Complicated Love Story

Complicated Love Story
_So Sweet_


__ADS_3

Zunairah dari kejauhan melihat keduanya, ia tersenyum bahagia melihat kedekatan dan kebersamaan mereka.


‘Semoga kebersamaan mereka tetap seperti itu hingga dewasa nanti’ Kata Zunairah dalam hati.


“Tante lagi lihatin apa?” Tanya Fiza yang baru datang duduk di meja makan.


“Lagi lihat drama” Jawab Zunairah.


“Drama apa?” Tanya Fiza bingung karena sebenarnya Zunairah melihat ke arah kamar Zanah.


“Drama Korea” Kata Zunairah melihat Fiza dengan senyuman.


“Tante ada-ada aja” Kata Fiza geleng-geleng kepala.


“Tuh lihat aja mereka” Kata Zunairah menunjuk Zanah dan Fikry.


Fiza hanya tersenyum menatap kedua insan itu.


***


“Aku mau pamit pulang dulu Zan Zan” Kata Fikry.


“Okay kak Fikry” Kata Zanah tersenyum manis.


“Oh iya ini bukunya, jangan lupa nanti malam nulis ya" Kata Zanah.


“Siap bos” Kata Fikry.


Setelah Fikry pulang, Zanah bergabung dengan Zunairah dan Fiza yang sedang membuat kue bersama.


“Fiza tumben nih, mau bikin kue bareng bunda” Kata Zanah.


“Sekali-kali nggak apa-apa lah kak, aku bosan dirumah. Mama juga sibuk dengan papa pacaran” Kata Fiza memasang wajah jutek.


“Hahahaha...” Zanah tertawa keras tetapi dengan mulut tidak terlalu terbuka akibat lukanya.


“Husss. Bisa nggk ketawanya di kondisikan” Kata Zunairah yang sibuk dengan bahan kue yang di buatnya.


“Apasih bunda, kayak nggak tau aku aja” Kata Zanah protes.


“Ketawamu seperti suara kucing kejepit" Kata Zunairah.


“Ya Allah bun, tega bener nyamain aku dengan kucing" Kata Zanah tidak terima.


“Bunda nggak bilang gitu kok" Kata Zunairah yang sedang sibuk.

__ADS_1


“Hehe kak Zanah kak Zanah” Kata Fiza.


“Jangan ketawa Fiza" Kata Zanah mencubit pipi Fiza.


“Ih, kak Zanah sakit tau" Kata Fiza.


“Habisnya kamu gemes sih" Kata Zanah.


“Aduh,, sakit Fiza” Sambung Zanah karena tiba-tiba Fiza mencubit pipi Zanah yang dekat dengan lukanya.


“Upss, sorry kak nggak sengaja. Aku pulang dulu bye bye kak Zanah sayang, Bye Tante Assalamualaikum” Kata Fiza langsung lari keluar rumah sebelum Zanah menjewernya.


“Tuh, keponakan bunda tambah nyebelin aja sih” Kata Zanah yang langsung duduk.


“Dia juga adik sepupu kamu tau" Kata Zunairah.


“Haduh, punya adik sepupu tapi nyebelin kayak gitu” Kata Zanah.


“nyebelin gitu tapi kamu sayang kan?" Tanya Zunairah.


“Pasti dong bunda, walaupun dia nyebelin aku tetap sayang lah” Kata Zanah.


Zanah membantu Bundanya yang sedang membuat kue kering yang jadi favorit keluarga kecilnya. Dan selanjutnya membantu memasak makanan untuk malam harinya.


_________


Jam 19.30 malam Fikry malam itu sudah menyelesaikan semua tugas dari Zanah. Setelah itu ia ingin mengajak Zanah membeli bakso raksasa yang tidak jauh dari rumah mereka.


“Zan, Lagi apa? kamu mau nggak makan bakso raksasa mas Hendra?” WhatsApp Chat Fikry kepada Zanah.


“Boleh asal kak Fikry traktir makan!! gimana?🤭😃” Balasan chat Zanah.


“Hadeuh, ya udah okay, let's go😋” WhatsApp Chat Fikry.


Saat itu juga Fikry berpamitan kepada Zarah mamanya, dan meminta uang lebih.


“Ma, aku mau makan bakso bareng Zanah di depan kompleks, bakso raksasa mas Hendra” Kata Fikry berpamitan kepada Zarah.


“Iya sayang, bungkus untuk mama dan Fiza!” Kata Zarah memberikan uang kepada Fikry.


“Siap mama, terus papa gimana?” Tanya Fikry tersenyum.


“Nanti mama sama papa makan 1 mangkok berdua aja hehe” Kata Zarah cengengesan.


“Ih mama co cweet” Kata Fikry tertawa.

__ADS_1


***


Warung bakso,,


“Assalamualaikum mas, pesan bakso raksasa 2 porsi dan 2 porsi di bungkus mas” Kata Fikry kepada mas Hendra pemilik warung bakso.


“Assiap dek Fikry, kemana aja baru jumpa lagi” Kata mas Hendra.


“Nggak kemana-mana kok mas, cuma di rumah aja, biasa banyak tugas numpuk, jadinya nggak pernah jalan kesini lagi” Kata Fikry.


“Mas Hendra, Sasa kemana ya aku nggak lihat?” Tanya Zanah kepada mas Hendra yang tidak lain kakak Sasa.


“Sasa mungkin lagi rebahan, dia capek seharian bantuin mas” Kata Mas Hendra.


“Oh gitu ya, aku titip salam sama Sasa mas, udah lama nggak ketemu semenjak pisah sekolah" kata Zanah.


“Oke dek Zanah nanti mas sampein pokoknya” Kata mas Hendra.


Selesai makan bakso Fikry dan Zanah berpamitan dan membayar bakso mereka dan yang dibungkus tadi.


Kini Fikry dan Zanah sedang jalan berdua, tidak sengaja Zanah tersandung dan Fikry pun langsung memegangnya.


“Aduhh” Rintih Zanah.


“Sakit banget ya?” Tanya Fikry.


“Nggak kok, kalau ada kak Fikry berasa nggak sakit” Kata Zanah dengan senyum pepsodent.


“Hemmmm” Deheman Fikry membuat Zanah tambah tersenyum lebar.


Begitulah kehidupan Zanah Fikry, dan sekeluarga ada banyak suka duka mereka lalui bersama. Masa kecil hingga sekarang selalu ada saja yang terjadi.


Detik, menit, jam berjalan dengan sesuai dengan semestinya. Banyak cerita konyol, bahagia, sedih, maupun duka yang rasakannya.


Ada perasaan aneh yang timbul saat ini kepada keduanya, tetapi perasaan keduanya masih bingung tidak dapat mereka ungkapkan.


Apa yang akan terjadi kepada mereka? tunggu cerita selanjutnya ya.


.


.


.


.

__ADS_1


“To be continued”


~Melani Putria~


__ADS_2