Complicated Love Story

Complicated Love Story
_Terjebak_


__ADS_3

Sementara itu Fikry diam sebentar memperhatikan sesosok gadis itu, di mata Fikry gadis itu terlihat sangat aneh dan menyeramkan. Kotor, lusuh, baju sobek, dan rambut acak-acakan.


“Nak, jangan lihat gadis yang di sana!” seru kakek tua yang melintas di depan Fikry.


“Dia siapa kakek?” tanya Fikry heran.


“Gadis itu gila,” jawab kakek tua itu.


“Astagfirullah, makasih kek,” ucap Fikry.


“Pergilah nak, sebelum gadis itu menyerangmu,” Kakek tua itu langsung berlalu pergi.


“Maksudnya bagaimana kek?” tanya Fikry tetapi kakek tua itu sudah melangkah jauh.


Fikry merasa aneh, dengan kakek tua dan gadis yang tidak jauh dari tempat Fikry berdiri.


'Kasihan gadis itu, tetapi dia juga sangat menyeramkan.'


Fikry pun mempercepat langkahnya, ia tidak ingin berlama-lama melihat gadis itu. Belum jauh langkah Fikry, ia pun terhenti karena gadis yang di lihatnya tadi memegang tangannya erat.


“Bi, jangan pergi aku sayang sama kamu,, hehe..” ucapnya dengan nada sedih lalu tertawa.


“Maaf, jangan pegang tanganku,” Fikry melepaskan tangan gadis itu dengan sedikit kasar karena gadis itu memegang tangannya erat.


“Nggak, kamu jahat.. kamu ninggalin aku saat kamu sudah mengambil semua hal yang berharga dari tubuhku,, hiks..hiks..hiks” ucap gadis itu dengan tangisnya.


“Kamu tega, meninggalkan aku dengan keadaan aku yang seperti ini, hahaha..” ucap gadis itu dengan tawa lagi.


Fikry beristighfar dalam hati melihat keadaan gadis gila itu, tetapi gadis itu sangat kuat. Sampai-sampai Fikry susah melepaskan tangan gadis itu di lengannya.

__ADS_1


“Andai saja, aku pergi saja dari tadi. Mungkin aku tidak terjebak dari gadis gila ini, haduh, gimana nih,” ucap Fikry sambil berusaha melepaskan diri.


“Kamu nggak sayang sama aku lagi Bi?” tanya gadis itu dengan senyum lebar dan menatap wajah tampan Fikry.


“Maaf, aku bukan Bi yang kamu maksud, aku Fikry, bukan Bi. Bi yang kamu panggil itu siapa?” tanya Fikry kepada gadis itu, agar gadis itu melepaskan dirinya.


“Bi, Bi, Bi? hiks..hiks..hiks..” tangis gadis itu dengan keras.


“Ya Allah, kamu kenapa? eh salah, dia kan gila, kalau nggak salah gadis ini umurnya nggak jauh beda dari aku dan Zanah,” ucap Fikry dengan dirinya sendiri bingung.


“Kamu tampan sekali Bi, tapi kamu jahat. Hiks..hiks..hiks..” gadis itu mulai menangis lagi.


“Aku bukan Bi, yang kamu maksud,” ucap Fikry sudah tidak sabar.


Tiba-tiba dia teringat Zanah, mungkin saja dia bisa membantu Fikry. Dan akhirnya Fikry menelpon Zanah, berulang kali Fikry menelpon Zanah tetapi tidak diangkat juga.


----------


Di rumah Zanah,,


Setelah merapikan bukunya, dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Karena telah menyelesaikan semua tugas dari guru killer. Tidak ada yang berani melawan jika menyangkut guru killer, apalagi ada tugas yang tidak di selesaikan siap-siap saja. Mereka akan mendapatkan kado yang istimewa hukuman.


“Aku mau membersihkan muka aku dulu ah,,” ucapnya dengan girang.


Drrrrrrt... (Ponselnya berdering)


Di dalam kamar mandi, dia tidak mendengar ponselnya berdering, karena suara pancuran air.


Selesai membersihkan mukanya ia melihat ponsel berdering dan bergetar hampir saja ponsel itu jatuh dari meja dengan sigapnya Zanah langsung menangkap ponselnya.

__ADS_1


“Kak Fikry?” ucapnya.


“Ada apa kak Fik?” tanya Zanah jutek.


“Zan Zan, bantu aku dong,,” teriak Fikry dari balik telepon.


“Bantu apa kak Fik?” tanya Zanah heran karena Fikry berteriak.


“Aku di dekat warung bakso kesukaan kamu, cepat ke si....” teriak Fikry terputus di akhir.


Tut..Tut..Tut ..


“Lah, kak Fikry aneh,” ucap Zanah.


Selesai menutup telepon itu, Zanah bergegas memakai jilbab pashminanya dan minta izin keluar kepada Zunairah.


Hem🤔


.


.


.


.


“To be continued”


❤️

__ADS_1


__ADS_2