
Suara alarm dari handphone Ainsley membuat kedua insan yang baru saja memejamkan matanya terusik dalam tidur,"eemm by kenapa nyalain alarm"ucap Reynold dengan suara serak khas bangun tidur,masih dengan menutup matanya, Ainsley pun tak menjawab dia malah menelusup kan kepalanya di dada bidang telanjang Reynold.
Reynold pun melihat ke arah jam yang tertempel di tempat tembok,
Menunjukkan jam empat pagi"emmmmm masih pagi banget,ganggu tidur aja"ucap Reynold lalu mematikan alarm dari handphone Ainsley yang di simpan di nakas samping tempat tidur.
Setelah Reynold mematikan alarm nya,dia pun sejenak memperhatikan wajah kelelahan Ainsley yang tengah terlelap di dalam dekapan nya, pikiran nya pun berkelana di saat dia dan juga Ainsley bercumbu.
Tanpa sadar Reynold pun tersenyum, kemudian dia pun teringat dengan darah yang keluar dari alat ****** Ainsley, semakin membuat nya tersenyum senang,hati nya seolah berbunga bunga mendapatkan fakta jika wanita nya itu masih tersegel.
"Cantik, ternyata kamu masih perawan, terima kasih sudah menjaganya untuk ku"ucap Reynold lalu kemudian dia pun mencium kening Ainsley lama.
Reynold pun tak kembali tidur dia masih enggan melepaskan pandangannya dari wajah terlelap Ainsley"pasti kamu kecapean"ucap Reynold menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Ainsley.
Ya, bagaimana tidak lelah Reynold menggempur Ainsley bukanlah satu babak melainkan beberapa babak sampai Ainsley sudah menyerah pun, Reynold masih menggempur nya, bahkan mereka baru menyelesaikan tempuran itu pada jam tiga dini hari tadi.
Cukup lama Reynold memandangi wajah Ainsley itu, hingga pukul lima pagi pun Reynold tidak pernah mengalihkan pandangannya dari wajah Ainsley.
Saat melihat jam ternyata sudah pukul lima, Reynold pun berniat akan ke kamar mandi,namun saat dia menyingkirkan selimut nya,tak sengaja dia melihat ke arah squish Ainsley yang membuat nya candu.
Dia pun baru menyadari ternyata dia dan Ainsley masih dalam keadaan bertelanjang, Reynold pun mengurungkan niatnya untuk pergi ke kamar mandi,dia langsung masuk kembali ke dalam selimut.
Setelah itu dia benamkan kepalanya di antara squish itu, dengan terkadang dia memainkan nya, Ainsley pun merasa tak terusik dalam tidur nya, mungkin karena Kelelahan, biasanya dia jika ada pergerakan sedikit saja Ainsley langsung terbangun namun ini tidak seperti di beri obat tidur saja.
Tiba tiba bunyi dari ponsel nya membuat Reynold menghentikan aktivitas nya, Reynold pun mendengus kesal karena ada orang yang mengganggu kesenangan nya.
Reynold pun hanya mengabaikan bunyi panggilan telpon itu,dan masih fokus pada kegiatan nya,namun panggilan tersebut tak henti hentinya.
Reynold pun dengan terpaksa menghentikan kegiatan nya itu,dia pun langsung mengambil ponsel nya yang berada di nakas samping tempat tidur dengan perasaan kesal.
__ADS_1
Dia melihat ke arah nama yang tertera di handphone nya, terlihat nama sang sekretaris tertera di sana,"awas saja kau,akan ku potong gajimu"geram Reynold,tak urung dia pun mengangkat telpon itu.
"Ada apa,kenapa menganggu waktu istirahat ku hah"ucap Reynold dengan nada tinggi, membuat Ainsley menggeliat dalam tidur nya dia merasa terganggu dengan suara besar Reynold yang tengah memarahi anak buahnya itu.
Reynold pun menutup mulutnya dengan kedua tangan, kemudian dia pun mengusap punggung Ainsley agar membuat Ainsley kembali tertidur.
Di sana sang sekertaris telonjak kaget mendengar nada tinggi tuan nya itu, untung saja dia tidak menjatuhkan handphone nya.
(Maaf tuan, maafkan saya yang sudah mengganggu waktu istirahat tuan,saya hanya ingin memberikan informasi saja)
"Apa tidak bisa nanti siangan saja"ucap Reynold dengan nada yang sedikit pelan m,dia tak mau membangunkan kembali Ainsley.
Entahlah kenapa dia bisa bersikap begitu, padahal kan bisa sana dia bersikap biasa saja,tanpa harus mengkhawatirkan jika Ainsley terganggu dalam tidurnya,toh biasanya juga dia semena mena.
Apakah mungkin Reynold sudah menyimpan rasa pada Ainsley? Ya kita tidak tau, tanyakan saja pada Reynold apakah dia suka dengan Ainsley?
(Maaf tuan tapi informasi ini mengenai nona Jessi)
(Nona Jessi berada di Indonesia tuan,dia tinggal bersama dengan bibi nya,di sebuah desa yang tak jauh dari kota ini tuan)
Raut wajah Reynold seketika menjadi lebih cerah setelah mendapat informasi itu"bagus langsung sharelock lokasinya,saya akan langsung pergi ke sana hari ini juga."
(Baik tuan)
"Kosongkan semua jadwal saya hari ini,kamu handle semuanya,kalau ada rapat penting suruh Leo untuk menggantikan saya,kamu akan mendapatkan bonus bulan ini"ucap Reynold.
(Baik, terima kasih tuan)
Reynold pun langsung mematikan sambungan telepon nya,dia tersenyum senang mendapatkan informasi itu, setelah sekian lama dia mencari tau tentang si pujaan hati akhirnya dia sekarang bisa mengetahui nya.
__ADS_1
"Aku kembali Jess"ucap Reynold dia pun langsung turun dari ranjang, kemudian memakai celana nya dan berlalu ke kamar mandi.
Setelah bersiap siap dia pun langsung pergi dari rumah nya, untuk melakukan perjalanan menuju ke tempat di mana si pujaan hati itu berada, setelah tadi dia di kirimkan lokasi nya oleh sang asisten.
Dia bahkan sudah tak menghiraukan lagi keberadaan Ainsley dalam sekejap, senyuman tak henti hentinya terlepas dari wajah tampan nya itu.
Bahkan para meid yang berada di rumah itu sampai terheran heran melihat raut wajah bahagia dari sang majikan,yang biasanya Reynold akan terlihat seram dengan wajah dingin dan datar nya,kini senyuman terpatri indah di dalam wajah nya.
Tak ada sorot mata tajam yang di berikan oleh Reynold,"kenapa dengan tuan?"ucap meid yang sedang membersihkan ruang tamu bersama dengan dua meid yang lain.
"Entahlah,apa mungkin tuan sudah mendapatkan jatah dari nona muda"ucap meid yang lain.
"Hm bisa jadi."
"Hust sudah jangan membicarakan tuan nanti kalau ada yang mendengar lalu melapor bagaimana bisa habis kita,mau kalian jadi santapan para binatang buas peliharaan tuan"ucap meid yang lain.
Mereka pun menggeleng, kemudian mereka langsung kembali bekerja.
"Tuan mari saya antar"tawar supir yang ada di sana.
"Tidak usah biar saya saja yang menyetir, untuk kalian tak perlu mengawal saya"ucap Reynold kepada lada bodyguard yang biasanya mengawal dirinya.
Para bodyguard itu pun mengangguk, kemudian Reynold masuk ke dalam mobil. Nya kemudian meninggalkan rumah megah miliknya itu,di sepanjang jalan Reynold pun bernyanyi riang mengikuti alunan lagu yang dia putar dari radio.
Tak jauh beda dengan para meid bodyguard serta beberapa orang yang berada di luar rumah itupun merasa aneh dengan tingkah tuan nya itu.
*Visual bisa liat di Ig@alwiah_putri.
jangan lupa untuk like komen dan follow
__ADS_1
jika ada kritik dan saran bisa tulis di komentar*