Complicated Love Story

Complicated Love Story
Kisah Masa Kecil


__ADS_3

...Perkenalkan...


Putri Zanah dia gadis kecil yang cantik, imut, lucu dan mempunyai lesung pipi menambah manis di wajahnya. Panggilannya Zanah. ia memiliki orang tua yang sangat menyayanginya dengan tulus. Masa kecilnya dia habiskan bersama orang tua dan keluarga besarnya.


Zanah masih berumur 6 tahun dan masih belajar di taman kanak-kanak (TK). Zanah mempunyai sepupu bernama Fikry dan Fiza, Fikry dengan Zanah seumuran sedangkan Fiza beda 2 tahun dengan Zanah.


Hari akhir pekan biasanya Zanah dengan orangtuanya, menghabiskan waktu mereka dengan jalan-jalan. Mereka memutuskan untuk ke pantai untuk sekedar menikmati pemandangan yang indah.


Akhirnya dengan selesai mengemas barang-barang. Mereka langsung ke pantai untuk jalan-jalan. Karena pagi hari itu cuacanya sangat mendukung, mereka akhirnya ingin menghabiskan waktu mereka di pantai.


"Ayah makasih yah, mau mengajak kakak ke pantai dengan bunda." ucap Zanah dengan sebutan dirinya kakak yang dipanggilkan orangtuanya sejak kecil.


"Sama-sama kakak, ayah juga senang bisa jalan-jalan sama kakak dengan bunda. Sudah lama kita bertiga nggak jalan-jalan ke pantai." Ucap Zaidan Ayah Zanah.


"Manisnya anak bunda." Kata Zunairah ibu Zanah sambil mencubit pipi bakpau anaknya itu.


Tibalah mereka di pantai yang indah itu. Banyak sekali orang yang berkunjung, karena hari itu akhir pekan jadi, mungkin ada puluhan orang yang ada di pantai itu. Zanah sudah tidak sabar untuk bermain air di pantai. Sesampainya, Zanah langsung berlari kegirangan. Orangtuanya Hanya tersenyum melihat kelakuan anaknya.


"Ayah, bunda sini deh, main sama kakak seru banget main airnya... wus..wus..wus" Kata Zanah yang menyiram air ke badannya sendiri.


"Kakak apa sebahagia itu yah, main air? sama jalan-jalan ke sini?" Kata ayah Zaidan sambil tersenyum melihat anaknya itu.


"Sangat..sangat.. sangat bahagia sekali ayah.. hehehe... " Kata Zanah yang sambil lombat- lompat kegirangan.


"Apa bunda tidak di ajak main nih?" Zunairah tersenyum melihat Zanah.


"Sini main sama kakak bunda," Kata Zanah mengajak bundanya.


Keluarga kecil itu, benar-benar menggunakan waktunya, dengan menghabiskan waktu mereka dengan bercanda, bermain, dan makan bersama. Saat Zanah sedang main pasir, Zanah melihat anak laki-laki yang seusianya, anak laki-laki itu membuat istana pasir, sehingga Zanah ingin membuatnya juga.


"Ayah, kakak mau buat istana pasir seperti itu," ucap Zanah dengan antusias.


"Baiklah sini ayah akan buatkan," Kata Zaidan langsung mengambil pasir.


"Ayah, kakak mau main dan buat istana pasir dengan anak itu, kasihan dia sendirian dari tadi." ucap Zanah sambil menunjuk anak laki-laki tersebut.

__ADS_1


"Nanti kalau anak laki-laki itu nggak mau main sama kakak gimana?" ucap Zaidan menggoda anak manisnya.


"Uhhhh..ayah.. kakak mau main sama dia,"


Kata Zanah dengan muka ngambek begitu menggemaskan.


"Baiklah anak ayah yang manis, kamu boleh main sama dia." Kata Zaidan mencubit pipi bakpau anaknya itu.


"Yeah... makasih ayah, kakak kesana dulu yah."


Kata Zanah langsung berlari mendekati anak itu.


Zanah pun langsung menyapa anak laki-laki itu, Zanah ingin berkenalan dan bermain istana pasir bersama anak itu.


"Assalamu'alaikum, Hai. Aku boleh bermain bersama kamu?" Sapa Zanah di depan anak itu.


"Walaikumsalam, boleh." ucap anak laki-laki itu yang bernama Riko.


"Hehe makasih, kenalkan namaku Zanah biasa orang tua aku panggil aku kakak kalo kamu mau panggil aku kaka' juga nggak apa-apa, kok kamu mainnya sendiri sih?" Kata Zanah dengan senyuman manisnya.


"Namaku Riko, aku nggak punya teman untuk main, jadinya aku main sendiri.. karena aku kesini hanya dengan orang tuaku, itu disana mereka." Kata Riko menunjukkan orangtuanya yang sedang duduk berdua.


"Gampang kok, sini aku ajarin." Kata Riko sambil membuat istana pasir dan mengajari Zanah.


Kedua anak kecil itu bermain sangat girang, sampai-sampai mereka lupa waktu sudah menunjukkan jam 14.30 siang. Sampai orangtua Zanah sudah kembali lagi dari shalat Dzuhur, Zanah masih asik bermain. Sampai orangtuanya ngemes melihat Zanah sehingga mengambil foto mereka berdua.


Zanah menyadari hal tersebut, hingga Zanah langsung memanggil orangtuanya untuk foto bersama tak terkecuali Riko, mereka berpose sangat lucu, ada pose mengedipkan mata, keluar lidah dan muka jelek lainnya. Zanah meminta ayahnya untuk foto mereka berdua saja, hingga ayahnya pun menyetujuinya.


Saatnya Zanah dan orangtuanya pulang, Zanah berpamitan kepada Riko. Riko sangat senang bisa bermain bersama Zanah, karena selama ini Riko tidak pernah punya teman yang seasik Zanah, saat Zanah pamit wajahnya berubah muram, beda dari yang tadi saat bermain dengan Zanah.


Riko kembali kepada orangtuanya dia merasa ingin pulang ke rumah saja.


"Papa kita pulang aja yah." Kata Riko


"Kamu sudah nggak mau main lagi nak? dimana teman perempuanmu yang cantik tadi?" Kata papa Riko.

__ADS_1


"Dia sudah pulang Pa, kita pulang aja sekarang." Kata Riko dengan muka yang muram.


"Jadi, kamu mau pulang karena teman cantik kamu yang tadi udah pulang yah, hehe pantas saja ma?" mengedipkan matanya ke mamanya Riko " anak kita ngajak pulang, tadi saja sampai lupa waktu bermain sama teman cantiknya itu." Kata Papa Riko sambil menggoda anaknya.


"Jangan gitu pa, Riko jadi malu tuh," Kata Mama Riko sambil menahan tawa.


Riko hanya tertunduk malu mendengar kedua orangtuanya menggodanya.


Zanah dan orangtuanya mampir untuk jalan-jalan ke mall. Sesampainya di mall Zanah berbelanja baju, boneka, mainan dan lain-lain. Zanah sangat bersyukur mempunyai orang tua seperti mereka yang sangat menyayanginya, tidak begitu memanjakannya, dan apabila Zanah salah orangtuanya akan menasehati Zanah dengan halus.


Di dalam mobil mereka bercanda dan menyanyi bersama dengan lagu kesukaan mereka sekeluarga.


"Ayah, kaka' tadi senang banget main sama Riko, dia itu seperti kaka' nggak punya saudara." Kata Zanah


"Kaka' mau punya Adik yah?" Kata Zaidan


"Mau banget Ayah, teman-teman Kaka' banyak yang punya adik kayak Fiza."


"Minta aja sama bunda sayang." Kata Zaidan sambil tertawa


"Kaka' Mau punya adik perempuan atau laki-laki?" Kata Zunairah


"Adik Laki-laki bunda yah." Kata Zanah


"Kenapa laki-laki? biasanya Anak perempuan mau punya adik perempuan, supaya ada teman mainnya?" Kata Zunairah


"Kalau kaka' punya adik laki-laki, nanti adik laki-laki ku itu nanti yang jagain Kaka', kalau ada yang ganggu kaka'." Kata Zanah dengan senyuman manisnya.


Suasana di dalam mobil itu pun menjadi hangat karena tingkah lucu dan permintaan dari Zanah, orangtuanya pun ikut tersenyum bahagia.


.


.


.

__ADS_1


"To be continued"


"love you Guys. Jangan lupa like👍 dan coment"♥️


__ADS_2