
"langsung pulang nih?"tanya dara, mereka baru keluar dari markas jam tiga sore, tidak biasanya mereka pulang lebih awal seperti ini.
Biasanya mereka akan pulang larut malam atau sekitar jam tujuh pagi paling awal,namun tadi Ainsley izin pada ketiga teman nya untuk pulang lebih awal.
Entah dia takut pada Reynold jika pulang larut malam dan akan kembali di tampar,atau ada urusan yang lain"kita ke rumah gue dulu"ucap Ainsley.
"Hah maksud lo ke Bandung?"ucap dara,"ya enggak lah ongeb ke mension Alexander gue ada urusan di sana"ucap Ainsley menoyor kepala dara.
"Ya lo ngomong nya rumah gue,kalau lo ngomong rumah orang tua gue nah baru gue ngerti"ucap dara.
"Udahlah cepet berangkat gue lagi males ngomong,masih sakit nih mulut."
Dara pun dengan segera melajukan mobilnya meninggalkan area markas,"kabarin suami lo nanti nyariin,maraha lagi kayak kemarin"ucap dara memberikan saran pada teman nya itu,dia hanya takut jika nanti Ainsley di tampar lagi karena tak memberikan kabar pada suami nya.
"Gak punya nomor nya"ucap Ainsley, menutup mata menyandarkan kepalanya di kursi mobil.
"Masa gak punya no nya Lo udah nikah sama kak Rey satu minggu lebih loh Sley"ucap dara yang terlihat tak percaya,namun itulah yang sebenarnya terjadi,orang lain mungkin mengira hubungan mereka sudah dekat dan harmonis layaknya saling mencintai namun semua salah.
Jangan kan tukar nomor ponsel,bicara saja jarang Reynold lebih banyak menindas nya tanpa mengeluarkan kata kata, terlebih dahulu.
"Minta lah sama orang,usaha dikit dari pada lo nanti di tampar lagi atau mungkin lebih parah dari pada itu"ucap dara asal,dia pikir mana mungkin kan Reynold bisa melakukan lebih dari pada menampar saja.
Menurut dara Reynold adalah sosok penyayang dan pengertian,ya walaupun muka muka nya dingin dan menyeramkan,tapi dara yakin hati Reynold pasti lembut selembut bola salju....
Jadi mana mungkin Reynold akan menyiksa Ainsley lebih dari pada tamparan,dara kira juga mungkin kemarin Reynold menampar Ainsley karena tidak sengaja atau pikiran sedang kacau, biasalah orang kaya pasti banyak pikiran.
Ainsley pun menuruti perkataan dari dara,dia meronggah ponsel nya lalu mengirimkan pesan pada salah satu art yang ada di kediaman Reynold untuk meminta no Reynold.
Kenapa Ainsley meminta nya pada art di sana tidak pada mertua atau kedua orang tuanya saja, jawaban nya adalah Ainsley tak ingin mereka curiga dengan hubungan pernikahan nya.
__ADS_1
Karena selama ini yang mereka kira hubungan pernikahan nya berjalan dengan lancar,jadi mana mungkin dia meminta no ponsel Reynold pada mereka apa nanti kata dunia,cuaks.
Namun ternyata art itu pun tidak mempunyai no Reynold,dia hanya mempunyai no asisten nya,jadilah Ainsley lebih memilih untuk mengabari Reynold lewat asisten nya dari pada tidak sama sekali kan.
Ainsley: assalamualaikum,tolong beritahukan pada atasan mu tuan Reynold terhormat bahwa istrinya akan pulang telat atau bahkan tidak akan pulang di karenakan istri nya akan berkunjung ke rumah kedua orang tuanya,semoga tua Reynold memaklumi jika istrinya sedang merindukan keluarga,sekian dan terima gaji.
Begitulah isi pesan yang di kirimkan oleh Ainsley pada asisten Reynold,terkesan seperti meminta surat izin peserta didik kepada sekolah saja,sangat formal sekali.
"Udah?"tanya dara di balas anggukan oleh Ainsley.
Jarak antara markas dan rumah Ainsley tidak terlalu jauh, hingga tak membutuhkan waktu lama untuk mereka sampai ke sana.
"Yok turun"ajak Ainsley,saat melihat dara yang masih di posisi yang sama tanpa berniat ingin turun.
"Gak lah Lo aja gue tunggu di sini"ucap dara,"gue bakal lama,atau mungkin bisa jadi gue bakal nginep di sini,udah ayo nanti Lo gabut di sini"ucap Ainsley,mau tidak mau dara pun ikut turun.
Sebenarnya dia malas untuk turun,namun mendengar jika Ainsley akan menginap di sana akhirnya dia ikut turun, tadinya dia berniat akan tidur di mobil sembari menunggu Ainsley.
"Assalamualaikum"ucap mereka berdua masuk ke dalam rumah megah milik keluarga Alexander itu.
"Wa'alaikumussalam"ucap salah satu meid yang berada di sana.
"Eh nona muda, bagaimana kabarnya non?"tanya meid itu"baik"jawab Ainsley tersenyum walaupun senyum nya tertutup masker namun terlihat dari mata nya yang menyipit.
"Mami sama papi nya ada kan bi?"tanya Ainsley,"ada non,kebetulan tuan besar juga sedang ada"ucap meid itu di balas anggukan oleh Ainsley,dia pun langsung berjalan ke arah ruang santai.
Walaupun Ainsley belum lama ini tinggal di sana,tapi Ainsley sudah mengetahui tentang kebiasaan keluarga nya,jika mereka sedang berkumpul seperti ini pasti berkumpul nya tak jauh dari ruang santai.
"Hello"ucap Ainsley saat memasuki ruangan santai itu dengan sedikit lunglai,tak bersemangat sekali.
__ADS_1
"Wow kita kedatangan pengantin baru nih"ucap Erland dengan sedikit candaan nya.
Ainsley pun langsung duduk di kursi panjang yang kosong,sementara dara memilih untuk berdiri di belakang Ainsley.
"Duduk dar"ucap Ainsley mempersilahkan dara untuk duduk,dia tau pasti teman jya itu sedang cape,jika terus berdiri akan pegal.
Dara pun kemudian duduk di samping Ainsley"kamu kenapa sayang,kok mami liat kayak gak bersemangat gitu"ucap Tanisha.
Ainsley pun langsung membuka masker nya tampak lah memar yang berada di dagu serta pipinya,dan itu pun sukses membuat keluarga Ainsley kaget dengan keadaan Ainsley.
Tak terkecuali dengan dara,dia pun kaget melihat aksi Ainsley,dia kira Ainsley tak akan menunjukkan wajah lebam nya pada keluarga nya, karena sedari masuk tadi Ainsley memakai masker,namun ternyata dugaan nya salah Ainsley malah langsung memperlihatkan lebam nya itu.
Apalagi di tambah dengan muka yang super duper dia buat menyedihkan,memang berbakat Ainsley dalam ber ekting,kenapa dia tidak ikut saja kesting untuk menjadi artis sinetron,dapat dia pastikan pasti Sekarang Ainsley sudah terkenal apalagi di dukung dengan wajah nya yang bak artis Korea itu. Bedanya jika artis Korea oplas sedangkan Ainsley alami.
"Kamu kenapa sayang?"tanya Tanisha, terlihat sangat khawatir langsung mendekati sang putri lalu melihat lebih jelas memar yang ada di wajah cantik putri nya itu.
"Iya kamu kenapa nak,siapa yang sudah membuat kamu seperti ini? bilang sama papi biar papi bunuh dia karena sudah berani membuat wajah anak kesayangan papi seperti ini"ucap Felix yang terlihat marah melihat kondisi sang putri tercintah.
"Dara siapa yang sudah membuat cucu saya menjadi seperti ini?"Erland malah bertanya pada asisten nya Ainsley.
"E-emm itu anu-"dara tampak gugup jika harus menjawab pertanyaan dari Erland,jika dia berkata jujur takut,jika tak jujur juga dia harus bicara siapa lagi kan.
"Kak Rey"ucap Ainsley yang langsung mengeluarkan air mata palsu nya,eh entahlah itu air mata asli atau palsu author pun tak tau.
*visual bisa liat di Ig aku@alwiah_putri
tiktok@putrialwys
jangan lupa untuk like komen dan follow 🥰
__ADS_1
jika ada kritik dan saran bisa tulis di komentar*