Complicated Love Story

Complicated Love Story
_Antara Bahagia dan Sedih_


__ADS_3

1 Minggu pun berlalu, Zanah maupun Fikry sudah beberapa hari yang lalu telah selesai Ujian. Saatnya libur panjang bagi siswa kelas 6. Mereka menghabiskan liburannya dirumah kakek dan nenek mereka.


Zain merasa senang atas kabar yang diberikan Merisa bahwa sore ini ia sedang cuti. Mereka berencana bertemu disekitar pantai, yang malam hari sangat banyak pengunjung.


Zain telah mempersiapkan hatinya untuk mengatakan sesuatu kepada Merisa.


Zain sudah siap memakai baju warna merah bata dan kini dia sudah keluar dari kamarnya.


Fikry dan Zanah yang sedang duduk diruang keluarga melihat Zain keluar dari kamarnya dan sudah rapi.


"Om Zain mau kemana?" Tanya Zanah sambil ngemil cemilan.


"Mau keluar sebentar ketemu seseorang" Jawab Zain.


"Seseorang? Hmm..pasti Kak Merisa?" Tanya Fikry menggoda Zain.


"Kamu kalau nebak selalu benar deh. Haha" Jawab Zain sedikit tawa.


"Wah, kami nggk di ajak om?" Tanya Zanah masih ngemil.


"Lain kali aja ya, soalnya aku mau membicarakan sesuatu yang penting. Nanti kalau kalian ikut nanti hanya mengganggu saja" Jawab Zain.


"Apasih om, ya udah hati-hati dijalan. Dan jangan lupa aku titip salam untuk Kak Merisa" Kata Zanah.


"Om, beliin crispy chicken ya, okay!" Kata Fikry.


"Iya-iya nanti aku sampaikan salam kepada Kak Merisa, dan nanti aku beliin juga crispy chicken. Okay bye-bye Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam..." Jawab Zain dan Fikry bersamaan.


Diteras rumah Ibu Mina dan Ayah Yusuf sedang berbincang-bincang berdua, serasa sepasang kekasih yang sedang kasmaran.


"Ibu ayah, aku mau keluar sebentar ya, mau ketemu seseorang!" Pamit Zain kepada kedua orangtuanya.


"Nggk biasanya kamu pergi jam segini, apakah ibu mau dapat menantu baru ya." Kata Ibu Mina menggoda anaknya.


"Wah ayah nggk sabar mau melihat menantu baru" Kata Ayah Yusuf dengan tawa.


"Nanti ibu sama ayah tahu sendiri, hehe kalau begitu aku pergi dulu"


"Hati-hati ya. Jangan pulang kemalaman. Ohiya ingat kalian itu belum sah ya. Kalian nggak boleh ngapa-ngapain" Kata Ibu Mina mengingatkan Zain.


"Apasih ibu, kami nggk akan ngelakuin apa-apa kok, Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam.." Jawab Ibu Mina dan Ayah Yusuf.


----------


Merisa dan Zain membawa mobil mereka masing-masing. Zain tiba lebih awal dari Merisa. Ia tidak ingin ditunggu oleh Merisa.


Merisa pun telah sampai di pantai tersebut. Ia menghampiri Zain yang sedang duduk menunggunya.


"Assalamu'alaikum Zain, udah lama ya?" Tanya Merisa.


"Nggk kok, kamu mau makan?" Tanya Zain.

__ADS_1


"Boleh, kamu mau makan apa?" Tanya Merisa.


"Bagaimana kalau makan soto ayam?" Tanya Zain lagi.


"Boleh, enak nih makan yang hangat saat gini, Hmm.." Jawab Merisa sudah membayangkan soto ayam.


"Baiklah. kita naik mobilku aja, bagaimana?" Tanya Zain.


"Boleh, kalau begitu let's go.." Jawab Merisa antusias.


Warung Soto ayam yang enak dan banyak pengunjungnya agak jauh dari pantai itu, jadi mereka mengendarai mobil.


----------


"Gimana? enak kan?" Tanya Zain.


"Ini benar-benar enak Zain. So delicious.hehe" Jawab Merisa.


"Syukurlah aku senang mendengarnya, ini tempat favorit aku juga loh" Kata Zain.


"Zanah dan Fikry titip salam buat kamu" Sambung Zain.


"Wah benarkah, aku kangen mereka nih. Kapan-kapan ajak mereka ya." Kata Merisa.


"Baiklah..nanti kalau kamu cuti" Kata Zain.


Setelah mereka makan bersama, mereka memutuskan untuk kembali ke pantai lagi.


Perasaan gugup yang kini Zain rasakan, bagaimana tidak ia ingin mengatakan sesuatu yang penting. Dan takut akan penolakan Merisa.


"Merisa.." Kata Zain tergantung.


"Ada apa?" Tanya Merisa sambil melihat pantai di depannya.


"Aku ingin mengatakan sesuatu" Jawab Zain.


"Katakanlah.." Kata Merisa.


"Aku ingin mengakhiri hubungan kita sekarang..." Kata Zain.


"Kenapa?" Tanya Merisa menatap Wajah Zain dan langsung menunduk.


"Iya, aku ingin mengakhiri hubungan yang tak pasti ini, dan aku ingin kita menjalani hubungan yang lebih serius." Kata Zain melihat Merisa menunduk.


"Apa?" Tanya Merisa kaget.


"Aku ingin kamu menjadi kekasih halalku, tulang rusukku, pendamping hidupku, dan sebagai istriku? Aku ingin kita bersama-sama hidup di dunia maupun di akhirat inshaAllah. Apa kamu keberatan?" Kata Zain sungguh-sungguh.


"Aku minta maaf Zain." Kata Merisa dengan menutup wajahnya.


"Kenapa kamu minta maaf?" Tanya Zain bingung.


"Aku benar-benar tidak bisa..." Jawab Merisa menatap wajah Zain.


"Kenapa?" Tanya Zain dengan perasaan sedih.

__ADS_1


"Aku tidak bisa menolak permintaanmu" Kata Merisa dengan senyuman lebar di wajahnya.


"Benarkah? Kamu mau?" Tanya Zain lagi.


"Iya, Aku mau dan aku sangat terharu dengan ucapanmu tadi, terima kasih sudah memilihku yang tidak sempurna ini" Jawab Merisa.


"Tidak, harusnya aku yang berterima kasih karena kamu mau menerima lamaran aku dan juga mau menerima aku yang masih kekurangan ini. Secepatnya aku dengan kedua orang tuaku akan melamar kamu secara resmi" Kata Zain.


"Aku akan menunggu kedatanganmu" Kata Merisa dengan senyuman lebar.


Rasa haru dan bahagia menyelimuti mereka berdua. Sampai mereka membicarakan masa lalu yang pernah mereka lalui bersama dengan canda tawa terlihat antara keduanya.


----------


Merisa telah tiba di rumahnya. ia tidak sabar akan memberitahukan kabar baik itu kepada Abinya.


"Assalamu'alaikum Abi, Iyan udah tidur?" Tanya Merisa sambil menyalim tangan Abinya.


"Iya, udah dari tadi" Jawab Abi Merisa yang namanya Malik.


"Tadi Rendi datang kesini" Sambung Abi Malik.


"Kenapa Rendi datang Abi?" Tanya Merisa Penasaran.


"Dia datang bersama orangtuanya untuk melamar kamu" Jawab Abi Malik.


"Lalu apa Abi menerima lamaran Rendi?" Tanya Merisa dengan perasaan tak karuan.


"Iya nak, Rendi itu anaknya baik dan bukannya itu juga keinginan Alm.Umi kamu kan" Jawab Abi Malik.


"Abi tahu kan, perjodohan aku dan Rendi sudah dibatalkan dulu, lalu kenapa Abi menerima tanpa persetujuan aku?" Tanya Merisa dengan perasaan sedih.


"Abi ingin yang terbaik untukmu nak, tak baik menolak ajakan baik seseorang" Jawab Abi Malik.


"Abi.. aku menyukai seseorang. Dia baru saja melamarku dan ia juga segera mungkin akan datang bersama orangtuanya. Bagaimana dengan perasaan aku Abi. Kenapa aku lagi-lagi harus mengalami kejadian yang sama?" Kata Merisa dengan mata berkaca-kaca.


"Nak, dengarkan Abi. Rendi benar-benar serius denganmu" Kata Abi Malik.


"Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi Abi. Aku mau masuk kamar dulu. Assalamu'alaikum" Kata Merisa lalu masuk dalam kamarnya.


Merisa masuk dalam kamarnya dengan perasaan gundah, sedih dan tak karuan. Ia baru saja merasakan bahagia dan kini ia harus merasa sedih atas lamaran yang tak diinginkannya.


.


.


.


.


"To be continued"


***Jangan lupa like, Komentar, Vote, saran, kritiknya dan jadikan Favorit.


#LoveyouAll♥️🤗***

__ADS_1


~Melani Putria~


__ADS_2