Complicated Love Story

Complicated Love Story
_Kedatangan Zain_


__ADS_3

Zain Ibrahim nama panggilannya Zain, Zain adalah saudara dari Zunairah dan Zarah, dan juga paman dari Zanah, Fikry, Fiza maupun Zaki. Zain Seorang dosen muda bahasa Inggris yang mengajar di Universitas ternama di kota tempat tinggalnya.


Walaupun terbilang muda, dia dihormati dan disegani oleh para mahasiswa/mahasiswi.


Jika di lihat dari pekerjaannya orang akan mengira dia juga akan mudah mendapatkan pasangan. Tapi dugaan orang salah terhadapnya, jika melihat dari pekerjaannya. Karena Zain ini tidak mudah mencintai seseorang. Bukan karena tidak ingin, tapi Zain benar-benar mencari seseorang yang pantas untuk dipertahankan dan diperjuangkan.


Zain dosen muda yang tampan, tinggi, putih bersih, dan mukanya baby face. Banyak Mahasiswi yang tertarik kepadanya, bahkan ada mahasiswi yang terang-terangan menyatakan cinta kepada Zain. Tapi walaupun Zain menolaknya mahasiswi tersebut bukan membencinya, malahan lebih menyukainya karena penolakan Zain terbilang keren.


"Maaf ya, untuk saat ini. Aku masih menjaga hatiku untuk seseorang yang benar-benar pantas aku perjuangkan dan pertahankan. Karena aku tidak ingin salah mencintai seseorang." Penolakan Zain yang terlihat keren.😍


Penolakan Zain yang terlihat keren itu, membuat mahasiswi makin menyukai Zain. Karena mereka menganggap Zain laki-laki yang setia kepada Wanita yang dicintainya. Jadi, mahasiswi banyak yang akan iri kepada wanita yang akan jadi pasangannya nanti.


Bahkan saat kuliah pun, Zain hanya fokus pada kuliahnya. Sudah banyak Wanita yang dia tolak. Bukan tidak ingin mencintai, tetapi ia pernah mencintai seseorang sangat dalam, tetapi seseorang itu pergi sangat jauh dan tidak ada kabar sedikit pun. Dan itu membuat Zain tidak ingin mencintai seseorang sangat dalam. Zain ingin mencari seseorang yang benar-benar pantas untuk dicintai dan juga mencintainya dengan tulus.


----------


Dirumah Zanah,,


Saat Zanah belajar bersama Fikry, tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Adik-adikku yang tersayang..." Kata Zain dengan senyuman.


"Eh.. Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh... Wah Om Zain datang.." Kata Zanah dan Fikry bersamaan.


"Ih.. kok om sih. Panggil kakak dong, aku itu masih muda belum tua..." Kata Zain dengan muka cemberut yang di buat-buat.


"Hahaha. Udah tua juga pake cemberut gitu.." Kata Fikry dengan bercanda.


"Dipanggil Kakak? Haha om ini ya. Ada-ada saja." Kata Zanah dengan tertawa.


"Kalian ini ya..., panggil aku kakak dong, aku nggak mau para wanita nggak mau sama aku. Gara-gara aku dipanggil Om. Aku terlihat tua dimata para Wanita tau." Kata Zain dengan bercanda kepada mereka.


"Hahaha.. memang om udah punya pacar apa?" Tanya Fikry meledek Zain.


"Mm.. iya, ada.. kok" Jawab Zain Meyakinkan mereka.


"Ada...?? masa sih?" Tanya Fikry Penasaran.


"Iya ada, masih ada ditangan Allah.hehe.." Jawab Fikry dengan tawa dan senyuman.


"Hahaha...om Zain, om Zain" Kata Zanah dan Fikry bersamaan sambil tertawa.


"Ya udah deh, saat kalian bersama aku aja ya, panggil om dan kalau aku bersama Wanita kalian harus panggil aku kakak. okay?" Kata Zain dengan bercanda.


"Nggak mau, Om aja biar para Wanita tau kalau om itu udah tua. hehehe" Kata Zanah yang bersekongkol dengan Fikry.


"Kalian ini... ya udah deh, berarti aku nggk jadi dong ngajak kalian pergi jalan-jalan ke mall. Kalau begitu aku pulang aja deh, Assalamu'alaikum. bye2" Kata Zain sudah berbalik ingin pergi.


"Walaikumsalam, Om Zain eh Kakak, kami minta maaf ya. Iya deh, kami akan panggil om eh Kakak saat di depan para Wanita saja." Kata Zarah memeluk Zain dari belakang.


"Aku nggak percaya, aku mau pulang aja deh." Kata Zain dengan bercanda dan tersenyum mendengar perkataan Zanah.


"Iya kami Jamin Om, Beneran deh." Kata Fikry juga memeluk Zain dari belakang.


"Hahaha... aku hanya bercanda kok sama kalian, udah dimasukin dalam hati aja, hehe jadi gimana kalian mau jalan-jalan ke mall dan bermain bersama Kakak tampanmu ini?" Kata Zain sudah berbalik lalu bercanda kepada mereka.


"Iya dong Om.. yeahh.. asik jalan-jalan lagi." Kata Zanah


"Om..aku mau main game ya" Kata Fikry dengan senyum.

__ADS_1


"Iya Pokoknya terserah kalian, kalian mau apa. Karena aku juga jarang ngajak kalian jalan-jalan lagi, lantaran sibuknya." Kata Zain dengan senyuman lebar.


"Wah Om the best deh.." Kata Fikry dengan mengangkat dua jempolnya.


Zain hanya tersenyum mendengar perkataan Fikry.


----------


Di Mall,,


Zarah dan Fikry sudah berada di tempat bermain. Lalu disisi lain, tak sengaja Zain bertemu dengan seseorang yang pernah dia cintai dulu. Tapi Zain masih ragu, dia ingin memastikan wanita itu, apakah dia benar orang yang sama atau bukan. Karena orang yang pernah dia cintai dulu tidak berhijab, lalu yang dia lihat sekarang berhijab.


Tapi dia terkejut, melihat wanita itu bersama seorang anak kecil yang seusia Zaki. Zain berpikir mungkin itu anaknya. Tampak raut sedih diwajahnya, tapi dia berusaha tetap bersikap biasa.


Saat Wanita itu hendak pergi tak segaja dia melihat Zain juga, wanita itu menyapa Zain.


"Assalamu'alaikum.. Hai kamu Zain kan?" Tanya wanita itu namanya Merisa.


"Walaikumsalam, Hai Merisa, iya aku Zain." Jawab Zain dengan senyuman lebar.


"Wah, kamu udah banyak berubah ya." Kata Merisa dengan senyuman manis.


"Haha.. kamu bisa aja, kamu juga loh. Udah berubah, sekarang udah berhijab Masya Allah." Kata Zain dengan senyuman lebar.


'Kamu terlihat lebih cantik dan sangat anggun menggunakan hijab' Dalam hati Zain.


"Alhamdulillah...Allah memberikan aku hidayah. Kamu sekarang bekerja?" Tanya Merisa kepada Zain?


"Iya, aku dosen bahasa Inggris. kalau kamu sendiri?" Tanya balik Zain.


"Alhamdulillah, sekarang aku seorang dokter bedah." Jawab Merisa


"Hahaha, kamu bisa aja, kamu juga hebat loh, udah jadi dosen. Aku salut sama kamu." Kata Merisa sungguh-sungguh.


Zanah dan Fikry yang melihat Zain dan Merisa mengobrol dengan disertai canda tawa keduanya. Zanah dan Fikry berencana menggoda mereka berdua.


"Assalamu'alaikum Kak, aku udah capek nih. Aku lapar pengen makan Burger kak. Ayok... kakak yang cantik ini juga boleh ikut ya.." Kata Zanah dengan menggoda Zain. Seperti Perkataan sebelumnya Zanah memanggil Zain dengan kakak, membuat Zain tak menyangka dan tersenyum mendengarnya.


"Iya..adik manisku...Mm... Kamu mau makan bareng kami?" Tanya Zain dengan senyuman kepada Merisa.


"Mm.. boleh deh..hehehe.." Kata Merisa dengan tawa.


"Aku juga mau makan Chicken ya." Kata anak kecil yang bersama dengan Merisa.


"Baik sayang.." Kata Merisa menggendong anak tersebut.


"Aku boleh menggendong anak itu?" Tanya Zain Kepada Merisa dan dianggukan oleh Merisa.


Zain tidak ingin bertanya soal anak yang dia gendong tersebut, karena dia tidak ingin mendengar apabila ternyata itu anaknya Merisa. Entah apa dihatinya Zain tapi, dia sedikit sedih jika itu memang benar.


----------


Didalam Cafe,


Di meja, sambil menunggu makanan datang, mereka sedang berbincang-bincang.


"Kakak cantik ini namanya siapa?" Tanya Fikry dengan senyuman manis kepada Merisa.


"Namaku Merisa, nama kalian siapa? .." Tanya Merisa dengan senyum.

__ADS_1


"Kalau aku Zanah kak, dan ini Kak Fikry. Kak Merisa teman Kak Zain ya?" Tanya Zanah penasaran.


"Iya, aku teman Kak Zain kalian." Jawab Merisa masih tersenyum.


"Kak, Merisa udah kerja ya?" Tanya Fikry juga penasaran sosok Merisa.


"Alhamdulillah, iya sebagai dokter bedah" Jawab Merisa dengan senyuman manis.


"Masya Allah, Jadi kak Merisa seorang dokter. Wah Hebat, aku juga mau deh jadi dokter." Kata Zanah semangat.


"Hehe.. Alhamdulillah.. dengan kerja keras dan doa. Kamu bisa wujudkan cita-cita kamu ya." Kata Merisa lembut.


"Mmm.. iya makasih kak. Kak Merisa udah cantik, seorang dokter, lembut, manis, mmm.. Idaman para laki-laki kak. hehehe. iya kan kak Zain?" Tanya Zanah dengan senyum dan tawa.


Merisa yang mendengar perkataan Zanah Hanya tersenyum malu.


"Iya pasti dong, hehehe" Kata Zain dengan nada sedikit gugup.


Zanah dan Fikry hanya menahan tawa mendengar perkataan Zain.


"Sekarang kalian makan dulu, itu makanannya udah datang." Kata Zain mengalihkan pembicaraan.


"Siap kak.. aku udah lapar nih." Kata Fikry dengan mengelus-elus perutnya.


Mereka pun makan bersama dengan gembira. Tiba-tiba Iyan anak kecil yang bersama dengan Merisa ingin duduk bersama dengan Zain.


"Mimi...aku mau duduk sama kakak itu (menunjuk Zain)." Kata Iyan merasa nyaman dengan Zain.


"Disini aja ya sayang, nanti kakaknya capek." Kata Merisa menenangkan Iyan.


"Nggk apa-apa kok, kalau anak itu mau duduk dengan aku." Kata Zain dengan senyuman.


"Benarkah..?? tidak apa-apa?" Tanya Merisa belum yakin.


"Iya, nggk apa-apa kok." Jawab Zain sudah mengambil Iyan ditangan Merisa.


Zanah dan Fikry yang penasaran dengan anak itupun bertanya kepada Merisa.


"Kak Merisa, anak kecil itu namanya siapa?" Tanya Zanah penasaran.


"Namanya Iyan..Dek Zanah" Jawab Merisa.


"Iyan itu siapa kak Merisa?" Tanya Fikry penasaran.


Mendengar pertanyaan Fikry, sontak membuat Zain kaget dan menatap Merisa ingin tahu juga.


'kenapa aku deg-degan gini sih' Dalam hati Zain.


.


.


.


.


"To be continued"


***Jangan lupa like, Komentar, Vote, saran dan kritiknya.

__ADS_1


#LoveyouAll♥️🤗***


__ADS_2