
Semua orang meneguk minuman nya masing masing, bahkan ada beberapa orang yang menambah minuman itu, termasuk kedua keluarga itu,namun berbeda dengan Ainsley minuman tadi pun tak Ainsley makan, minuman itu masih berada di mulut nya.
Ainsley melihat ke sekeliling nya,dia akan pergi ke kamar mandi untuk memuntahkan minuman itu, setelah dia rasa aman dia pun langsung pergi ke kamar mandi meninggalkan acara itu.
Tanpa Ainsley sadari ternyata sedari tadi Reynold memperhatikan gerak gerik nya yang mencurigakan, Reynold pun membuntuti Ainsley yang masuk ke dalam kamar mandi.
Huek huek
Ainsley memuntahkan minuman itu, sungguh rasanya sangat aneh sekali,tak hanya air saja yang keluar tapi semua yang Ainsley makan keluar juga.
Sungguh sedari tadi Ainsley menahan untuk tidak muntah karena mencium bau alkohol yang sangat menyengat,dia juga tak sengaja sedikit menelan minuman itu.
Dan itu sukses membuat Ainsley sangat pusing dan mual"anjir emang bau banget,wlee"ucap Ainsley kembali membersihkan mulut nya.
"Kuat banget mereka minuman nya,gue baru mencium bau nya aja udah mual sama pusing,beda emang minuman orkay bau nya menyengat dan juga bikin langsung hilang kesadaran"ucap Ainsley.
Ya,yang Ainsley tau minuman alkohol itu hanya anggur merah saja, karena sewaktu dia di Bandung dia pernah ikut penyelidikan minuman keras dan mencium bau nya tapi itu tak menyengat beda dengan minuman yang sekarang, tapi walaupun begitu Ainsley sama sekali belum pernah meminum minuman alkohol.
Untuk saja tadi dia membawa permen dia pun langsung memakan permen itu agar sedikit mengurangi rasa muak dan pusing nya.
"Kenapa dia muntah,padahal dia hanya meminum satu gelas kecil,bukan kah dia peminum wanita yang handal"gumam Reynold.
"Gue juga tadi liat gelagat dia yang aneh,kayak baru pertama kali liat minuman dan meminum nya aja"ucap Reynold,dia pun langsung pergi dari sana sebelum Ainsley keluar.
__ADS_1