Complicated Love Story

Complicated Love Story
_Kabar Mengejutkan_


__ADS_3

Pukul 04.50 pagi,,


Seorang muslim maupun muslimah menjalankan kewajibannya untuk shalat fardhu, tak terkecuali Merisa ataupun Zain.


Bunyi alarm handphone Merisa berbunyi nyaring membuat Merisa terbangun dari tidurnya, ia lekas bangun dan beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.


Zain terbangun dari tidurnya lantaran suara ketukan pintu berulang-ulang dari luar, yang tak lain ibu Mina yang mengetuk pintu untuk membangunkan Zain.


Selesai menjalankan kewajibannya untuk shalat subuh, Zain menyempatkan membaca Alquran beberapa lembar. Setelahnya ia bersiap-siap untuk mandi.


Zain mengecek handphonenya ada notifikasi panggilan tak terjawab dari Merisa, ia tidak melihat ada panggilan dari Merisa karena handphonenya ia Silent sewaktu shalat.


"Assalamu'alaikum Ada apa kamu pagi-pagi gini nelpon kamu kangen ya?" Tanya Zain dengan canda.


"Nggk kok, siapa juga yang kangen hehe. Aku mau nanya apa kamu punya waktu nanti sore?" Tanya Merisa.


"Hmm.. iya mungkin, emang ada apa?" Tanya Zain.


"Kamu bisa kerumah nanti sore? Aku mau memberitahukan sesuatu!" Kata Merisa.


"Benarkah? apa nggak bisa sekarang ya? aku jadi penasaran nih!" Kata Zain.


"Aku akan mengatakannya nanti sore karena aku juga mengundang Rendi untuk mengatakan itu" Kata Merisa membuat Zain penasaran.


"Baiklah aku udah nggak sabar mendengarkannya, kamu nggak dinas?" Tanya Zain.


"Aku dinas pagi, kalau begitu sampai ketemu nanti" Kata Merisa.


"Cepat amat tutupnya, kamu nggak mau lama-lama ngobrol dengan aku?" Tanya Zain ingin sedikit menggoda Merisa.


"Nggk ah, kita belum sah. Nggak boleh ngobrol lama-lama, takutnya kamu ngengombal Mulu.. Nanti bikin baper tahu." kata Merisa dengan canda.


"Aku nggak pernah gombal kok, aku itu orangnya nggak mau bikin orang baper. Nanti udah nyaman kan bisa bahaya Hehe.." Kata Zain dengan canda.


"Ya udah, ingat jangan telat okay. Assalamu'alaikum!" Kata Merisa


"Walaikumsalam, Insha Allah nggk bakalan" Kata Zain.


----------


Merisa mengirim WhatsApp Chat kepada Rendi untuk datang sore nanti.


"Assalamu'alaikum


Rendi, kamu harus datang ya nanti sore. Aku mau bahas sesuatu" WhatsApp Chat Merisa.


"Walaikumsalam Jangan bilang kamu mau membahas tentang lamaran itu, aku nggak bakalan membatalkannya ya ingat itu Meris." Balasan Rendi.


"Siapa juga yang mau batalin, udah ya pokoknya kamu datang aja nanti sore" WhatsApp Chat Merisa membuat Rendi penasaran.


"Jadi kamu udah setuju menikah dengan aku?" Balasan Rendi girang.


"Siapa yang bilang aku mau menikah dengan kamu, jangan ngehalu Ren!" WhatsApp Chat Merisa.


"Terus kamu bilang tadi lamaran nggak dibatalin?" Balasan Rendi.


"Iya, tapi ada syaratnya" WhatsApp Chat Merisa.


"Kok pakai syarat-syaratan sih!" Balasan Rendi.

__ADS_1


"Ya udah kalau kamu nggak mau, nggak masalah kok" WhatsApp Chat Merisa.


"Ya udah deh, pasti aku bisa memenuhi syarat mu itu" Balasan Rendi percaya diri


"Jangan sampai telat!" WhatsApp Chat Merisa.


"Baik Sayang.." Balasan Rendi.


"Apasih.." WhatsApp Chat Merisa.


"Kenapa sayang?" Balasan Rendi tetapi tidak dibalas lagi oleh Merisa.


'Yah udah nggak dibalas lagi, susah banget sih dapatin hati kamu Merisa. Kalau kayak gini kan aku makin penasaran sama kamu' Batin Rendi dengan senyum tipis.


----------


Siang Hari di rumah sakit,,


"Assalamu'alaikum dokter Merisa, kayaknya ada kabar baik nih?" Tanya salah satu perawat yang dekat dengan Merisa.


"Walaikumsalam kabar baik apa coba?" Tanya Merisa balik pura-pura tidak mengerti.


"Nggak usah pura-pura dok, aku tau dokter udah punya pasangan kan?" Tanya perawat itu ingin tahu.


"Belum kok, kamu ini ya hehe.." Jawab Merisa asal.


"Dokter nggk usah malu aku udah tahu, dia tampan banget dok" Kata Perawat itu sambil senyum-senyum.


"Kamu tahu dari mana?" Tanya Merisa penasaran.


"Ini ada bingkisan dari orang tampan itu" Jawab perawat itu memberikan bingkisan.


"Aduh aku lupa tanya namanya lagi, tapi tenang dok aku sempat foto tapi dari samping saja" Jawab perawat itu sambil memperlihatkan foto Zain.



Merisa hanya tersenyum melihat foto Zain dan pipinya langsung merona merah.


"Wah pipi dokter jadi merah tuh, hehee" Kata Perawat dengan meledek Merisa.


"Hehehe. Apasih aku mau keruangan aku dulu ya. Ingat jangan simpan foto yang bukan mahrammu" Kata Merisa dengan tawa.


"Bilang aja dokter cemburu kan?" Tanya perawat itu dengan canda.


"Ya nggak lah, aku masuk dulu ya. Makasih atas bingkisannya" Kata Merisa dengan senyuman menahan malu.


"Harusnya dokter bilang makasih ke orang tampan itu" kata Perawat tidak henti-hentinya menggoda Merisa.


"Iya bawel.. Assalamu'alaikum" Salam Merisa


"Walaikumsalam.. Hehe" Jawab Perawat itu.


Didalam ruangan Merisa tersenyum senang melihat bingkisan yang diberikan Zain.


"Kok Zain nggk bilang mau datang sih? kan bisa aku tunggu tadi, Pasti dia datang saat aku lagi sibuk. Aku kirim Chat aja deh" Kata Merisa pada dirinya sendiri.


"Makasih ya Zain atas bingkisannya, aku suka banget 😊" WhatsApp Chat Merisa kepada Zain.


"Sama-sama syukurlah kalau kamu suka, Hehee." Balasan Chat Zain.

__ADS_1


----------


Sore hari,,


Merisa sudah selesai dengan pekerjaannya, waktunya ia pulang dan tidak sabar mengatakan apa yang ingin disampaikan kepada Zain dan Rendi.


Sesampainya di rumah Merisa bergegas mandi dan bersiap-siap menunggu kedatangan kedua orang itu.


Zain dan Rendi telah tiba di rumah Merisa, mereka berdua kini sudah berada di ruang tamu bersama Abi Malik, Merisa, Dan Iyan.


"Sebenarnya apa yang ingin kamu sampaikan Meris, sampai harus mengundang Zain?" Tanya Rendi tidak sabaran.


"Sabar Rendi, aku akan mengatakannya. Tetapi sebelum itu kalian harus berjanji bahwa apa yang aku katakan kalian akan menyetujuinya" Kata Merisa.


"Baiklah aku berjanji akan setuju apapun yang kamu katakan" Kata Zain.


"Iya aku juga akan berjanji." Kata Rendi tidak mau kalah.


"Karena kalian setuju dan sudah berjanji maka aku akan langsung mengatakannya, aku akan menikah salah satu dari kalian tetapi dengan pilihan Iyan" Kata Merisa membuat keduanya terkejut.


"Apa? jangan bercanda seperti ini dong Merisa, kenapa kamu harus bawa-bawa Iyan?" Tanya Rendi dengan sedikit kesal.


"Ini udah keputusanku kalau aku akan menikah dengan pilihan Iyan. Jika Iyan merasa nyaman dengan salah satu dari kalian maka aku akan setuju menikah dengan pilihannya" Jawab Merisa sungguh-sungguh.


"Baiklah jika itu sudah keputusanmu aku setuju saja" Kata Zain tidak yakin bahwa dia akan dipilih, lantaran Rendi juga sangat dekat dengan Iyan.


"Iyan sayang, Mimi akan menikah sama Kakak-kakak didepan kamu ini, tapi Mimi mau tanya dulu sama Iyan maunya Mimi nikah sama siapa? kamu kan dekat sama kakak-kakak didepan kamu. Jadi kamu boleh pilih yang buat kamu nyaman!" Kata Merisa pada Iyan.


"Aku pilih kakak itu (Menunjuk Zain) aku nyaman dekat dengan kakak itu" Kata Iyan dengan polosnya.


"Kamu pilih kak Zain? kamu yakin Iyan?" Tanya Merisa ingin memastikan lagi.


Iyan hanya mengangguk dan tersenyum kepada Merisa.


"Baiklah karena Iyan memilih Zain, maka aku akan menikah dengan Zain. Maaf harus mengatakan ini Rendi, tetapi kamu orang baik kamu bisa mendapatkan yang lebih baik daripada aku. Dan aku harap kamu mengerti hal ini?" Tanya Merisa kepada Rendi.


"Mmm.. baiklah Merisa mungkin aku harus mundur yang kedua kalinya, aku juga tidak bisa lagi memaksa kehendakku yang mungkin mustahil akan terjadi. Aku akan berusaha ikhlas menerimanya" Kata Rendi sedikit belum rela.


"Terima kasih Didi atas pengertiannya, dan maaf kamu harus kecewa. Tetapi kamu memang sahabatku yang terbaik" Kata Zain memeluk Rendi.


"Maafkan aku Zain sudah egois" Kata Rendi masih memeluk Zain.


Abi Malik, Merisa dan Iyan tersenyum lebar melihat pemandangan didepannya yang saling berpelukan. Abi Malik senang dengan keputusan yang dibuat oleh Iyan. Merisa sangat bahagia ia tidak mengira jika Iyan akan memilih Zain. Terutama Zain dia sangat bahagia sudah berbaikan dengan sahabatnya dan sudah mengizinkan Zain dengan Merisa.


.


.


.


.


"To be continued"


***Jangan lupa like, Komentar, Vote, saran, kritiknya dan jadikan Favorit.


#LoveyouAll♥️🤗***


~Melani Putria~

__ADS_1


__ADS_2