
Kenapa hah lo pikir gue gak bisa ngelawan hah,inget yah pernikahan kita itu hanya sebuah perjodohan,jadi gak usah sok ngatur deh Lo"ucap Ainsley sembari memegangi pipinya yang tadi di tampar Reynold,dia paling tidak bisa jika harus di kekang dan di bentak oleh orang lain.
Dia selalu melakukan semua hal dengan baik dan sempurna hingga dalam hidupnya dia tak pernah di bentak oleh keluarga maupun orang lain.
Walaupun keluarga nya dulu tak mengekang diri Ainsley,tapi mereka percaya jika Ainsley bisa menjaga dirinya sendiri,tak hanya itu Ainsley juga selalu membatasi dirinya jika sendiri,jadi dia merasa tak di kekang namun sekarang berbeda dengan Reynold yang seolah mengekang nya,harus ini lah harus itulah.
Dan karena itulah emosi Ainsley terpancing,tak sampai di sana tadi Reynold menampar nya,seumur umur dia ta pernah di tampar.
"Saya berhak mengatur hidup kamu,saya adalah suami kamu, walaupun pernikahan ini di dasari perjodohan tapi tetap saya adalah suami kamu saya yang paling berhak atas kamu,apa susahnya jika keluar izin kepada saya"ucap Reynold mengubah cara bicaranya yang tadinya berkata 'lo gue' menjadi 'saya'.
Tak hanya itu Reynold pun semakin menatap nya dengan tajam,dan mempererat pegangan tangan nya, hingga membuat Ainsley meringis.
"Apa kata orang lain,jika mereka tau menantu keluarga Fernando bersikap seperti ini pada suaminya, ternyata semua perkataan buruk orang lain tentangmu memang benar adanya,saya sampai heran mengapa opa sampai menjodohkan saya dengan wanita benalu seperti mu,cuih saya saja malu mempunyai istri seperti mu, tidak sopan,suka membantah,otak bodoh"Reynold bahkan sampai meludah di samping Ainsley,dan itupun sukses membuat Ainsley semakin marah.
Dia merasa jika harga dirinya di injak injak sebagai wanita dan juga sebagai istri,apa kesalahan nya sepatal itu hingga membuat Reynold marah.
Dia juga tak sengaja bisa pulang semalam itu,ralat ini juga tidak terlalu malam, hanya saja Reynold nya yang marah marah tidak jelas. Karena tadi dia juga sebenarnya jam tujuh malam sudah dalam perjalanan pulang namun tau lah bagaimana macet nya kota Jakarta ini.
Dia merasa saat ini hatinya sedang tidak baik baik saja karena ucapan Reynold tadi,yang menancap hingga ke ulu hati yang paling dalam...alah lebay.
Dengan sekuat tenaga Ainsley melepaskan genggaman tangan Reynold,dan menghempaskan nya"sekarang Lo udah tau kan sifat asli gue,jadi silahkan talak gue,gue juga gak mau kok nikah sama lo,jadi dari pada Lo malu punya istri kayak gue talak gue sekarang"ucap Ainsley tersenyum,namun jangan salah mengartikan senyum itu.
Senyuman itu adalah senyuman yang selalu dia berikan pada musuh nya,dan kali ini dia berikan senyuman itu pada suaminya. Ainsley malah senang jika dirinya di talak saat ini juga itu memudahkan nya untuk memperlancar misi serta tak harus sudah payah menahan diri agar tak jatuh cinta pada laki laki di depan nya saat ini.
"Kamu mau saya ceraikan, Haha tak semudah itu grils,kamu masih belum sampai di permainan saya"ucap Reynold sembari mencengkeram kuat dagu Ainsley, hingga mulut Ainsley pun monyong seperti ikan.
Reynold pun melihat wajah Ainsley yang sedang dia cengkram itu,bulu mata lentik,mata hazel,kulit putih mulus seperti susu,alis tipis,serta bibir pink natural,sangat sempurna namun sayangnya tak se sempurna hati nya yang terlihat busuk di mata Reynold.
Mulut Ainsley tampak berkomat kamit minta di lepaskan, membuat Reynold menyeringai dia pun semakin mencengkram erat dagu itu hingga kuku kuku nya, menusuk ke pipi mulus Ainsley, setelah itu Reynold pun mengecup bibir itu sebelum akhirnya melepaskan cengkraman nya.
Ainsley pun membelalakkan matanya kala merasakan benda kenyal menempel di bibir nya yang manis itu, setelah beberapa menit dia tersadar dengan perlakuan Reynold ingin marah namun saat melihat ternyata Reynold sudah tidak berada di sana.
__ADS_1
"Dasar cowok kampret"rutuk Ainsley memegang dagu nya yang terasa teramat sakit itu.
Setelah nya Ainsley pun kembali membawa paper bag itu ke dalam kamar nya, kemudian membersihkan badan nya.
Setelah selesai dengan ritual mandi nya barulah Ainsley merebahkan tubuhnya bersiap untuk tidur, walaupun dia dan Reynold tidur satu kamar,tapi Reynold jarang sekali tidur di sana.
Entah lah Ainsley pun tak tau pria itu tidur di mana,tak penting juga untuk dirinya pikiran,yang terpenting adalah dirinya sendiri bisa tidur nyenyak tak peduli lah dengan orang lain.
**
**
**
Pagi harinya saat Ainsley sedang mencuci muka dia melihat mukanya yang lebam akibat tamparan Reynold kemarin,tak hanya itu akibat cengkraman kuat itupun masih berbekas kuku Reynold di pipi nya.
"Gila sakit banget nih"ucap Ainsley memperhatikan wajah nya itu.
Ainsley pun kembali melakukan ritual nya sebelum berangkat ke kampus,tak hanya itu dia juga memakai foundation sedikit tebal untuk menutupi bekas biru di wajah nya,ya walaupun tidak menutupi seluruh nya tapi ya sedikit saja bisa mengurangi.
Ainsley pun langsung berangkat ke kampus tanpa sarapan,dia tadi akan sarapan namun saat melihat Reynold sudah berada di meja makan dengan stelan kantor nya membuat niat Ainsley urung.
Dia akan sarapan nanti saja di jalan.
"Kenapa Lo sley pake masker flu?"tanya dara saat melihat Ainsley memasukinya mobil dengan menggunakan masker.
Ainsley pun menggeleng, sungguh untuk bicara saja dia merasa tak sanggup karena sakit di dagu nya.
"Terus?"tanya dara.
"Udah jalan aja lagi gak mood gue"ucap Ainsley sedikit pelan. Dara pun hanyalah bisa menggelengkan kepalanya,namun tak urung dia juga melajukan mobil nya.
__ADS_1
Saat akan makan di sebuah tempat makan betapa kagetnya dara saat melihat lebam di pipi Ainsley,saat Ainsley membuka masker nya.
"Pipi Lo kenapa sley?"tanya dara terlihat khawatir.
"Di tampar"ucap Ainsley singkat,"hah sama siapa,bialng sama gua biar gue bogem tuh mukanya"ucap dara yang tampak begitu berani.
"Tuan Reynold terhormat"ucap Ainsley, membuat dara kaget sekaligus menelan ludahnya.
"Suami Lo?"tanya dara di balas anggukan oleh Ainsley"kenapa?"tanya dara kembali.
"Gara gara pulang malam"ucap Ainsley membuat dara mengangguk kepalanya paham,tak berani lagi bersuara.
"Cuman ngangguk doang, katanya tadi mau di bogem"canda Ainsley.
"Gak berani gue kalau sama kak Rey."
"Terus temen Lo lebam gini gak papa dong."
"Ya salah Lo juga karena pulang malem kan."ucap dara santai.
"Pulang malem juga sama Lo Ongeb."
"Ya itu salah Lo karena gak ngabarin mungkin jadi dia nampar Lo,tapi terkesan berlebihan gak sih kayak psikopat"ucap dara di balas anggukan oleh Ainsley.
"Setuju,gue juga mau ngabarin gimana gak punya no nya"ucap Ainsley.
*visual bisa liat di Ig aku@alwiah_putri
tiktok@putrialwys
jangan lupa untuk like komen dan follow
__ADS_1
jika ada kritik dan saran bisa tulis di komentar*